Monday, December 28, 2009

Kualitas Jahitan RJH

Salah satu komitmen kami adalah setiap produk pakaian Rumah Jahit Haifa memiliki jahitan berkualitas butik.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri jahitan berkualitas butik di Rumah Jahit Haifa :

1. Menggunakan stik kecil/halus. Semakin kecil stik yang digunakan maka jahitan semakin rapat -> makin kuat. 1 cm = 4 s/d 6 stik.

2. Obrasan rapi, tidak mengkerut (untuk obras kami menggunakan benang katun, bukan benang obras).

3. Jahitan tidak mengambang/loncat.

4. Menggunakan material yang berkualitas bagus, misalnya benang dan resleting (kami tidak menggunakan resleting Taiwan).

5. Mengikuti standar pola Internasional , untuk wanita :

– lebar badan muka ditambah 1 cm dari lebar belakang.
- kerung lengan depan lebih masuk 1 cm dari belakang (jahitan lengan maju 1 cm dari jahitan samping badan).
– kampuh (sisa jahitan dalam minimal 2 cm).

6. Presisi : ketepatan dalam pengerjaan terutama pada bagian yang tampak dari luar seperti : resleting, krag dan lubang kancing.

7. Untuk kain bermotif, potongan motif harus pas/ketemu.

8. Untuk pakaian wanita menggunakan model ber-kupnat* (* tidak semua – tergantung harga dan model).

9. Krag menggunakan dua lapisan yaitu visiline dan staplex kecuali kerah rebah dan frill.

10. Bagian keliman baju atau lengan di “sum”/ tidak dijahit, kecuali untuk bahan tertentu sepeti denim, sifone dan sejenisnya (dijahit lurus stick kecil).

Membeli baju di toko online Rumah Jahit Haifa, seperti membeli baju di butik , seperti baju jahitan bukan seperti membeli baju jadi di toko-toko lain :)


Ketik sisa artikel disini

Read More......

Wednesday, December 16, 2009

Memulai bisnis online – tulisan iseng :)

Setiap bisnis itu lahir dari sebuah ide, namun sekedar ide hebat saja, tidak akan menjamin sebuah bisnis akan sukses. Meskipun demikian, sebuah ide cemerlang jangan sampai terbuang, ide tersebut haruslah terus dikembangkan dan dibuat menjadi kenyataan. Hal yang paling utama dan kritis untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebuah business plan. Membangun bisnis sendiri dari awal memerlukan perjuangan ekstra dan anda haruslah seorang yang berani mengambil resiko (risk taker) yang siap untuk menghadapi segala rintangan. Tidak ada yang namanya bisnis yang pasti aman, pasti sukses, pasti jalan, semua bisnis memiliki resiko. Bisnis berbasis web atau online yang dapat dikerjakan dari rumah mungkin terlihat sangat mudah dan murah, namun demikian bisnis ini sangat membutuhkan kerja keras anda dan ada banyak langkah yang harus dilakukan untuk merealisasiakan ide awal tadi menjadi kenyataan dan sukses tentunya.

Read more: http://rumahjahithaifa.com/


Ketik sisa artikel disini

Read More......

Monday, April 20, 2009

Cerdas Memasarkan Bisnis Online

KOMPAS.com - Karena Anda masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan, Anda ingin mencoba membangun usaha sampingan melalui internet. Anda yakin sistem bisnis seperti ini akan cukup berhasil, toh Anda sendiri kerap bertransaksi secara online. Contohnya saat membeli tiket pesawat, membeli ponsel atau peralatan elektronik lain, bahkan memesan cake pun Anda lakukan melalui situs yang disediakan.

Ada alasan mengapa Anda harus mulai melirik bisnis online saat ini. "Saya melihat ada potensi besar di situ. Bayangkan, ada 50 juta internet user di Indoensia. Jumlah orang yang bergaji Rp 3 juta ke atas ada sekitar 50%, dan yang bergaji Rp 7 juta sekitar 20%. Sedangkan tiak semua orang yang nonton TV adalah potential user," demikian ungkap Iim Fahima, pendiri dan direktur Virus Communication, sebuah bisnis jasa konsultasi marketing dan komunikasi online, dalam seminar Sukses Wirausaha yang diselenggarakan majalah Femina di Balai Kartini, Sabtu (18/4).

Keuntungan yang kita dapatkan dengan berbisnis secara online antara lain:
1. Menghemat biaya, karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat, biaya perawatan, dan operasional toko.
2. Dapat memanfaatkan forum, blog, atau situs jejaring sosial untuk membangun awareness produk kita lebih cepat, dengan biaya yang jauh lebih ekonomis.
3. Dapat menjangkau calon pembeli di kota lain.

Namun mekanisme ini tentu juga menuntut konsekuensi strategi komunikasi yang cerdas, konsisten, dan action yang tepat. Yang membuat seseorang mau membeli produk kita di online adalah kepercayaan. Untuk membangun kepercayaan calon pembeli, Anda harus membawa identitas yang konsisten. Berikan informasi yang jelas, seperti apa dan siapa Anda, cantumkan email, nomor telepon, berikut alamat lengkap (bila perlu, cantumkan foto Anda). Untuk menambah poin plus, sediakan kolom untuk testimoni pelanggan.

Untuk mulai membangun bisnis online, Anda harus melakukan riset untuk memahami insight konsumen online secara general, dan memahami insight target audience Anda. Insight mengenai target audience misalnya:
1. Pembeli fashion untuk dipakai sendiri cenderung ingin melihat dan mencoba dulu sebelum membeli. Berikan fasilitas "lihat dulu-kalo cocok beli", dan kenakan biaya antar-tunggu.
2. Pembeli buku cenderung membeli buku yang serupa. Kirimkan informasi via email ke pembeli setiap ada buku serupa yang terbit.
3. Orang yang membeli bunga atau kado, biasanya selalu memerlukan bungkus yang cantik dan kartu ucapan. Berikan bungkus cantik, kartu ucapan gratis (berikut pilihan kata-katanya) yang bisa dilihat di online.

Lalu apa yang dicari dan dibutuhkan orang? Anda bisa mengetahuinya dengan cara:
1. Ketikkan "google adworks" pada mesin pencari Anda, atau langsung mengetik adworks.google.com pada URL.
2. Klik pada pilihan [Keyword Tool]. Klik pada pilihan [Descriptive words or phrases] di sebelah kiri, lalu ketik kata kunci yang Anda inginkan, misalnya "fashion". Lalu klik [Get Keyword Ideas].
3. Anda akan melihat berapa banyak jumlah orang yang mencari produk "fashion" melalui Google.
4. Lakukan hal ini dengan kata kunci yang lebih spesifik, misalnya "busana muslimah". Lihat hasilnya.

Mekanisme pembelian dan pembayaran

Iim juga memberikan sejumlah tip penting seputar cara membangun dan memasarkan bisnis online. Yang pertama, "Hiduplah dengan online behaviour, karena bisnis dimana pun menuntut perilaku sesuai bidang yang kita pilih," ujar perempuan berusia 31 tahun ini.

Ini tip yang lain:
1. Berikan respons yang cepat. Online adalah medium yang dinamis, karena itu berikan respons saat itu juga terhadap pembelian, pertanyaan, hingga komplain konsumen. Untuk dapat memberikan respons yang cepat, tentunya Anda harus selalu memonitor website Anda setiap detik.

2. Buat proses pembelian yang sederhana. Dalam online, semakin sederhana prosesnya, semakin besar kemungkinan terjadinya pembelian. Tidak perlu mengharuskan calon pembeli menjadi member, menyebutkan nomor KTP dan nomor kartu kredit (tidak semua orang yang sedang menghadapi komputer membawa kartu kredit, bukan?). Apalagi memakai sistem cart seperti di website asing.

3. Cara membayar yang mudah. Di Indonesia, cara yang paling familiar bagi kita adalah membayar saat barang diterima (cash on delivery), atau transfer melalui bank. Minta pembeli mengirimkan bukti transfer sebelum mengirimkan barang. Meminta pembeli membayar melalui kartu kredit atau Paypal hanya akan merepotkan Anda.

4. Berikan sesuai janji. Dalam hal pengiriman barang, misalnya, barang yang dikirim harus sesuai yang diperlihatkan di website, dan mengirim tepat waktu. Sekali Anda mengirim barang sesuai janji, selanjutnya konsumen akan datang membeli lagi (bahkan sambil mengajak teman yang lain).

Dalam bisnis online, selalu ada kemungkinan pembeli yang tidak membayar, atau coba-coba menipu. Namun bagi Iim, hal ini tak perlu diresahkan. "Sebagai entrepreneur, kita harus berani mengambil risiko. Mungkin ada juga yang tidak mau membayar, namun tidak banyak kok jumlahnya. Anda juga bisa memberikan fasilitas 'lihat barang dulu, kalau tidak cocok boleh dikembalikan'. Berapa sih, paling Rp 20.000,- (ongkos kirimnya)," jelas finalis International Young Creative Entrepreneur of the Year 2008 yang diselenggarakan British Council ini.

Pendek kata, semua orang bisa mulai berbisnis via online. Manfaatkan fasilitas gratis seperti Facebook untuk melakukan promosi secara cepat tanpa tambahan biaya!

DIN

Read More......

Tuesday, February 24, 2009

Fenomena Ponari dalam Tinjauan Medis dan Sosiologi

METODE pengobatan yang dilakukan Muhammad Ponari, dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terkesan unik dan berbau takhayul.

Keunikan dan unsur takhayulnya itu telah menghipnotis ribuan orang dari berbagai daerah di pelosok Tanah Air masih memadati tempat praktik anak semata wayang hasil pernikahan Kasemin (42) dan Mukaromah (28) itu sampai sekarang.

Bahkan di antara mereka ada yang rela antre selama berhari-hari demi mendapatkan seteguk air putih yang sebelumnya dicelup batu yang digenggam siswa Kelas III SD Negeri Balongsari 1 itu.

Tak peduli, apakah air celupan batu itu higienis atau tidak, yang penting mereka percaya bahwa air itu bertuah dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

"Setidaknya bisul yang saya rasakan bertahun-tahun sudah agak mendingan," kata Masilah (43), warga Surabaya, setelah meneguk air keruh yang didapat dari rumah Ponari.

Kendati demikian, ada juga warga yang tidak percaya bahkan kapok setelah mengonsumsi air Ponari. Namun, penyakitnya tak kunjung sembuh, seperti yang dialami Hamzah (53), warga Mojongapit, Jombang. "Nyatanya mata saya juga tidak ada perubahan, setelah minum air dari Ponari," katanya sambil menunjukkan matanya yang sakit.

Namun tak sedikit pula warga yang penasaran untuk mendapatkan air itu. "Sampai kapan pun, saya akan tetap bertahan di sini untuk mendapatkan air itu," kata Maslukhan, warga Purwodadi, Jawa Tengah, saat ditemui di Dusun Kedungsari, Sabtu (21/2) siang.

Kedatangannya ke dusun kumuh itu sebagai bentuk ikhtiar dengan harapan kelumpuhan yang diderita ibunya itu bisa sembuh. Sudah tiga hari Maslukhan berada di Dusun Kedungsari, tetapi tetap tidak mendapatkan kupon antrean karena setiap hari panitia hanya mengeluarkan 5.000 lembar kupon, sedang yang datang di atas angka 10.000 orang.

Terlepas dari semua keunikan dan hal-hal yang berbau takhayul, secara medis, air yang didapat dari Ponari itu tetap tidak layak untuk dikonsumsi. "Air dalam kemasan saja masih ada yang tidak sehat, apalagi air yang dicelup batu dan tangan Ponari. Siapa yang menjamin kebersihan tangan Ponari?" kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang dr Pudji Umbaran.

