Showing posts with label Republika. Show all posts
Showing posts with label Republika. Show all posts

Tuesday, January 20, 2009

Dusta di Tengah Gelimpangan Mayat

Resonansi oleh Ahmad Syafii Maarif

Ketika pesawat Israel memborbardir sekolah milik PBB beberapa hari yang lalu dan membunuh puluhan manusia,sebuah dusta besar berulang kali disiarkan : sekolah itu tempat persembunyian pejuang Hamas.Yang benar adalah tak seorang pun pejuang itu berada disana.Hampir semua media barat menelan begitu saja dusta zionis ini dan menyiarkannya ke seluruh penjuru dunia.Tetapi, untunglah ada stasiun televisi Al-Jazeera yang membongkar dusta zionis ini sehingga kejahatan perang Israel cepat diketahui umat manusia di berbagai negara.Akibatnya, Israel semakin terpojok.Tetapi,kebrutalan tetap saja dilangsungkannya.Istilah kejahatan perang sepertinya rasanya sudah tidak memadai lagi untuk menggambarkan genosida yang diamukkan zionis atas rakyat Palestina.Harus ditambah dengan: kejahatan perang yang dilakukan oleh makhluk serupa manusia, tetapi bukan manusia.

Yang juga tidak kurang ironisnya untuk dicatat adalah rezim Bush dan sebagian besar anggota senat Amerika mendukung kejahatan perang Israel ini.Para pendukung ini,dalam perspektif kita,secara sadar telah memasukkan dirinya dalam kategori "makhluk serupa manusia" itu.Satu-satunya anggota senat yang bersuara lantang menentang kejahatan itu adalah Dennish Kucinich.Kita kutip, "Hari ini,pajak dolar Amerika,jet-jet Amerika,dan helikopter Amerika yang diberikan kepada Israel telah menyebabkan berlakunya pembantaian di Gaza.Pemerintah [Bush] memungkinkan Israel menekan terus untuk melakukan penyerangan terhadap penduduk sipil yang tak berdaya,memblokade upaya-upaya bagi gencatan senjata di PBB,dan menampik agar Israel tunduk terhadap persyaratan bahwa pengiriman persenjataan tidak akan digunakan untuk tujuan agresi.Israel akan menerima 30 miliar dolar AS dalam tempo periode 10 tahun bagi bantuan militer,tanpa harus mematuhi prinsip-prinsip kemanusiaan apa pun,hukum internasional,atau standar dasar tentang kesopanan manusia.Bangkitlah Amerika."
Di tangan makhluk serupa manusia,apa yang disebut human decency (kesopanan manusia) tidak mungkin bertemu dalam kamus mereka.Jika Anda ingin mencari ungkapan itu,hanyalah berlaku bagi manusia yang punya hati nurani.Oleh sebab itu,seruan Kuncinich untuk bangkit ditujukan kepada rakyat Amerika yang masih manusia,bukan yang serupa manusia.
Pemimpin penjahat perang Israel:Ehud Olmert,Ehud Barak,Tzipi Livni,dan gangnya telah menjadikan rakyat Palestina di Jalur Gaza sebagai taruhan untuk masing-masing memenangkan pemilu Israel pada Februari 2009 ini.Maka,tidaklah salah bila Uri Avnery dalam The Palestine Chronicle ,awal Januari 2009,menyebut perang ini sebagai Israel's New Election War.Anda bisa bayangkan tingkat kejahatan perang ini.Demi untuk saling berebut kursi di knesset Israel,rakyat Palestina yang tidak berdosa dan tanpa pertahanan dimusnahkan begitu saja.Pemusnahan ini dengan dalih karena kiriman roket Hamas ke kawasan selatan Israel dan Hamas dituduh tidak setia terhadap gencatan senjata.Semuanya ini adalah dusta dan palsu belaka karena gencatan yang riil tidak pernah berlaku.
Bagaimana Hamas tidak akan bereaksi, Avnery menulis:Dalam kenyataanya,gencatan senjata tidaklah lumpuh karena sejak awal gencatan senjata riil tidak pernah ada.Tuntutan pokok bagi gencatan senjata di jalur Gaza mestilah dengan membuka lintas batas.Tidak mungkin ada kehidupan di Gaza tanpa mengalirnya suplai yang tetap.Perbatasan itu tidak dibuka,kecuali untuk beberapa jam yang tak menentu.Blokade darat,laut,dan udara terhadap satu setengah juta umat manusia adalah tindakan perang,seperti halnya menjatuhkan bom atau meluncurkan roket.Semuanya ini melumpuhkan kehidupan di jalur gaza:menghabisi sebagian besar sumber-sumber pekerjaan,mendorong sejumlah ratusan ribu manusia ke pinggir maut karena kelaparan,menghentikan sebagian besar rumah sakit untuk berfungsi,serta merusak suplai listrik dan air.Mereka yang mengambil keputusan untuk menutup lintas batas -dengan dalih apa pun- tahu bahwa gencatan senjata yang sebenarnya dengan kondisi seperti itu tidak pernah ada.
saya sengaja mengutip pendapat pejuang Yahudi ini untuk menunjukkan bahwa membiarkan zionisme merajalela adalah harakiri bagi peradaban.Zionisme=dusta sejarah yang harus disetop untuk selama-lamanya.tanda-tanda ke arah itu sudah semakin nyata walau ditengah gelimpangan mayat yang masih bergelimpangan."Adyh,ya Allah,dengarkan jeritan ini!".