Dalam tinjauan medis, orang yang berobat kepada Ponari hanya mendapatkan efek "placebo", yakni penderita merasakan kenyamanan sesaat, walaupun penyakit yang dideritanya tidak hilang begitu saja.

"Efek placebo ini juga bisa didapatkan oleh pasien dari dokter. Makanya mengapa ada dokter yang banyak didatangi pasien dan mengapa pula ada dokter yang sepi pasien. Ilmu kedokteran itu mencakup scientific dan art. Dokter yang bisa menggabungkan scientific dan art inilah yang bakal dikunjungi banyak pasien," kata Pudji menjelaskan.

Efek placebo, lanjut dia, sudah bisa dirasakan oleh pasien, bahkan sebelum mengunjungi dokter itu. "Ada orang yang merasa sembuh, sebelum meminum obat dari dokter karena sudah terlanjur cocok pada dokter itu," katanya.

Sama halnya dengan orang yang datang ke tempat Ponari. "Setelah meneguk air, ada orang yang langsung merasakan kesembuhan. Padahal penyakitnya belum hilang. Kalau tidak percaya, silakan penderita tumor datang ke tempat Ponari, setelah itu bisa dibuktikan secara bersama-sama melalui rontgen, apakah tumornya itu hilang atau masih ada," katanya.

Belum lama ini, Dimas (3,5), warga Desa/Kecamatan Ngusikan, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Ia menderita radang otak yang cukup parah. "Berdasar pengakuan dari kedua orangtuanya, anak itu sebelumnya mendapatkan pengobatan dari Ponari," katanya.

Demikian pula banyak pasien dokter di Jombang yang mengaku telah melakukan terapi di rumah Ponari. "Hampir 30 persen pasien yang melakukan rawat jalan di rumah saya sudah pernah ke sana," kata Pudji.

Oleh sebab itu, IDI Jombang menyatakan bahwa pengobatan yang dilakukan oleh Ponari tidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Dalam ilmu kedokteran, untuk memastikan seseorang menderita penyakit tertentu harus melalui beberapa tahap.

Pudji menjelaskan, dalam menangani pasien, seorang dokter wajib melakukan proses "anamesa" atau wawancara dengan pasien yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik yang bisa dilakukan dengan melihat, meraba, dan mengetuk tubuh pasien.

Kalau masih ragu, seorang dokter bisa melakukan pengujian laboratoris dan rontgen. "Setelah itu baru mendiagnosis penyakit pasien yang diikuti dengan tata laksana pengobatan," katanya.

Serangkaian proses itu tidak menjamin seorang pasien sembuh total. Oleh sebab itu, Pudji tidak memungkiri kedatangan seseorang ke dukun atau ahli pengobatan alternatif lainnya karena merasa putus asa dengan model penyembuhan yang dilakukan oleh dokter.

"Justru fenomena Ponari ini, kami melihatnya sebagai tantangan bagi dokter. Untuk menjawab tantangan itu, seorang dokter tidak boleh lagi tertutup dan pelit dalam memberikan informasi mengenai penyakit terhadap pasien. Sudah bukan zamannya lagi, dokter terburu-buru memeriksa seseorang karena pasien di luar banyak yang sudah antre," kata Kasubid Pelayanan Medik RSUD Jombang itu mengingatkan para dokter.

Menurut dia, di Kabupaten Jombang, dokter umum dan spesialis yang membuka praktik mencapai 180 orang. "Jumlah ini melebihi rasio penduduk karena idealnya seorang dokter melayani 10.000 pasien. Hanya tingkat penyebarannya tidak merata," katanya.

Untuk mendapatkan pelayanan dokter umum swasta, masyarakat hanya dikenakan tarif dari Rp 20.000 hingga Rp 25.000 termasuk obat (dispencing). Adapun tarif jasa pemeriksaan dokter spesialis di Jombang berkisar antara Rp 30.000 dan Rp 50.000 untuk sekali kunjungan.

"Belum lagi Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) sehingga masyarakat dapat mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma, baik di puskesmas, maupun di rumah sakit. Bahkan, masyarakat yang tidak memiliki kartu Jamkesmas, Pemkab Jombang masih menanggungnya melalui program Jamkesda yang dananya bersumber dari APBD," katanya.

Oleh sebab itu, dia tidak setuju adanya anggapan bahwa fenomena Ponari sebagai dampak dari buruknya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. "Di Kecamatan Megaluh, tak jauh dari rumah Ponari, ada dokter dan puskesmas yang siap memberikan pelayanan setiap hari," kata Pudji.

Romantisme Mistis
Sementara itu, pakar sosiologi dan kebudayaan dari Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Prof Dr Tadjoer Ridjal, MPd, mengemukakan, fenomena Ponari tidak memiliki keterkaitan langsung dengan masalah pelayanan kesehatan dan kondisi sosio-kultural masyarakat Jombang secara umum.

"Yang datang ke rumah Ponari bukan hanya masyarakat Jombang. Kalau dicermati lagi, justru lebih banyak dari daerah lain, termasuk Kalimantan, Sumatera, dan beberapa wilayah lain di Indonesia," katanya.

Menurut dia, fenomena Ponari merupakan potret masyarakat yang masih memegang teguh pemikiran tradisional. "Golongan masyarakat ini ingin menghidupkan kembali mitos lama yang telah punah. Golongan ini penganut romantisme mistis," katanya.

Mitos lama itu, lanjut Tadjoer, adalah munculnya sosok Ki Ageng Selo yang melegenda di kalangan masyarakat Jawa ratusan tahun silam. Ki Ageng Selo mendadak sakti setelah petir yang hendak menyambarnya mampu dihalau dan berubah menjadi sebuah batu.

"Legenda Ki Ageng Selo itu kembali dihidupkan di tengah masyarakat dengan menampilkan sosok Ponari. Dalam tinjauan sosiologi dan kebudayaan, kedua sosok ini sama-sama memiliki power yang digambarkan oleh kalangan masyarakat tertentu sebagai bentuk kesaktian," katanya.

Berdasar tradisi, kekuasaan (power) itu tidak diperoleh melalui pencapaian prestasi, tetapi askriptif dengan penaklukan dan penyerapan. Penyerapan bisa didapatkan dari faktor keturunan dan titisan.

"Ponari merupakan askriptif penyerapan titisan. Masyarakat menganggap Ponari merupakan titisan dari Ki Ageng Selo sehingga dia pun dianggap memiliki kesaktian," kata Asisten Direktur Program Pasca Sarjana Undar Jombang itu.

Oleh sebab itu, kemampuan yang ada pada diri Ponari tidak bisa diukur dengan menggunakan paradigma rasio empiris. "Fenomena Ponari sama sekali mengabaikan kelas dan strata ekonomi karena diusung oleh golongan romantisme mistis tadi. Yang datang ke tempat Ponari tidak hanya orang miskin, tetapi banyak kalangan masyarakat kaya dan berpendidikan, terutama mereka yang berasal dari luar Jawa. Oleh sebab itu, fenomena ini tidak bisa ditinjau secara rasio empiris," katanya.

Apakah fenomena Ponari itu akan berlangsung dalam waktu yang relatif lama, Tadjoer menyatakan, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat sekitar. "Biasanya fenomena itu akan berakhir, kalau sudah ada unsur komersial," katanya.

"Karena kesaktian seseorang itu didasari syarat-syarat moral, di antaranya yang paling utama adalah membantu orang lain tanpa pamrih. Jadi secara otomatis, kesaktian seseorang akan sirna jika sudah berorientasi pada materi," kata Tadjoer.

Tentu hal itu susah untuk dijawab Ponari dan keluarganya yang hingga hari ke-21 buka praktik di Dusun Kedungsari telah mampu meraup penghasilan di atas angka Rp 1 miliar.

Kendati uang itu tak pernah diimpikan sebelumnya, tidak tertutup kemungkinan uang sebesar itu akan mengubah pola hidup keluarga miskin yang selama ini tinggal di rumah berdinding anyaman bambu itu. *

M Irfan Ilmie

Read More......

Thursday, February 19, 2009

Sepotong Jalan Rusia dan Impian Soekarno

Jalan aspal itu lurus dan mulus. Tak ada guncangan ketika mobil melaju kencang di atasnya. Ini berbeda dengan jalan trans- Kalimantan dari Nunukan, Kalimantan Timur, hingga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang penuh lubang dan bergelombang.

Warga setempat mengenal jalan itu sebagai Jalan Palangkaraya-Tangkiling. Namun, Gardea Samsudin (70) mengenangnya sebagai Jalan Rusia.

Samsudin, lelaki asal Bandung, Jawa Barat, adalah sedikit saksi yang tersisa dari sepotong jalan sepanjang 34 kilometer dengan lebar 6 meter yang dibangun oleh para insinyur dari Rusia—dulu The Union of Soviet Socialist Republics. Bersama puluhan warga Dayak, Samsudin dan ratusan orang Jawa lain bekerja di bawah arahan belasan insinyur Rusia. ”Saya ikut menyusun batu-batu yang menjadi fondasi jalan ini,” kata Samsudin yang kini menetap di Palangkaraya.

Tak gampang mencari saksi lain pembangunan Jalan Rusia yang mau bicara. Sabran Achmad (80), tokoh masyarakat Kalteng, menuturkan, banyak pekerja yang ikut membangun Jalan Rusia itu menyembunyikan diri. Ini tidak lepas dari politik Orde Baru yang memberi stigma hitam kepada sesuatu yang berbau Orde Lama. Dan, jalan yang dibangun oleh insinyur Rusia itu memang berasal dari era Soekarno, yang dekat dengan negara Blok Timur itu tahun 1950 hingga 1960-an.

”Jalan itu dibangun menandai pembangunan Kota Palangkaraya. Sebelumnya, jalan itu berupa hutan lebat. Pohon-pohonnya besarnya segini,” kata Sabran sambil melingkarkan kedua lengannya.

Mimpi Soekarno

Pada mulanya adalah ayunan kapak Presiden Soekarno pada sebilah kayu di Pahandut, Kampung Dayak, di jantung Kalimantan, 17 Juli 1957. Sebilah kayu yang dibelah itu menandai pembangunan kota baru yang diimpikan Soekarno. Kota baru ini kemudian diberi nama Palangkaraya yang berarti tempat suci, mulia, dan agung, yang didesain sebagai ibu kota Indonesia Raya.

Namun, mimpi Soekarno tak pernah jadi kenyataan. Palangkaraya saat ini hanyalah sebuah ibu kota Provinsi Kalteng yang gelap dan tak bergairah karena kekurangan pasokan listrik.

Dirancang sebagai ibu kota negara, awalnya Palangkaraya dibangun dengan konsep yang jelas. Ada pengelompokan fungsi bangunan yang memisahkan fungsi pemerintahan, komersial, dan permukiman. Tata kotanya dirancang dengan memadukan transportasi darat dan sungai.

Sungai Kahayan menjadi pusat orientasi di sebelah utara kota. Sebuah jalan darat dibangun di pusat kota menuju arah Sampit. Jalan itulah yang kini dikenal sebagai Jalan Rusia, ruas jalan nasional terbaik sepanjang jalan trans-Kalimantan yang dilalui Tim Jelajah Kalimantan Kompas bersama Departemen Pekerjaan Umum (PU). ”Kita tak pernah lagi membangun jalan sebaik Jalan Rusia yang masih mulus walau sudah puluhan tahun. Lihatlah, jalan-jalan lain di Kalimantan yang baru dibangun cepat sekali rusak,” kata Wibowo, staf Departemen PU anggota Regional Betterment Office VII Banjarmasin.

Menggali gambut

Sepotong jalan itu menjadi saksi kemahiran insinyur-insinyur Rusia membangun jalan di tanah yang sangat berbeda kondisinya dengan negara asal mereka. Sabran mengisahkan, semua gambut di tapak jalan dikeruk. ”Setelah gambut dikeruk, terciptalah alur seperti sungai. Lalu, alur itu diisi batu, pasir, dan tanah padat,” kata Sabran.

Pada 17 Desember 1962, pembangunan fondasi Jalan Rusia selesai. Pada tahun-tahun berikutnya, tinggal pembuatan drainase, pengerasan, dan pengaspalan. Pekerjaan yang lambat, tetapi hasilnya prima.

Namun, pembangunan jalan yang direncanakan sepanjang 175 kilometer melewati Parenggean lalu ke Sampit dan Pangkalan Bun kemudian menghubungkan Palangkaraya dengan pelabuhan-pelabuhan sungai menuju ke Jawa ini dihentikan awal tahun 1966. Ketika itu jalan yang terbangun baru 34 km.

Pergantian kekuasaan pasca-Gerakan 30 September 1965 membuat orang-orang Rusia bergegas meninggalkan Indonesia. Semua pekerja proyek menyembunyikan diri karena tak ingin disangkutpautkan dengan Rusia, Partai Komunis Indonesia, atau bahkan Soekarno.

Cerita pembangunan Jalan Rusia itu pun tamat. Segala yang berbau Rusia dihapus, termasuk ilmu pembangunan jalan yang diajarkan insinyur mereka di ruas Palangkaraya-Tangkiling. Pembangunan jalan di Kalimantan tidak pernah lagi dimulai dengan mengeruk gambut. Namun, cukup dengan fondasi berupa kayu galam yang ditancapkan di lahan gambut itu (fondasi ini dikenal sebagai cerucuk). Pembangunan jalan menjadi lebih murah dan cepat, tetapi konstruksi jalan tidak awet.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Provinsi Kalteng Ridwan Manurung menuturkan, secara teori, ruas Palangkaraya- Tangkiling yang dibangun Rusia itu yang benar. ”Saat membuka trase jalan, harus diperhatikan struktur tanah dasar, fondasi, dan lapisan penutupnya. Jika ada tanah humus, harus diganti dengan pasir, tanah padat, atau granit. Sedalam apa pun gambutnya, harus dibuang,” katanya.

Menurut Wibowo, pembangunan jalan dengan teknik Rusia itu membutuhkan biaya tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan teknik yang dilakukan dengan cerucuk, seperti yang sekarang kita buat. ”Namun, umur jalan dengan teknik Rusia itu bisa lima kali lipat dari jalan kita,” katanya.

Bangsa ini sepertinya memang suka yang instan. Cepat selesai, cepat pula hancur. (RYO/FUL)

Read More......

Tuesday, February 10, 2009

Gilad Atzmon, Al-Qassam, dan Zionisme

Gilad Atzmon (lahir 1963) menulis: ''Jika Anda bertanya-tanya mengapa orang Israel tidak mengetahui sejarah mereka, jawabannya sangat sederhana, mereka tidak pernah diberitahu. Situasi yang mendorong konflik Israel-Palestina tersimpan rapi dalam kultur mereka. Jejak-jejak peradaban Palestina pra-1948 di tanah itu telah dimusnahkan. Tidak saja tentang Nakba, pembersihan etnis penduduk Palestina asli, yang tidak menjadi bagian dari kurikulum Israel, bahkan tidak disebut atau didiskusikan di forum resmi atau akademik mana pun.''

Kesaksian mantan zionis dan angkatan udara Israel ini menjadi sangat penting untuk mengetahui peta mengapa rakyat Israel merasa bahwa merekalah pemilik sah tanah Palestina itu. Padahal, kata Atzmon, tanah itu adalah tanah curian dari pemilik yang sebenarnya: rakyat Palestina.

Atzmon, pemusik papan atas di London, adalah cucu tokoh sayap kanan organisasi teror Irgun, yang telah mengusir dan membantai rakyat Palestina pada tahun-tahun awal pembentukan negara Israel tahun 1948. Tapi setelah mempelajari secara dalam asal-usul negara zionis itu, Atzmon yang juga seorang novelis, dengan kehendak sendiri hijrah ke London tahun 1994. Dari kota inilah ia membeberkan kepalsuan zionisme dan membela hak kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum, termasuk media cetak.

Artikel barunya pada awal Januari 2009 dalam ungkapan yang sangat puitis tapi tajam berjudul: ''Living on Borrowed Time in a Stolen Land (Hidup di atas Waktu Pinjaman di Sebuah Tanah Curian)". Kita akan dapat dengan mudah mengakses artikel ini via: http://www.palestinechronicle.com/print_article.php?=14594, karena Atzmon adalah penulis penting pada media cetak The Palestine Chronicle, sebuah media yang menyuarakan hati nurani rakyat Palestina yang tertindas selama lebih dari enam dasa warsa, sejak 1948.

Penulis lain adalah Uri Avnery, mantan anggota Knesset, 85 tahun, tinggal di Tel Aviv. Ia juga tokoh Yahudi yang gigih membela kemerdekaan Palestina dengan konsep dua negara bertetangga: Palestina dan Israel. Avnery tidak pernah percaya bahwa kaum zionis yang selalu didukung Amerika Serikat sungguh-sungguh ingin melihat sebuah negara Palestina merdeka. Itulah sebabnya ia berharap pada Barack Obama untuk mengubah secara fundamental peta buram yang telah menindas rakyat Palestina secara sangat biadab dalam tempo puluhan tahun.

Tentang roket Al-Qassam, Atzmon menulis: ''Bagi saya, tembakan-tembakan Al-Qassam yang secara sporadis mendarat di Sderot dan Ashkelon tidak lebih dari sebuah pesan rakyat Palestina yang terkurung. Pertama, ia adalah sebuah pesan kepada tanah yang dicuri, lapangan-lapangan rumah, dan kebun buah-buahan: 'Bumi kami yang tercinta, kami tak pernah lupa, kami masih berada di sini berjuang untukmu, cepat lebih baik tinimbang terlambat, kami akan kembali, kami akan mulai lagi di mana kami pernah menghentikannya.'

"Tapi juga ia merupakan pesan yang jelas kepada rakyat Israel. 'Kalian ke luar dari sana, di Sderot, Beer Sheva, Ashkelon, Ashdod, Tel Aviv, dan Haifa, apakah kalian menyadari atau tidak, kalian sebenarnya hidup pada sebuah tanah curian. Lebih baik Anda mulai berkemas-kemas karena waktu semakin habis, kalian telah menguras kesabaran kami. Kami, rakyat Palestina, tidak akan kehilangan apa-apa lagi.'

''Setiap pakar Timur Tengah tahu bahwa Hamas dapat merebut Tepi Barat dalam beberapa jam. Memang, kontrol Otoritas Palestina dan Fatah di Tepi Barat sengaja dijaga PPI (Pasukan Pertahanan Israel). Sekali Hamas menguasai Tepi Barat, pusat penduduk Yahudi yang terbesar akan terserah kepada belas kasihan Hamas. Bagi mereka yang gagal melihat, ini akan menjadi akhir bagi Israel Yahudi.

"Mungkin saja berlaku kemudian hari ini, dalam tiga bulan, atau dalam lima tahun. Ini bukanlah masalah 'jika', tetapi lebih merupakan masalah 'waktu'. Pada saat itu, seluruh Israel akan berada dalam jarak tembak Hamas dan Hizbullah. Masyarakat Israel akan hancur, ekonominya runtuh. Harga sebuah vila yang terpisah di Tel Aviv Utara akan sama dengan sebuah gudang di Kiryat Shmone atau Sderot. Di saat sebuah roket memukul Tel Aviv, mimpi zionis menjadi tamat.''

Sepintas lalu, apa yang disampaikan Atzmon seperti mustahil, mengingat kekuatan Hamas sama sekali tidak sebanding dengan kecanggihan persenjataan Israel. Tapi mengapa mereka tidak pernah putus asa untuk melawan dengan segala kelemahan persenjataannya?

Atzmon menjawab: ''Karena bagi rakyat Palestina, Palestina adalah rumah.'' Dengan demikian, di mata mereka, kaum zionis adalah pendatang haram di rumah itu yang harus diusir. Bagaimana hari depan zionisme? Jika sikap kepala batu dan keganasan tetap dipertahankan, menurut Atzmon, zionisme tidak punya masa depan, karena ia gagal menjadi bagian dari kemanusiaan.

Sebagai penutup artikelnya, Atzmon menulis: ''Sekali lagi, orang Yahudi akan harus mengembara menuju sebuah nasib yang tak berpeta. Sampai batas tertentu, saya sendiri telah memulai perjalanan saya belum terlalu lama.''

Ahmad Syafii Maarif
Guru Besar Sejarah, pendiri Maarif Institute
[Perspektif, Gatra Nomor 10 Beredar Kamis, 15 Januari 2009]

Read More......

Monday, February 09, 2009

Bekerja di Rumah, Why Not?

Banyak di antara kita yang berhenti bekerja begitu memiliki Si Kecil. Sebagian besar teman Anda mungkin akan menyayangkan keputusan Anda. Namun, percaya lah, Anda tidak mengambil keputusan yang salah. Anda bisa merasakan betul bagaimana merawat anak, tidak membiarkannya tumbuh besar dalam pengaruh pembantu rumah tangga atau baby sitter-nya, dan mampu mendukung penuh aktivitasnya.

Namun ketika anak sudah mulai bisa ditinggal, Anda mulai merasa kangen dengan dunia kerja. Di lain pihak, anak yang makin besar juga membutuhkan lebih banyak biaya. Dalam situasi ini, Anda mulai berpikir-pikir untuk bekerja di rumah supaya tetap dapat mengawasi anak. Banyakkah pekerjaan yang ditawarkan? Cukupkah hasil yang diperoleh untuk membiayai kebutuhan, dan bagaimana supaya target pekerjaan terpenuhi?

Bidang Pekerjaan

1. Anda yang pernah bekerja di media atau periklanan mungkin tidak akan begitu kesulitan mencari pekerjaan lagi. Anda bisa menjadi copywriter dan desainer freelance, menjadi kontributor di berbagai majalah, editor buku di penerbit, atau mewujudkan impian sebagai penulis novel. Jika sudah memiliki networking, menjadi freelancer bahkan bisa lebih sibuk daripada menjadi karyawan tetap. Anda bisa mengatur sendiri jumlah pekerjaan yang ditawarkan.

2. Manfaatkan kemampuan berbahasa asing Anda dengan melamar sebagai penerjemah buku-buku di penerbit, atau penerjemah subtitle di film-film asing di televisi. Anda bisa mengambil kursus lebih dulu, lalu menjalani ujian sebagai penerjemah bersertifikasi agar dapat bergabung dengan biro penerjemah.

3. Memberikan kursus baca-tulis untuk anak TK (boleh percaya boleh tidak, murid TK pun sudah mengikuti kursus sekarang ini!).

4. Jika Anda terbiasa dengan pekerjaan administratif, Anda bisa menjadi document typist atau data entry typist.

5. Senang memasak atau membuat kue? Ambillah kursus untuk menguasai teknik membuat kue-kue atau makanan lain yang sedang ngetren seperti cupcakes atau cookies. Buat blog, dan pamerkan karya Anda di sana.