Read More......

Tuesday, July 29, 2008

Bisnis Reparasi Mesin Jahit

Usaha perbaikan mesin jahit lebih menjanjikan datangnya pemasukan ketimbang penjualan mesin jahit bekas yang dipengaruhi banyak faktor. Sebuah kios sederhana berukuran 7x7 meter persegi terlihat di antara sejumlah kios yang berjejer di sepanjang pinggir rel kereta api di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari tepi Jalan Pasar Minggu Raya terlihat ratusan mesin jahit berbagai merek tertata rapi di beberapa rak etalase.

Meski bekas, mesin-mesin jahit itu masih dalam kondisi layak pakai dan memang banyak dicari orang. ''Biasanya yang mencari mesin-mesin jahit ini tukang jahit. Tapi, mereka mencari yang kualitasnya masih bagus,'' kata Burhan, pemilik toko Lampung Jaya, yang melayani jual-beli dan reparasi mesin jahit tersebut. Ia dibantu oleh dua orang karyawan.

Bisnis reparasi dan jual-beli mesin jahit itu bermula ketika orang tuanya, H Bustami yang memiliki bisnis konfeksi, bangkrut pada 1980-an. Saat itu yang tersisa hanya sekitar 10 unit mesin jahit. Maka, berbekal pengetahuan mereparasi mesin konfeksi Bustami segera 'banting setir' dengan membuka usaha reparasi mesin jahit. ''Kami sudah punya pengalaman tentang mesin jahit sehingga proses perubahannya tidak sulit,'' kata Burhan.

Meski ongkosnya murah, reparasi mesin jahit menjadi pemasukan utama dibanding penjualan mesin jahit second. Setiap hari orang yang memperbaiki mesin jahit masih terus berdatangan. Rata-rata sehari ia melayani lima orang pelanggan. Setiap mesin diperbaiki selama maksimal tiga hari.

Reparasi mesin jahit juga dilakukan Yuniko Suyadi, wirausahawan lainnya. Ia memilih mendatangi pelanggan ketimbang membuka kios. ''Kalau memiliki kios saya harus memikirkan tempat, membayar karyawan. Urusannya banyak. Lebih baik begini saja,'' katanya beralasan.