6. Menjadi independent sales untuk produk kosmetik, obat-obatan, asuransi, dan banyak lainnya.

7. Membangun bisnis baru, seperti membuka butik, toko penyedia hadiah, tempat persewaan peralatan bayi (ajak teman-teman untuk mengumpulkan peralatan bayi bekas Si Kecil dulu), konsultan untuk home decoration (Anda bisa mengikuti kursusnya), penyelenggara dan pembuat konsep seminar, MLM, dan lain sebagainya. Untuk bisnis, bidangnya sangat luas. Akan lebih baik jika Anda mampu mengembangkan bidang yang belum banyak dimanfaatkan orang lain.

8. Jika Anda ingin pekerjaan yang bersifat sosial, bergabunglah dengan yayasan atau LSM untuk menjadi sukarelawan.

Membagi Waktu dan Menyesuaikan diri

Nikmati peran Anda. Saat menjalani pekerjaan atau bisnis yang baru tentu membutuhkan cukup banyak waktu untuk menyesuaikan diri. Nikmati saja saat-saat ini, apalagi setelah Anda lama tidak menyentuh pekerjaan.

Tentukan tujuan dan target Anda dalam bekerja. Hal ini akan membimbing Anda untuk fokus pada pekerjaan, dan tidak tergoda untuk terus-menerus mengikuti ajakan teman untuk bersenang-senang, atau lebih banyak bermain dengan anak.

Buat jadual kerja, dan patuhi. Anda bisa beristirahat saat anak Anda pulang dari sekolah, dan kembali bekerja saat anak tidur siang.

Informasikan pada keluarga dan rekan-rekan. Ibu-ibu rumah tangga biasanya belum mampu menerima ide tentang bekerja di rumah. Bila pekerjaan Anda memiliki deadline, sampaikan kepada keluarga atau rekan yang lain bahwa saat ini Anda harus betul-betul bekerja. Atur pertemuan pada saat Anda tidak sedang bekerja.

Sabar dan tidak putus asa. Jika membangun bisnis baru, Anda membutuhkan cukup waktu hingga bisnis bisa berjalan dengan lancar. Bersabarlah mengenai hasil yang ingin dicapai, dan jangan putus asa bila menghadapi kegagalan.

Read More......

Tuesday, January 20, 2009

Dusta di Tengah Gelimpangan Mayat

Resonansi oleh Ahmad Syafii Maarif

Ketika pesawat Israel memborbardir sekolah milik PBB beberapa hari yang lalu dan membunuh puluhan manusia,sebuah dusta besar berulang kali disiarkan : sekolah itu tempat persembunyian pejuang Hamas.Yang benar adalah tak seorang pun pejuang itu berada disana.Hampir semua media barat menelan begitu saja dusta zionis ini dan menyiarkannya ke seluruh penjuru dunia.Tetapi, untunglah ada stasiun televisi Al-Jazeera yang membongkar dusta zionis ini sehingga kejahatan perang Israel cepat diketahui umat manusia di berbagai negara.Akibatnya, Israel semakin terpojok.Tetapi,kebrutalan tetap saja dilangsungkannya.Istilah kejahatan perang sepertinya rasanya sudah tidak memadai lagi untuk menggambarkan genosida yang diamukkan zionis atas rakyat Palestina.Harus ditambah dengan: kejahatan perang yang dilakukan oleh makhluk serupa manusia, tetapi bukan manusia.

Yang juga tidak kurang ironisnya untuk dicatat adalah rezim Bush dan sebagian besar anggota senat Amerika mendukung kejahatan perang Israel ini.Para pendukung ini,dalam perspektif kita,secara sadar telah memasukkan dirinya dalam kategori "makhluk serupa manusia" itu.Satu-satunya anggota senat yang bersuara lantang menentang kejahatan itu adalah Dennish Kucinich.Kita kutip, "Hari ini,pajak dolar Amerika,jet-jet Amerika,dan helikopter Amerika yang diberikan kepada Israel telah menyebabkan berlakunya pembantaian di Gaza.Pemerintah [Bush] memungkinkan Israel menekan terus untuk melakukan penyerangan terhadap penduduk sipil yang tak berdaya,memblokade upaya-upaya bagi gencatan senjata di PBB,dan menampik agar Israel tunduk terhadap persyaratan bahwa pengiriman persenjataan tidak akan digunakan untuk tujuan agresi.Israel akan menerima 30 miliar dolar AS dalam tempo periode 10 tahun bagi bantuan militer,tanpa harus mematuhi prinsip-prinsip kemanusiaan apa pun,hukum internasional,atau standar dasar tentang kesopanan manusia.Bangkitlah Amerika."
Di tangan makhluk serupa manusia,apa yang disebut human decency (kesopanan manusia) tidak mungkin bertemu dalam kamus mereka.Jika Anda ingin mencari ungkapan itu,hanyalah berlaku bagi manusia yang punya hati nurani.Oleh sebab itu,seruan Kuncinich untuk bangkit ditujukan kepada rakyat Amerika yang masih manusia,bukan yang serupa manusia.
Pemimpin penjahat perang Israel:Ehud Olmert,Ehud Barak,Tzipi Livni,dan gangnya telah menjadikan rakyat Palestina di Jalur Gaza sebagai taruhan untuk masing-masing memenangkan pemilu Israel pada Februari 2009 ini.Maka,tidaklah salah bila Uri Avnery dalam The Palestine Chronicle ,awal Januari 2009,menyebut perang ini sebagai Israel's New Election War.Anda bisa bayangkan tingkat kejahatan perang ini.Demi untuk saling berebut kursi di knesset Israel,rakyat Palestina yang tidak berdosa dan tanpa pertahanan dimusnahkan begitu saja.Pemusnahan ini dengan dalih karena kiriman roket Hamas ke kawasan selatan Israel dan Hamas dituduh tidak setia terhadap gencatan senjata.Semuanya ini adalah dusta dan palsu belaka karena gencatan yang riil tidak pernah berlaku.
Bagaimana Hamas tidak akan bereaksi, Avnery menulis:Dalam kenyataanya,gencatan senjata tidaklah lumpuh karena sejak awal gencatan senjata riil tidak pernah ada.Tuntutan pokok bagi gencatan senjata di jalur Gaza mestilah dengan membuka lintas batas.Tidak mungkin ada kehidupan di Gaza tanpa mengalirnya suplai yang tetap.Perbatasan itu tidak dibuka,kecuali untuk beberapa jam yang tak menentu.Blokade darat,laut,dan udara terhadap satu setengah juta umat manusia adalah tindakan perang,seperti halnya menjatuhkan bom atau meluncurkan roket.Semuanya ini melumpuhkan kehidupan di jalur gaza:menghabisi sebagian besar sumber-sumber pekerjaan,mendorong sejumlah ratusan ribu manusia ke pinggir maut karena kelaparan,menghentikan sebagian besar rumah sakit untuk berfungsi,serta merusak suplai listrik dan air.Mereka yang mengambil keputusan untuk menutup lintas batas -dengan dalih apa pun- tahu bahwa gencatan senjata yang sebenarnya dengan kondisi seperti itu tidak pernah ada.
saya sengaja mengutip pendapat pejuang Yahudi ini untuk menunjukkan bahwa membiarkan zionisme merajalela adalah harakiri bagi peradaban.Zionisme=dusta sejarah yang harus disetop untuk selama-lamanya.tanda-tanda ke arah itu sudah semakin nyata walau ditengah gelimpangan mayat yang masih bergelimpangan."Adyh,ya Allah,dengarkan jeritan ini!".

Read More......

Wednesday, January 07, 2009

Pragmatisme PKS

Mau ke mana Partai Keadilan Sejahtera (PKS)? Pertanyaan ini muncul di benak banyak orang, akhir-akhir ini. Menjelang Pemilu 2009, partai dakwah yang satu ini banyak memancing perhatian khalayak dengan manuver-manuver politik tak terduga. Serial iklannya yang mengangkat sejumlah tokoh sejarah menuai kritik.

Iklan PKS yang menampilkan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari mendapat tanggapan dari kalangan di Muhammadiyah dan NU. Pendukung dua ormas besar itu menuding PKS mengincar warga mereka. Padahal, pandangan keagamaan PKS tidak sejalan dengan ajaran dua tokoh tersebut.

Terlebih lagi ketika sebuah sekuel iklan PKS menampilkan mantan Presiden Soeharto. Kritik pedas berdatangan silih berganti. PKS dituding berbalik langkah, dari partai yang reformis menjadi parpol yang pragmatis. Menghalalkan segala cara untuk menarik massa.

Reaksi keras itu tidak sulit dipahami. Ingatan orang belum kering, bagaimana reformasi merupakan gerakan bersama untuk menolak politik otoritarian Orde Baru. Ketika itu, PKS termasuk yang paling lantang berteriak reformasi. Tapi kini, baru 10 tahun berlalu, PKS seolah melupakan semangat itu demi meraup kekuasaan.

Sebenarnya pragmatisme PKS bukan fenomena baru. Kemauan dan kemampuan mengambil langkah politik taktis terlihat sejak Pemilu 2004. Ilmuwan politik membagi perilaku partai politik ke dalam tiga kategori: perilaku dalam organisasi, perilaku dalam pemilu, dan perilaku dalam pemerintahan. Dalam ketiga ranah ini, perlahan tapi pasti PKS makin taktis, rasional, pragmatis.

Dalam organisasi, contohnya, parpol yang banyak diawaki mantan aktivis masjid kampus ini terkena apa yang oleh Robert Michels --murid Max Weber yang kemudian menjadi penasihat politik Benitto Mussolini-- disebut sebagai "hukum besi oligarki". Menurut Michels, pada masa-masa awal kelahirannya, kendali partai politik berada di tangan anggotanya (demokratis). Namun, seiring dengan perjalanan waktu, kepemimpinan akan beralih ke tangan segelintir pimpinan (oligarki) karena tuntutan efektivitas organisasi.

Ini dialami PKS. Pada awal sejarah partai ini --ketika itu bernama Partai Keadilan (PK)-- anggaran dasar partai menyebutkan, lembaga pengambil keputusan tertinggi adalah musyawarah nasional. Artinya, setiap keputusan penting selalu dirembuk dan dibicarakan bersama oleh anggota partai.

Perkembangan berikutnya, setelah berubah menjadi PKS, anggaran dasar partai menyatakan, lembaga pengambil keputusan tertinggi adalah Majelis Syuro. Keputusan tertinggi cukup di tangan sekelompok pimpinan.

Demikian pula dalam perilaku pemilu, PKS mengalami perubahan drastis dari idealis menjadi taktis dan pragmatis. Menjelang Pemilu 1999, misalnya, Dewan Syariah PK --lembaga yang bertugas membuat putusan agama untuk anggota dan simpatisan partai-- mengeluarkan seruan kepada kader dan pendukung PK untuk tidak terjebak dalam kesibukan mencari pemilih.

Sebab, menurut Dewan Syariah, partai ini didirikan bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan untuk menebar dakwah. Alhasil, Dewan Syariah menyerukan kepada segenap kader dan pendukung untuk lebih banyak meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab Tuhan Mahakuasa dan bisa membuat sebuah partai menang atau kalah. Dan terbukti, PK gagal!

Menjelang Pemilu 2004, sikap dan perilaku PKS berbalik nyaris 180 derajat. Pada periode ini, PKS meyakini, keberhasilan partai dalam pemilu adalah kecerdasan menyusun strategi dan kegigihan menjalankan kampanye. PKS pun melatih kader-kadernya dengan berbagai keterampilan profesional dalam persuasi dan propaganda politik.