Yuniko menetapkan tarif bukan berdasarkan jenis kerusakan, namun lokasi yang harus didatanginya dan waktu yang diperlukan. Ia juga sering kali memberikan layanan gratis bagi pelanggan tertentu. Ia pun kerap berperan bagaikan konsultan karena diminta bantuannya mencarikan mesin jahit sesuai kebutuhan pelanggannya. Untuk hal ini ia membebaskan pelanggannya untuk membeli mesin jahit sesuai dengan keinginan mereka.

Setiap kali mereparasi, pelanggan diberitahu jenis kerusakan dan cara memperbaikinya. Sehingga, apabila suatu saat mesin jahit kembali rusak mereka bisa memperbaiki sendiri. Bermodal ketulusan hati itu Yuniko memiliki pelanggan hingga Jayapura walaupun tak memiliki kios. ''Saya hidup untuk melayani, bukan uang semata. Saya senang kalau melihat orang lain bisa maju,'' katanya merendah.

Dunia mesin jahit bukan sesuatu yang baru baginya. Sebelum mandiri ia sempat bekerja di beberapa perusahaan yang menjual mesin jahit. Pria yang belajar mereparasi secara otodidak ini pernah berupaya beralih profesi. Namun, beberapa pelanggannya kerap meminta tolong menangani masalah yang berhubungan dengan mesin jahit sehingga itu membuatnya kembali menekuni bisnis mesin jahit.

Penjualan
Bisnis yang menyertai selain reparasi mesin jahit adalah penjualan mesin jahit bekas. Burhan menjual dengan harga bervariasi tergantung pada merek dan kondisi. Untuk mesin jahit klasik, maksudnya tidak banyak menyediakan fungsi seperti Butterfly atau Singer, dijual dengan harga sekitar Rp 300 ribu. Mesin jahit bekas multifungsi dengan perlengkapan elektrik bisa mencapai Rp 600 ribu hingga jutaan rupiah per unit, seperti merek Janome, Brother, Toyota, Singer, Pegasus, Juki, dan sebagainya. Untuk mesin jahit bekas ia memberi garansi hingga tiga bulan. Sedangkan mesin jahit baru garansi diberikan selama satu tahun. ''Makin bagus, garansinya makin lama,'' tutur Burhan

Burhan mengaku bisnis penjualan mesin jahit dalam dua tahun ini relatif sepi. Apabila sebelumnya ia bisa menjual 40 hingga 50 unit mesin jahit per bulan dengan omzet Rp 30 juta kini ia hanya mampu menjual 20 unit per bulan dengan omzet tidak lebih dari Rp 20 juta dengan keuntungan tidak lebih dari 10 persen.

Hal serupa juga diakui Toni, karyawan PD Aneka Mesin Jahit. Dalam dua minggu ini bisnis penjualan mesin jahit agak sepi. Ia menduga hal itu karena menjelang pilpres pada 20 September mendatang. Yang masih bisa diharapkan adalah perbaikan mesin jahit. Harga servis yang dikenakan pada setiap unit mesin jahit sebesar Rp 25 ribu. Itu belum termasuk penggantian suku cadang. ''Yang datang untuk servis beberapa orang, perbaikannya paling hanya satu sampai tiga hari.''


Rajin Dibersihkan dan Diminyaki

Merawat mesin jahit ternyata tidak sulit. Umumnya orang tidak mengetahui bagaimana cara merawatnya sehingga saat terjadi masalah mereka langsung membawa mesin jahit ke tempat servis. Padahal, mesin jahit bisa dirawat sendiri asal tahu caranya. ''Rajin diberi minyak khusus mesin jahit saja,'' saran Burhan, pemilik toko Lampung Jaya, yang melayani jual-beli dan reparasi mesin jahit di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bagian mesin yang bergerak sering kali aus sehingga perlu pelumasan dalam jangka waktu tertentu. Minyak yang digunakan harus khusus minyak mesin jahit.