Mereka menyewa konsultan profesional untuk melatih kader partai berhubungan dengan media dan membuat berita. Yang lebih menarik, Dewan Syariah PKS kemudian mengeluarkan seruan bahwa yang terpenting dilakukan para kader adalah mengajak orang mencoblos PKS. Soal dakwah bisa dilakukan setelah itu.

Perkembangan yang makin pragmatis juga terjadi dalam perilaku PKS di pemerintahan (legislatif dan eksekutif). Pada zaman PK, meski gagal melampaui electoral treshold 2% dan tidak bisa mengikuti pemilu berikutnya, PK berhasil mengirim tujuh wakilnya di DPR. PK juga sempat mendapat jatah satu kursi di kabinet Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada periode ini, perilaku kader-kader partai di pemerintahan lebih mencerminkan gagasan ideal sebuah partai politik yang ingin melakukan perubahan besar. Menteri Kehutanan Nurmahmudi Ismail begitu gencar memburu koruptor kakap, yang membuatnya harus berbenturan dengan presiden dan terdepak dari kabinet. Ketika itu, PK juga hanya bersedia berkoalisi dengan partai Islam. Terbukti, partai ini menolak tawaran posisi menteri dalam kabinet Megawati, setelah Gus Dur dimakzulkan MPR.

Namun kiprah kader partai dakwah berubah banyak ketika berganti menjadi PKS. Menjelang pemilihan presiden 2004, PKS tidak bulat mendukung Amien Rais yang notabene representasi politisi muslim yang sejalan dengan identitas politik PKS. Sebagian pimpinan PKS lebih memilih Wiranto karena alasan pragmatis politik bahwa yang terakhir ini lebih punya kans memenangkan kompetisi. Di arena pemilihan kepala daerah, PKS tidak canggung lagi berkoalisi dengan parpol yang tidak berbanderol Islam. Bahkan ia menjalin koalisi dengan partai Kristen, PDS.

***

Mau ke mana sebenarnya PKS? Kalau melihat perubahan dari idealis menjadi pragmatis tadi, apakah PKS akan berubah menjadi seperti partai politik yang lain? Bukan lagi partai dakwah yang bercita-cita membangun masyarakat Islam dan memperjuangkan Islam dalam ranah politik?

Sebenarnya tidak juga. Kalau kita cermati lebih dekat, akan terlihat bahwa meskipun partai ini berubah cukup drastis --dari idealis di zaman PK menjadi pragmatis di zaman PKS-- ia tidak pernah mengubah rumusan ideologinya. Ia tetap partai Islamis yang evolutif ala Ikhwanul Muslimin, yang bercita-cita memperjuangkan terbentuknya masyarakat Islami melalui pembentukan jaringan kader untuk menumbuhkan individu-individu Islami.

Individu-individu ini nantinya membangun unit-unit keluarga Islami, yang akan melahirkan dan mendidik generasi Islami. Ketika sudah terbentuk generasi Islami, akan terbentuk masyarakat Islami. Jika sampai di sini, tuntutan akan sistem politik dan kebijakan yang Islami hanya menunggu waktu.

Lalu, apa yang membuat partai yang memiliki reputasi bersih ini seolah berubah pikiran menjadi pragmatis? Di satu sisi, ada sebagian komentator mengungkapkan bahwa pragmatisme PKS tidak lebih dari sekadar kamuflase untuk menutupi agenda mereka yang sebenarnya. Mereka ingin terlihat moderat untuk mendapatkan dukungan massa sebanyak-banyaknya.

Setelah mereka memenangkan kekuasaan, menurut pendapat ini, PKS baru akan menunjukkan wajah aslinya yang Islamis. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa politisi PKS sebenarnya tidak beda dari politisi pada umumnya, yang berorientasi kekuasaan. Menurut pandangan ini, pimpinan PKS baru menyadari bahwa politik memang harus pragmatis.

Tapi, dalam tilikan yang lebih teoretis, kedua pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Pragmatisme PKS bukanlah karena ingin menutupi hidden agenda politik Islamis dan bukan semata pragmatisme yang banal. Melainkan lebih karena produk aturan main politik demokrasi yang dibangun dan diinstitusionalisasikan di negeri ini selama 10 tahun terakhir.

Harus diingat bahwa partai-partai politik tidak bermain di ruang kosong, melainkan dalam sebuah bingkai bernama institusi demokrasi. Menurut sejarawan ekonomi Amerika dan pemenang Hadiah Nobel Ekonomi 1990, Douglas C. North, institusi adalah tatanan untuk mengatur perilaku manusia. Institusi memiliki dua fungsi pokok.

Pertama, institusi menyediakan aturan berperilaku. Dalam bingkai institusi (dalam hal ini demokrasi), perilaku partai politik menjadi teratur dan mudah diprediksi. Institusi yang stabil, dengan demikian, memotivasi aktor politik untuk berperilaku rasional dan terprogram. Kedua, institusi berfungsi menfasilitasi distribusi kepentingan secara lebih adil. Artinya, dalam institusi yang stabil, aktor politik akan terdorong untuk saling bekerja sama.

Lebih lanjut, North membagi institusi ke dalam dua jenis, yaitu institusi formal dan informal. Yang pertama merujuk pada aturan main yang terkodifikasi, misalnya konstitusi, hukum, hingga kontrak. Sedangkan yang kedua merujuk pada sistem yang mengatur perilaku tapi tidak terkodofikasi. Contohnya budaya, agama, dan ideologi.

Dalam analisis North, baik yang formal maupun informal, institusi memiliki fungsi sama. Keduanya memiliki hubungan saling melengkapi. Institusi formal membantu institusi informal supaya lebih efektif. Misalnya, undang-undang biasanya merupakan formalisasi nilai budaya dan agama di masyarakat. Sebaliknya, institusi informal membantu mencari jalan bila institusi formal tidak berfungsi dengan baik.

Teori North ini cukup akurat untuk menjelaskan pragmatisme PKS. Pragmatisme itu bukan upaya menutupi agenda tersembunyi dan bukan pula karena PKS tidak lagi peduli pada ideologi partai dakwah. Pragmatisme lebih merupakan buah institusionalisasi sistem demokrasi. Sebab sebenarnya perilaku partai politik tidaklah hanya didorong oleh ideologi, melainkan juga dipengaruhi aturan main, yaitu sistem demokrasi.

Seperti kata North, ideologi sebagai institusi informal dan demokrasi sebagai institusi formal selalu berbanding terbalik. Ketika masih bernama PK, institusi formal (sistem demokrasi) yang ada pada waktu itu belum stabil. Karena itu, PK cenderung berperilaku ideologis. Namun, ketika sistem demokrasi makin berjalan baik dan aturan main politik makin stabil --dengan berbagai amandemen UUD serta penyempurnaan UU Pemilu dan Pemilihan Presiden, UU tentang Fungsi dan Kedudukan DPR, UU Partai Politik, dan lain-lain-- partai dakwah yang kemudian bernama PKS pun cenderung berperilaku mengikuti institusi formal: rasional, taktis, pragmatis.

Jadi, mau ke mana PKS? Kalau pertanyaan ini masih juga muncul, jawabannya ada pada sejauh mana stabilitas sistem demokrasi kita. Jika demokrasi dan demokratisasi tetap stabil sebagai aturan main politik, bisa dipastikan, PKS akan tetap pragmatis. Namun, sebaliknya, jika demokrasi mulai goyah dan tidak lagi menjadi aturan main utama, maka mudah diramalkan bahwa perilaku politik ideologis akan kembali bermunculan. Mungkin bukan hanya dari PKS.

Ahmad-Norma Permata
Doktor lulusan Institut fuer Politikwissenschaft, Muesnter Universitaet, Jerman (2008). Menulis disertasi tentang PKS
[Kolom, Gatra Nomor 8 Beredar Kamis, 1 Januari 2009]

Read More......

Saturday, December 20, 2008

80 Persen Otak Anak Berkembang di Usia Emas

SEKITAR 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak.

Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk.

"Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya.

Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar.

"Yang penting kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya," kata Desni.

Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis.

"Lebih baik televisi dimatikan saja agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton, usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya.

Ia juga berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu singkat untuk berkumpul dengan anak-anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan harus tetap meluangkan waktu untuk sang buah hati.

"Jika tidak memanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katanya.

AC

Read More......

Tuesday, December 16, 2008

5 Free Ways to Increase Your Website’s Traffic

While it might be easy enough to build a website, it is often quite difficult to build meaningful traffic. In the past, many new website owners believed that by launching a website, they were guaranteed to be flooded with traffic. But with so many millions of website on the net, there is a lot of competition for traffic, and you might find it hard to get your piece of the pie without paying a fortune for it.

Fortunately, there are many free alternatives, which are often more effective:



1. Create a Press Release.
If you do a simple Google search, you will find many websites which allow you to create free press releases to advertise a new product or website. One great thing about these websites is that they’ll take your press release and distribute it throughout the internet, helping you to ‘get the word out’.

1.
2. Use Website to Directories.
You can also get lots of free links to your website by submitting your site to popular web directories. Be sure to write a compelling title and descriptive summary about your website to encourage web surfers to visit.
3. Submit a Website Feed.
If you have an RSS feed, submit it to syndication services. One service that we like is Ping-O-Matic. It enables you to submit your feed to multiple websites at once.
4. Leave a Trail Wherever You Go.
As a website owner, you probably participate in forums or subscribe and comment on blogs. To use this to your advantage, be sure to include a link to your website in your signature. Not only will this increase your website’s exposure, but it will also help you to get inbound links to your website.
5. Write free articles.
Another popular method for increasing traffic and generating links, is to write free articles. If you do a Google search for ‘free articles’, you will find many services which allow you to author articles for reprint on other websites. One great benefit is that websites which publish your article are required to include an ‘About the Author’ section, which you can use to describe your website and include a link.



If you have any other free-traffic-building suggestions that you’d like to share, please leave a comment and let us know about it.

Read More......

15 Ways To Market Your Website

Believe it or not, there are many creative methods that you can employ to market your website and generate traffic. While some methods do require an investment, most effective methods do not. See our list below:

1. Article Marketing. Sign up for an account with EzineArticles or some other article database, write articles, and include a tagline about your website in the about the author section.
2. Write Classified Ads. Consider submitting ads about your service in a classifieds website such as Craigslist.
3. Blog Regularly. Be sure to notify (or ping) aggregators and search engines when you post new content.
4. Email At Your Domain. To get your domain name out there, create an email account at your domain. And if you still want to use gmail (or other free email services), consider forwarding your email.

5. Forum Posting. Include a signature for each of your forum posts containing your domain name along with a tagline.
6. Use Social Bookmarking Sites. This is probably one of the easiest ways to generate traffic. Simply create an account with Digg or StumbleUpon and begin submitting your own articles.
7. Business Cards. All of your marketing does not need to be done online. To supplement your web-based efforts, you should also consider placing your website’s address on your business cards.
8. Optimize For Search Engines. Organic search will bring you highly targetted traffic. If you do not have the skills to optimize your website, consider hiring an SEO expert; it will be worth the effort.
9. Submit Your Site To Directories. There are numerous free (and paid) directories to which you can submit your website for inclusion.
10. Pay-Per-Click. Unfortunately, this method is not free, however it does generate a lot of traffic quickly. Google’s AdWords will give you the most traffic, but you can also consider similar programs at other large search engines such as Yahoo or Ask.
11. Comment On Popular Blogs. Most blogs allow you to enter a url when you comment. Take advantage of this by writing a useful content and posting your domain.
12. Mailing List. By collecting visitor email addresses, you can easily send articles and advertisements directly to their inboxes, and encourage them to return to your website.
13.Submit Sitemaps. To ensure that search engines know about all of your website’s pages, create a sitemap in XML format and submit it to all of the large search engines. Some popular search engines that accept sitemaps include Google, Yahoo, MSN Live, and Ask.
14. Press Release. Similar to article marketing, creating and distributing a press release can result in a wide variety of inbound links. When drafting your press release, be sure to create an informative article about your business, what it offers, and why people should visit your website or use your services.
15. Social Networking Sites. There are a wide variety of social networking websites such as Facebook, LinkedIn, and MySpace. If you have an account, be sure to include your url in your portfolio, along with a brief blurb, if applicable. You can also opt to create an account or page to advertise your business. When doing so, do make sure that you are abiding by the terms of use.

Read More......

Does Your Website Look Like An Amateur Built It?

For most of your visitors, your website will be their first point of contact with you or your business. As a result, it is important that your website makes a good first impression.

One way to make this good first impression is to have a well designed professional looking website. And regardless of whether or not you’ve hired someone to do do the job, it is important to verify that it does not look amateur.

Below we have listed a few things that your website should avoid.
1. Lots of Colors

There are a lot of beautiful colors out there. However, that does not mean that you should put them all on your website.

For a professional-looking website, colors should be kept to a minimum.

2. Centered Text

Centering might work well for certain headlines, images, or captions. However, you should avoid centering the bulk of your textual content. According to published research, users prefer to read from left to right. As a result, centering your text makes it more difficult for users to digest your content
3. Font Woes

There are many ways to convey amateurism by improperly using font. Here is what not to do:

* Use many different font faces
* Incorporate text of all sizes, as well as several variants or bold, italic, and underlined text
* Use multiple fonts colors

4. Excessive Use of Exclamation Points

There are better ways to convey excitement than by overusing punctuation. Remember, your website is not an infomercial.
5. Animation

Sometimes people include animated graphics to add excitement to a web page. Unfortunately, this conveys something very different. Sure, you might find your bouncing logo quite eye-catching, but you don’t want to distract users from your content or come across — once again — as an infomercial.
6. Too Much Content

While you might have a lot of things to say about your services or your company, it does not all need to be put on your website. Instead, try to find a concise way of summarizing your content and effectively describing what you can offer.

Additionally, if you have a lot of content which you feel should be included in your website, consider breaking it up into small pages, instead of cramming it all into one long slow-loading page.



In order for your website to be successful, it will have to inspire trust and confidence. As a result, you should keep these tips in mind when evaluating your website

Read More......

'Four Steps to Promote Website'

"..... Search engines are the most common way for Internet surfers to search for something on the Net.....
.....SEO, SEO tools, website promotion, internet marketing....."

Having a Web site is great, but it is meaningless if nobody knows about it. Just like having a brilliantly designed product brochure does you little advantage if it sits in your sales manager’s desk drawer, a Web site does you little interest if your target market isn’t visiting it. It is the goal of this tome to help you take your Web site out of the desk drawer, into the spotlight, and into the hands of your target market. You will learn how to formulate an Internet marketing strategy> in keeping with your objectives, your product or service, and your target market.

Designing Your Site to Be Search Engine Friendly

Creating a site that is search engine fraternal should be an objective of every company that wants to do business on the Internet. Search engines are the most common way for Internet surfers to search for something on the Net. In fact, 85 percent of all people who use the Internet use search engines as their primary way to look for information. By using keywords relating to your company in appropriate places on your site, you can improve how search engines rank you. You want these chosen keywords in the keyword meta-tags as well as in each page’s report meta-tag. Some of the other places where you want to have these keywords are your domain name if possible, your page titles and page text, your Alt tags for graphics, and your page headers. Many search engines lieu a lot of emphasis on the number and quality of links to a site to determine its ranking. This ways and means that the more Web sites you can get to union to your site, the higher your site is shown in search engine results.

Search Engine and Directory Submissions

There are billions of Web pages on the World Wide Web, so how can you increase your chances of being found? One mode is submitting your Web site to the divers search engines and directories. Once you’ve optimized your Web site to be search engine friendly, you are ready to face the challenge of submitting it to the most important search engines. By “search engines,” I’m referring to the synthesis of search engines, directories, spiders and crawlers. You need to be within the first two pages of search results to ensure your best possible goal online.

The E-mail Advantage

E-mail is rapidly becoming one of the most crucial forms of communication you have with your clients, potential customers, suppliers, and colleagues. E-mail is now a widely accessible and generally accepted form of business communication. We are seeing a huge increase in barter e-mail volume. The reason for this significant increase is understandable given that e-mail is a very cost-effective, time-efficient tool that has a high response rate. E-mail is used to build your community online, sell products and make provision buying service, reinforce brand awareness, and encourage buying loyalty.

Add Value with Affiliate Programs

Another way of benefiting from links to your Web site is by developing an affiliate program. Affiliate programs (also called reseller or partnership or associate programs) are revenue-sharing arrangements set up by companies selling products and services. When another site agrees to additive in your affiliate program, it is rewarded for sending customers to your business. These customers are sent to your site through links on your associates’ or affiliates’ Web sites. By developing and this type of program, you generate additional business and additional links to your site and additional junction popularity for search engines.

"..... When another site agrees to participate in your affiliate program, it is rewarded for sending custo....."

_____________________________________________

Article Source: http://www.unique-ezine-articles.com

Read More......

8 ways to promote new content on your website

After months of rebuilding your website - adding great content
filled with profitable, keyword-rich copy (all due to Dr Ken Evoy's
excellent 5-day Affiliate Masters e-mail course, no doubt) - your
site is now ready to be uploaded to the Internet!

But how do you go about promoting this new content?
Well, you need a plan!

WEBSITE PROMOTION PLAN

Yes, you need a website promotion plan! And you need a schedule
for that plan. And once that schedule's finished, you need another,
long-term plan - site promotion is never over! Some of the
activities that you should plan to do are listed below; you
can probably think of others, more relevant to your site: do!
1: TELL YOUR E-MAIL SUBSCRIBERS

Tell your e-mail subscribers! This is an easy first step to take,
to promote a site redesign (or new pages on your site). Subscribers
have been expecting an announcement, anyway, because you've been
referring to the redesign in earlier newsletters (haven't you?).

This is your best opportunity to really go into detail about all
the great ways your site has improved, and all the new benefits
your subscribers will find. You could even (cheekily!) run a
competition to encourage subscribers to visit your site, and
find those inevitable bugs, before the rest of the web does!!

2: TELL YOUR FRIENDS, FAMILY, ANYONE

Tell friends, family and others who are (legitimately) in your
address book. Make your e-mail personal, and friendly. And better
still, just talk about how your site now benefits or involves them.
That is, just discuss:
* your new link to their site
* your promotion of their affiliate program
* their new article, now on your site

Even busy friends and family, need to be 'encouraged'! Always focus
on benefits, but *get them* to visit!

3: TELL THE NEWSGROUPS

Tell the newsgroups about your new site, but only do this if you
are a regular contributor. Simply announce your site - check
that site announcements are allowed, first! - with a few good
reasons why members should visit! Better still, contribute to the
newsgroup, and simply leave your URL as part of your 'signature'.

A great place to find suitable newsgroups is
- http://www.deja.com/usenet/ (now http://groups.google.com)

4: WHAT ABOUT SEARCH ENGINES?

DON'T just blast your new pages to all the search engines /
directories! This may seem like spam to them, and your new pages
(or even your whole site) may get banned. This is because some
search engines need to be told about new pages, others don't. And
directories generally just like to know about the main page on your
site (unless you've just added a lot of content on a completely
different theme).

Search engine policies change regularly, so find out from others by
visiting a search engine forum, or asking someone you consider to
be an expert. An excellent place to find search engine advice is
http://www.searchengineforums.com [HELP! and New Member Forum].

(So what did *I* do? I just submitted one new page to the major
search engines. This page has links to all of the other new pages,
too, so the search engine spiders should eventually index all of my
new content. I visited searchengineforums first, obviously!)

5: DON'T FORGET PAY-PER-CLICK SEARCH ENGINES!

Add more keywords to your various pay-per-click accounts. This is a
great way to make new content available, quickly. (You just have to
wait for keyword-approval by the pay-per-click administrators).

Choose profitable keywords (high demand, low supply), identified
when you began creating new content. But, as you pay for each
click, it's important that you only get clicks from your potential
customers; so choose your keywords, title & description carefully.

To learn much, much more about pay-per-click search engines visit
this excellent site: http://www.PayPerClickSearchEngines.com/

6: FIND OTHER PROMOTION SOURCES

Search engines are not the only way to promote your site. There are
webmaster resource sites, freebie sites, and even Britney Spears
fanclub sites, all of which depend on new content! You name it,
there's a site resource dedicated to it!

So use your favorite search engine to discover these resources,
and check out their linking policy. Then, if possible, get a link!
(You may even want to visit some of the links on the resource site,
and get links from those sites too!)

With some persistence, this should bring you a lot of well-targeted
traffic. (Free Sites, for example, get most of their traffic from
one such resource: The Free Site - http://www.thefreesite.com )

7: WRITE AN ARTICLE

Writing an article (like this one) is a great way to promote your
new content. There are so many sites willing to accept articles,
and so many editors willing to publish them in their newsletters.
Just write about your new content (but not about your site), making
it interesting and informative to a general audience. Then, in the
author-byline, refer to your new content, and provide a link to it.

For example, I found a great site, Find Sticky, just from reading
an interesting article about sticky content, written by the site's
webmaster. I enjoyed the article and checked the author bylines to
see who wrote it, then visited his site - http://www.findsticky.com

===== Side Bar =====
Don't know how to write an article? Just write about what you
actually do, and the sites that you visit. Then read a few good
articles on 'how to write an article', and compose away! It *isn't*
difficult, and it can be very rewarding (not least because of the
contacts you make with those that actually publish your articles!)

8: GET VIRAL

Viral marketing is that elusive creature that can literally,
*literally* create a STAMPEDE of traffic to your site; just on the
continued recommendation of others. Think Am-I-Hot-or-Not? or
Hotmail or Hampsterdance or ICQ or Napster...!

So how do you go achieve viral marketing?

Simple! Come up with a completely original, innovative, easy-to-
use, easy-to-talk-about Wow!-of-a website... OR

Try one of these more common easier-to-achieve approaches:
- allow visitors to create virtual greeting cards on your site
- create free ebooks that include content (or articles) from your
site, and then heavily promote the free ebooks
- put free e-mail on your site
- put 'recommend-this-site' links on your site
- etcetera

Back to the article from Find Sticky. I actually found that article
in a newsfeed from Moreover! It seems that if you write articles on
a weekly basis, then it's possible to get your articles syndicated
via Moreover. So, with no effort from you (apart from writing
regular articles) you can get a link to your site (and your
article) on hundreds, even thousands of other websites!
http://w.moreover.com/site/publishers/index.html

As for Moreover - the newsfeed company - a link to their site goes
on *all* syndicated content. Clever, eh!?

~ ~ ~
Viral marketing brings more traffic to your site than any other
method! But it's a lot easier talking about it than doing it!

BONUS: WRITE A PRESS RELEASE

Writing a press release is a good idea, but only if your site
redesign *is* newsworthy - and only you know that! - your release
will be pretty much ignored, otherwise. If you insist on writing a
release, why not submit it to PRWeb (http://www.prweb.com). They
check the releases before submitting them to interested parties.
They'll reject your release if it isn't properly written (or
newsworthy). They do all of this for free, too!

CONCLUSION:

You've worked so hard on developing your website further, with new
content or a site redesign. And now you need to work just as hard
to promote this new content! So get a promotion plan, and work
through it, and then continually promote, promote, promote!