Burhan menyarankan, jangan menggunakan sembarang minyak, seperti minyak sayur karena bisa menyebabkan mesin berkarat dan rusak. Bagian lain yang mengalami gangguan adalah as roda yang sering macet atau tempat menyimpan benang yang sering kusut karena harus berganti-ganti benang. Hal serupa juga terjadi pada lampu penerangan mesin yang mati, atau karet dinamo yang kendor. Pemilik harus rajin membersihkannya agar mesin tidak tersendat saat digunakan.

Sedangkan komponen suku cadang relatif jarang mengalami kerusakan. Apalagi bila si pemakai adalah ibu rumah tangga. Umumnya ibu-ibu menjahit dalam jumlah jahitan yang terbatas. Lain halnya dengan bisnis konfeksi yang memerlukan mesin-mesin jahit untuk menghasilkan jahitan dalam jumlah besar. ''Tapi, kalau usaha konfeksi biasanya bisa memperbaiki sendiri mesin-mesinnya karena mereka tahu di mana letak gangguannya.''
( hir )

Read More......

Monday, July 28, 2008

Memilih dan Memasang Batu Alam

Banyak aksesoris yang bisa digunakan untuk membuat tampilan ruangan jadi lebih indah. Salah satunya dengan menggunakan batu alam. Batu jenis ini memiliki kelebihan tersendiri karena mampu menciptakan kesejukan dan kesegaran dalam ruangan. Hal ini karena bentuk, tekstur, dan motifnya, yang indah.

Ada banyak ragam batu alam tersedia di pasaran. Harganya juga bervarasi. Untuk itu sebelum memutuskan membeli batu alam, ada baiknya mengenal lebih dulu karakternya.

Batu candi salah satunya. Batu alam jenis ini berbentuk lempengan dengan ciri khas mudah menyerap air karena pori-porinya cukup besar. Keunikannya, bila terkena air warnanya akan semakin hitam atau kelam. Dengan sifat seperti ini batu candi banyak digunakan untuk eksterior rumah. Namun banyak pula yang memakainya untuk memperindah interior.

Batu alam lainnya adalah batu kali. Ciri utamanya adalah bentuknya bongkahan. Batu ini biasanya digunakan untuk pondasi rumah. Selain bongkahan, batu kali juga tersedia dalam bentuk lempengan.

Jenis lain adalah batu andesit. Batu ini sangat keras, dan bahkan paling keras jika dibandingkan batu alam lainnya. Berikutnya batu paras dengan ciri khas tekstur lebih halus. Warnanya juga lebih terang dibandingkan batu alam yang lain. Dengan karakter ini, batu paras cocok digunakan untuk interior maupun eksterior.

Sekarang cara pemasangannya. Yang perlu diingat, memasang batu alam tidak sama dengan memasang bata atau batu jenis lainnya karena kekhasan tadi. Untuk itu perhatikan hal-hal berikut:

1. Sebelum dipasang, batu alam direndam dalam air sebab poriporinya besar sehingga bila ditempel langsung biasanya mudah lepas.

2. Bila dipasang pada dinding, kupas secara acak permukaan dinding agar batu alam lebih kuat menempel.

3. Gunakanlah semen khusus atau semen instan agar batu alam lebih kuat menempel.

4. Batu alam memiliki presisi yang tidak terlalu pas. Penyimpangan ukurannya bisa mencapai 5 mm, dan bahkan 1 cm. Kalau sudah begini, hasilnya bisa tidak rapi. Karena itu perhatikan benar presisi batu pada saat membeli, dan pilih tukang yang sudah berpengalaman memasang batu alam agar hasilnya rapi dan indah.

5. Batu alam relatif berat karenanya membutuhkan semen yang lebih banyak, mutu pasir yang baik, dan air yang bersih sebagai 'lem'. Makin rendah mutu adukan, makin mudah batu lepas. Aplikasikan adukan semen secara merata pada permukaan batu yang akan ditempel, jangan hanya bagian tengahnya.