Enjoy your journey

About the Author

Steve Nash is webmaster of http://shoptour.co.uk - a new-look UK
shopping directory: find shopping sites quickly AND save money. He
also edits a newsletter called Promote! Promote! Promote! Subscribe
by sending a blank e-mail to mailto:pppromote@getresponse.com

Read More......

Friday, December 12, 2008

Tips Bisnis dan Mengelola Toko Online

Beberapa tips bagi kamu yang akan ataupun sudah membuka bisnis online khususnya TOKO ONLINE

1. Yang terpenting dalam usaha ini adalah menumbuhkan kepercayaan pada toko online kita. Ada dua hal yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha online, pertama, tunjuk-kan indentitas dengan jelas. Sebaiknya mencantumkan nama, alamat lengkap bah-kan foto pelaku usaha dalam toko online-nya, Kedua, jadilah orang yang gaul di internet dengan cara aktif dalam mills ataupun blog-blog sehingga makin dikenal

2. Rajin memberi tips dan trik. Jangan hanya mengisi toko dengan pajangan produk jualan saja tetapi juga dengan newsletter unik dan bermanfaat yang berkaitan dengan produk jualan yang ditawarkan

3. Bergaul akrab dengan Google, dengan cara sering meng-up-date data-data dalam toko online kita. Dengan sering-nya mengupdate data, maka Google juga akan sering meng-update data kita secara otomatis.

4. Bangunlah kredibilitas dengan cara tidak hanya menjadi penjual produk tetapi juga seorang ahli dari produk kita. Contohnya bila toko online kita menjual baju maka se-baiknya juga menyediakan, newsletter yang berkaitan tips! memadumadankan baju.

5. Tampilkan testimoni dari pembeli, ada baiknya menampil kan testimoni pembeli untuk! menggambarkan bahwa banyak yang menyukai toko online kita.

6. Buatlah pengunjung dan permbeli toko online kita nyaman, dengan nilai lebih dari toko online seperti newsletter yang menarik, isi yang sering di-update dan situs yang interaktif terhadap pengunjung.

7. Bangunlah komunitas, karena dengan menciptakan pelanggan yang loyal, ke depan-nya bila menjual produk lain maka pembeli akan langsung percaya.

8. Membangun sistem afiliasi, dengan membiarkan orang lain menjadi salah satu agen kita.

9. Hindari spam yaitu mengirim email yang mengenalkan toko kita ke sembarangan email orang lain tanpa diminta. Hal ini hanya akan menurunkan kredibilitas toko online tersebut

10. Beriklan lewat artikel. Dalam arti buatlah bahasa iklan seperti membaca artikel karena tidak ada satu pun orang suka membaca iklan.

credit from : k*skus forum

http://websitetutorial.wordpress.com/2008/06/05/tips-bisnis-dan-mengelola-toko-online/

Read More......

Friday, October 24, 2008

Belajar di SMK Sesuai Minatmu ...

Apa sih yang ada di benak abu-abuers tentang sekolah menengah kejuruan, sebut aja salah satunya sekolah teknik menengah atau STM? Hmm, mungkin komentar kamu enggak jauh-jauh dari suka tawuran, enggak asyik, enggak bergengsi, atau enggak keren.

Jadilah, banyak lulusan SMP yang lebih milih masuk SMA. Jika ada yang milih SMK, umumnya sih sebab enggak keterima di SMA favoritnya.

Bersekolah di SMK memang sempat enggak favorit di kalangan kaum muda, terutama mereka yang pintar dan berduit. Citra SMK sebagai sekolah nomor dua membuat sekolah ini enggak populer, dianggap cuma cocok buat kaum muda yang udah siap kerja begitu melepas predikat abu-abunya.

Tapi, itu dulu! Beberapa tahun belakangan ini SMK makin populer. Apalagi, pada tahun 2015 nanti Departemen Pendidikan Nasional bakal membuat rasio SMK dan SMA menjadi 70:30.

Minat kaum muda untuk memilih SMK setidaknya terlihat saat pendaftaran siswa baru. Sudah banyak lulusan SMP yang dengan sadar menjadikan SMK sebagai pilihan pertama. Apalagi, iklan di layar kaca juga gencar mempromosikan SMK sebagai pilihan sekolah yang layak dilirik.

Program keahlian di SMK itu bukan cuma teknik, otomotif, atau bisnis aja. Ada segudang pilihan yang bakal membekali siswa dengan keterampilan spesifik.

Berdasarkan data Direktorat Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional, ada 19.320 program keahlian. Program keahlian yang sangat variatif ini dikelompokkan dalam 13 rumpun.

Mulai dari yang paling banyak sekolah dan peminatnya adalah bisnis dan manajemen; teknik mesin, tekstil, dan industri; teknik mekanik otomotif; pariwisata, tata busana, tata kecantikan, tata boga, dan pekerja sosial; kelautan, pelayaran, dan budidaya ikan; teknologi informasi dan komunikasi serta telekomunikasi; bangunan; listrik; pertanian dan peternakan; seni, kriya atau kerajinan tangan, grafika; elektronika; kesehatan; dan geologi pertambangan.

Selain itu, siswa SMK juga punya ajang kompetisi yang enggak kalah bergengsi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang rutin diadain buat abu-abuers SMA. Seleksinya juga kayak OSN, mulai dari tingkat sekolah sampai provinsi. Namanya Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK yang udah 16 tahun digelar. Pemenang di tingkat nasional dipersiapkan buat ikut World Skill Competition mulai tingkat ASEAN, Asia, dan dunia.

Prestasi abu-abuers SMK kita bisa dibilang terus membaik. Di tingkat ASEAN, Indonesia termasuk nomor satu lho. Di ajang World Skill Competition, Indonesia baru dua kali terlibat sebagai peserta. Dalam kompetisi di Jepang tahun lalu, kita berada di posisi ke-21 dari 52 negara. Sebelumnya, Indonesia di posisi ke-44.

Cukup bikin bangga kan prestasi abu-abuers SMK kita? Mereka juga bisa berprestasi di tingkat dunia. Malah, banyak lulusan SMK kita yang jago-jago diminta bekerja di luar negeri.

Sesuaikan minat

Belajar di SMK bisa menyenangkan juga kok. Apalagi, kalau kita pengin ahli dan terampil di suatu bidang yang memang kita minati. Belajar di SMK bisa cocok buat kita.

Buat kamu yang hobi musik, ada SMK musik. Terserah minat kamu, mau memperdalam seni musik tradisional seperti karawitan atau musik klasik, mulai dari piano, gitar, dan biola. Di SMK Negeri 2 Kasihan, Bantul, Yogyakarta, misalnya, kamu bisa pilih seni musik atau seni pertunjukan.

Mereka yang tertarik dengan tanam-menanam, pilih saja SMK pertanian. Di sekolah ini kamu bakal dapat ilmu dan keterampilan soal menanam sayur, buah, dan tanaman hias, gimana melakukan pembibitan atau kultur jaringan untuk menghasilkan tanaman yang bagus, sampai mengolah hasil panen menjadi produk makanan yang nilai jualnya lebih tinggi.

Buat yang hobi dengan dunia animasi, desain web, pokoknya yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, di SMK kamu bisa mendalaminya. Tinggal cari SMK yang punya program keahlian ini dan mulailah hari-hari kamu dengan belajar yang enggak jauh dari kata praktik.

Syarifa, siswa kelas III Jurusan Tata Busana SMKN 30 Jakarta, bercerita, sejak kecil ia ingin menjadi desainer pakaian dan membuka butik. ”Teman ibu saya, seorang desainer pakaian, mereferensikan SMK ini,” katanya.

Menurut dia, masuk SMK lebih menguntungkan karena langsung fokus mempelajari bidang yang disukai dan tak membuang waktu belajar hal-hal lain yang kurang menarik.

”Lulusan sarjana start masuk kerja paling bergaji Rp 1 juta-Rp 2 juta. Kalau kita buka usaha sendiri, bisa lebih banyak dapetnya, yang penting mau kerja keras,” ujarnya. Untuk mewujudkan impiannya, Syarifa berencana mendalami studi desain di luar negeri.

Debby Christiany, siswa kelas III Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Jayawisata 2 Jakarta, bercerita, ia sering praktik di hotel berbintang lima. Biarpun status masih abu-abuers, ia harus profesional seperti karyawan di hotel tempatnya magang.

Kedisiplinan dalam bekerja itu diasah banget sejak kita masuk SMK. Debby juga harus bisa tampil menarik. Maklum, bekerja di hotel kan harus terlihat rapi, menarik, dan ramah.

Di sekolah ada kelas beauty untuk cewek dan kelas handsome untuk cowok, yang ngajarin gimana cara dandan dan bahasa tubuh yang pas supaya kelihatan ”grooming”. Mereka juga diajarin table manner.

Selain itu, ada juga keahlian tours & travel. Mereka harus bisa membuat tour planning atau perencanaan perjalanan wisata domestik dan internasional, tour guide, sampai reservation & airlines ticketing. Bekal bahasa internasional, seperti bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin, juga diajarin.

Banyak siswa SMK yang udah dipesan untuk kerja di hotel berbintang lima. Saking asyik kerja, sampai ada yang lupa ambil ijazah. Trus, ada juga lho yang dilirik jadi pramugari.

Biarpun konsentrasi sekolah ngajarin keahlian, enggak berarti hari-hari kamu di sekolah cuma belajar dan bekerja, ekskul juga ada kok.

Contoh, di SMK Jayawisata, program ekskulnya meliputi olahraga dan seni. Siswa bisa pilih aktif di ekskul bola basket dan voli, tenis meja, cheerleader, sulap, tarian tradisional dan modern serta breakdance, pencak silat, dan kelas modeling.

Kerja atau kuliah

Pendidikan menengah kejuruan ke depannya bakal lebih banyak sekolahnya. Tujuannya, biar abu-abuers pintar sekaligus terampil. Pilihan belajar di SMA itu nantinya buat mereka yang berminat untuk ngelanjutin sekolah ke universitas atau institut.

Eits, tunggu dulu! Bukan berarti kalau kita belajar di SMK bakal enggak bisa kuliah. Salah besar! Justru di SMK pilihan kita terbuka lebar. Pertama, mau kerja, kita udah terampil. Pasalnya, di SMK kita banyak dapat praktik di sekolah dan magang di perusahaan.

Kedua, kita tetap bisa masuk perguruan tinggi. Enggak ada tuh larangan buat kuliah di perguruan tinggi favorit semisal UI, ITB, atau UGM. Kalau pilihan kuliah pas dengan program keahlian di SMK-mu, peluangnya sama besar dengan abu-abuers SMA. Selama belajar di SMK, kita juga dapet teori buat bekal menjalani tes intelektual.

Ketiga, kita bisa kerja sambil kuliah. Asyik kan, setidaknya uang jajan enggak tergantung lagi sama jatah dari ortu. (ELN/INE)

Read More......

Friday, October 03, 2008

Menjadi Jutawan dari Rumah

PUNYA kebisaan menjahit, memasak, atau mengutak-atik sesuatu menjadi lebih indah dan bermanfaat? Jangan hanya dipendam sendiri. Anda bisa mengail uang darinya.

Pilihan menjadi pebisnis sepertinya kian menggiurkan dan banyak dilirik. Enggak heran, setiap hari ada saja tempat usaha baru yang buka. Juga di setiap pameran yang dikunjungi, banyak pemain baru dari usaha home made bermunculan. Usaha yang dikembangkan sangat variatif dan komplet, dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari urusan perut sampai tempat tidur.

Perlukah bakat? Ah, bakat menjadi urutan ke sekian. Tak punya keterampilan khusus? Anda bisa belajar di tempat-tempat kursus yang makin menjamur. Atau, belajar saja dari buku-buku keterampilan yang banyak beredar. Mudah kok diikuti. Anda tertarik? Ikuti langkah-langkahnya.

Dari Mana Memulainya?
Anda sudah punya keinginan untuk membuka usaha, tapi bingung dengan pilihannya? Pasalnya, usaha home made sangat banyak dan variatif, bisa kue, seprei dan bed cover, lilin, kotak, aromaterapi, keramik, bingkai foto, dan sebagainya. Bagaimana menentukan yang paling cocok untuk Anda? Pilih yang benar-benar diminati dan Anda menikmatinya.

Kemudian, inventarisasi modal apa yang sudah Anda punya. Modal enggak melulu harus berupa uang lho, tapi aset yang dimiliki. Misal, keterampilan yang Anda kuasai atau aset-aset pribadi lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Mita, pemilik Bingkai Kota Kayu dan Belleza dari Kertas-Kertaz. Jika Mita memanfaatkan kayu-kayu bekas milik orangtuanya menjadi bingkai foto, Belleza membuat kertas-kertas milik saudaranya yang tidak terpakai menjadi kotak cantik yang mendulang uang.

Setelah itu, tentukan modal. Untuk tahap awal, sebaiknya modal jangan terlalu besar. Gunakan modal sendiri dulu, jangan melibatkan pihak lain. Lain halnya jika usaha yang dijalankan cukup lama dan Anda bermaksud mengembangkannya. Jika faktanya seperti itu, kredit di bank layak dipertimbangkan.

Berapa yang dibutuhkan? Tergantung jenis usahanya. Kalau kecil-kecilan, dengan uang di bawah Rp 500.000 pun Anda sudah bisa mulai. Sebagai gambaran, modal awal Mita untuk usaha frame-nya beberapa tahun lalu hanya Rp 500.000. Uang itu digunakan untuk beli kompresor, kaca, cat, dan sebagainya. Sementara itu, Belleza usahanya dimulai dengan modal Rp 1 juta. Relatif kecil kan? Tapi jangan ditanya keuntungannya sekarang karena meningkat puluhan kali lipat dari modal awal.

Setelah itu, tentukan siapa yang mengerjakan. Untuk menekan biaya, sebaiknya jangan banyak memakai tenaga bayaran. Manfaatkan keluarga untuk membantu Anda. Sedangkan untuk mencari bahan baku, jangan segan keluar masuk pasar tradisional karena biasanya harga murah justru datang dari sana. Belilah secara grosir atau dalam jumlah banyak karena harganya jauh lebih murah daripada membeli eceran.


Tentukan Harga
Langkah selanjutnya menentukan harga. Masalah harga cukup krusial karena berkaitan dengan keuntungan dan kelangsungan usaha ke depan. Untuk harga, sebaiknya jangan mematok harga terlalu tinggi sehingga membuat pelanggan mengangkat alis karena kemahalan. Atau sebaliknya, jangan juga terlalu murah sehingga terkesan murahan. Hitung dulu ongkos produksinya, dari mulai harga bahan baku, upah tukang (kalau ada) dan transport serta akomadasi (sewa tempat). Setelah itu, baru tentukan harga jualnya.

Untuk menetukan harga jual, naikkan sekitar 25-30 persen dari harga produksi. Ini bukan harga mati, lho. Karena harga bisa berubah dengan kondisi-kondisi tertentu, seperti proses tawar menawar atau berdasarkan jumlah barang yang dibeli. Penjual yang disenangi biasanya yang bisa memberi harga fleksibel alias bisa ditawar.


Dari Mulut ke Mulut
Bila harga sudah ditentukan, tinggal mencari cara bagaimana memasarkan produk tersebut. Disarankan, jangan buru-buru membuka toko atau sewa outlet. Selain biayanya besar, belum tentu efektif menggaet customer. Manfaatkan saja apa yang sudah ada. Bila garasi bisa dijadikan galeri, kenapa enggak dimanfaatkan. Anda bisa menyulapnya menjadi tempat yang layak untuk jualan.

Tapi yang terbilang efektif adalah pemasaran dari mulut ke mulut. Mulai saja dari yang terdekat, keluarga, teman, dan seterusnya. Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari temannya.

Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun Anda bisa menjalin pertemanan. Ikut milis sangat disarankan. Selalu cantumkan brand dan alamat serta nomor kontak yang bisa dihubungi di setiap kemasan produk. Ini untuk memudahkan calon pembeli menghubungi Anda.

Cara lain, Anda bisa mendatangi kantor-kantor atau menitip jual di toko atau galeri. Biasanya sistem yang diterapkan konsinyasi. Anda sudah menentukan harga, dan mereka me-mark-up-nya sendiri. Pembayaran dilakukan di bulan berikut. Rajin ikut pameran atau bazaar juga meluaskan pasar.

Untuk satu ini, sebaiknya pilih-pilih tempat. Sebab, faktor penting dalam sukses bisnis adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Tanya pada mereka yang sudah pernah mengikuti, apakah pameran sebelumnya dipadati pengunjung atau tidak. Cari juga yang harga sewanya tidak terlalu mahal. Rata-rata harga sewa stand di pameran lebih dari Rp 500.000.

Jangan lupa, lakukan dengan penuh ketekunan, dan gali terus ide-ide baru. Juga, jangan mudah menyerah bila menemui kegagalan. Memulai usaha memang berisiko. Tapi tidak memulai usaha akan lebih berisiko.

Ika Nurul Syifaa

Read More......

Siapkah Jadi Pebisnis?

Ingin tetap punya waktu untuk keluarga sering jadi alasan banyak wanita karir untuk banting setir sebagai pengusaha. Tapi siapkah Anda berkompetisi? Jennifer Kushell, pengusaha dan penulis buku Secret of the Young & Successful, membagi tipsnya agar bisnis Anda tetap bertahan dan terus tumbuh.

1. Wajib suka
Apa pun jenis bisnis Anda, pertama-tama Anda harus menyukainya agar Anda yakin pada produk atau jasa yang ditawarkan. Misalnya saja untuk membuka bisnis restoran, sebaiknya Anda adalah orang yang menyukai kegiatan berburu makanan dan menggali resep untuk menambah cita rasa makanan.

2. Lakukan tes produk
Kelihatannya sepele, tapi tak sedikit enterpreneur yang tidak melakukan tes pasar. Misalnya saja jika Anda ingin berbisnis kue-kue kering, cobalah untuk membagikan sampel gratis kepada orang-orang di sekitar Anda agar Anda bisa mendapat masukan sekaligus mengetahui apakah produk Anda layak jual.

3. Minta bantuan
Jangan segan minta bantuan orang untuk memasarkan produk, misalnya saja menitipkan barang saat pameran. Ingatlah bahwa promosi dan kesuksesan bisnis sangat berkaitan erat.

4. Siapkan dana cadangan
Tidak semua bisnis langsung menuai untung. Misalnya saja bisnis spa yang membutuhkan waktu 3-4 tahun sebelum break event point (balik modal). Karena itu persiapkan dana cadangan.

5. Pilih lokasi
Lokasi yang mudah dijangkau dan nyaman masih jadi pertimbangan banyak orang untuk datang ke tempat Anda. Karena itu lokasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam sebuah bisnis.

Read More......

Friday, September 19, 2008

Kiat Bisnis 3 “Bisnis Baju Wanita”

Pertemuan Bisnis baju wanita bagi Anita merupakan ketidaksengajaan, awalnya beberapa rekan Anita minta di desainkan baju, karena banyak teman ? temannya tahu kalau Anita suka menggambar, corat ? caret pada kertas. Banyak permintaan rekan Anita meminta didisainkan supaya kelihatan slim/ ramping padahal peminta sadar kalau dirinya kegemukan, ada yang kepingin kelihatan tinggi karena dirinya merasa pendek, dan banyak lagi cerita keinginan teman ? teman Anita pada saat ingin didisain.

Pada mulanya setelah disain selesai kemudian gambar tersebut diberikan kepada peminta untuk selanjutnya diorder jahit kepada tukang jahit, proyek ini sering disebut proyek thank you karena para peng-order hanya mengucapkan terima kasih tanpa imbalan secara ekonomi.



Suaminya Anita mempunyai segudang pengalaman dengan beberapa usaha, melihat ketrampilan yang dimiliki Anita, timbul ide untuk menjalankan bisnis Baju Wanita. Dimulailah kalau ada yang meminta dibuatkan disain ditawari untuk sekalian dijahitkan, dan ternyata banyak juga yang mau.

Memulai bisnis tentunya harus berhitung dengan modal/ investasi, karena pasar belum dikuasai masih mengandalkan order dari pasar terbatas rekan ? rekannya, tentunya sangatlah tidak relavan untuk menyediakan semua perangkat produksi dari kocek sendiri dan kalau dihitung secara konsep/ teori analisa kelayakan investasinya tentu belum layak. Sehingga setiap order yang masuk, setelah disain dan cocok diteruskan ke penjahit yang professional, dari sinilah Anita dapat margin yang sebenarnya mungkin merupakan ongkos dari disain itu sendiri, ternyata betul kata orang ketrampilan atau kemampuan dapat mendatangkan pendapatan.

Proses berlanjut, seiring berjalannya waktu pengalaman semakin banyak dituai, pasar mulai terbaca dengan kapasitas kemampuan yang masih tersisa, Anita dan Suaminya mulai memproduksi untuk pasar lain selain tentunya rekan ? rekannya. Hitung ? punya hitung untuk memproduksi dengan jumlah tertentu dan disain yang creative perlu mempunyai perangkat dan pekerja sendiri, mulailah dicari perangkat ? perangkat yang terjangkau/ murah dan ditemukanlah perangkat second atau bekas pakai, dan perkenalan dengan tukang jahit yang selama ini terbangun membuahkan hubungan yang baik dan menciptakan kemudahan dalam mencari tukang yang sesuaidengan spesifikasi produk yang akan dibuat.

Penjualan yang pertama dilakukan ternyata melalui rekan ? rekannya yang sebelumnya sudah menjadi langganan, untuk menjual dikomunitasnya, dengan system pembayaran separo dari harga barang dan pelunasanya dilakukan setelah barang tersebut laku. Perputaran metode ini dirasa cukup namun dilihat dari kapasitas yang dimiliki masih menyisakan kapasitas, maka diputarlah otak untuk mencari pasar lainnya, dan terlihatlah banyak sekali butik ? butik menyebar di beberapa kota, seperti Jakarta dan tentunya juga Bandung, dan dicobalah untuk mendatangi butik ? butik tersebut untuk menitipkan barang hasil jahitannya, ini masih awal kata suami Anita sehingga masih diamati prospek ke depannya.

?Bisnis memang harus dimulai bukan hanya didengat atau dilihat saja?, kata Suami Anita.

Tinjauan Marketing :

Keunggulan produk tercipta karena desain yang kastemisasi, unik dan terbatas tidak bersifat masal, hal ini tercipta berkat kemampuan disain sang istrinya dan dibuat memang sengaja dibuat terbatas supaya tercipta diferensisasi.

Promosi tidak dilakukan secara khusus, namun telah tercipta viral marketing terkomunikasi secara berantai dari komunitas yang terbentuk.

Harga diciptakan sesuai dengan segment pelanggan yang terbentuk berkisar pada Rp. 350.000,-.

Place yang dilakukan menempatkan barang pada butik yang sudah punya pasar, merupakan pilihan yang sangat baik.

Read More......