6. Jangan membiarkan bekas semen di permukaan batu sampai kering. Batu memiliki sifat porous (menghisap air) sehingga apabila semen didiamkan sampai kering, maka akan sangat sulit dihilangkan

7. Setelah dipasang, sikat permukaan batu dan keringkan. Lalu lapisi dengan cairan coating yang bisa dibeli di toko bangunan atau toko batu alam. Dengan pelapis ini permukaan batu alam menjadi antijamur dan tidak berlumut walau sering terkena air, dan akan mengkilat selama setengah tahun. Dan, tentunya akan tahan lebih lama jika batu alam dalam keadaan selalu kering.

Read More......

Thursday, May 29, 2008

Lima Perkara Tolak Ahmadiyah

Hb Muhammad Rizieq Syihab Lc MA
Ketua Umum Front Pembela Islam/Ketua Rabithoh ‘Alawiyah dan Anggota Majelis A’la Dewan Imamah Nusantara serta Kandidat Doktor Bidang Syariah di Universiti Malaya.

Membaca tulisan Shamsir Ali di Republika, Jumat (23/5), yang berjudul Ahmadiyah Menjawab, saya memandang perlu menanggapinya karena penuh dengan penipuan dan penyesatan. Shamsir hanya mengemukakan sejumlah persamaan antara Ahmadiyah dan Islam sambil menyembunyikan segudang perbedaan keduanya.
Lalu, dia mengambil kesimpulan Ahmadiyah sama dengan Islam. Padahal, antara Ahmadiyah dan Islam tidak berarti bahwa Ahmadiyah itu sama dengan Islam, sebagaimana banyaknya persamaan antara monyet dan manusia tidak berarti monyet itu sama dengan manusia.

Saya akan menyoroti tulisan Shamsir terkait lima persoalan. Pertama, soal kenabian. Ahmadiyah memang mengakui Muhammad SAW nabi dan rasul, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai penutup para nabi. Ahmadiyah mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Khaatamun Nabiyyiin, tetapi dengan makna stempel para nabi atau semulia-mulianya para nabi, bukan dengan arti penutup para nabi. Kalaupun Ahmadiyah terkadang menerima Muhammad sebagai penutup para nabi, dibatasi hanya nabi yang membawa syariat yang ditutup, sedang nabi yang tidak bawa syariat tetap ada sampai akhir zaman.

Dalam kitab Tadzkirah hal 493 baris 14 tertulis bahwa Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dijadikan sebagai rasul dan di hal 651 baris ketiga tertulis bahwa Allah memanggil MGA dengan panggilan Yaa Nabiyyallaah (Wahai Nabi Allah). Shamsir Ali pura-pura memuji Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang istimewa dan termulia, padahal dalam kitab Tadzkirah hal 192, 368, 373, 496, dan 579 disebutkan bahwa MGA makhluk terbaik di alam semesta yang mendapat karunia Allah yang tidak pernah didapat oleh selainnya.

Shamsir juga menyatakan MGA Al-Masih. Padahal, dalam Tadzkirah disebutkan MGA bukan hanya Al-Masih, tapi MGA adalah Al-Masih putra Maryam ( Hal 192, 219, 222, 223, 243, 280, 378, 380, 387, 401, 496, 579, 622, 637, dan 639). Di sini Shamsir Ali berusaha menyembunyikan keanehan akidahnya.

Dalam kitab Tadzkirah hal 412 baris kedua dan hal 436 baris 2-3 tertulis bahwa MGA disamakan dengan anak Allah dan di hal 636 baris 13 disamakan pula dengan ’Arsy. Tadzkirah menyebutkan kedudukan MGA sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah (hal 15, 196, 223, 246, 368, 276, 381, 395, 496, 579, 636). Lalu MGA menyatu dengan Allah dan menjadi Allah, lalu MGA yang menciptakan langit dan bumi (hal 195-197, 696 dan 700). Di hal 51 baris 4 tertulis firman Allah kepada MGA Yaa Ahmad yatimmu ismuka wa laa yatimmu ismii (Hai Ahmad, sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku). Lihat juga di hal 245, 277, dan 366.

Kedua, soal Kitab Suci. Ahmadiyah memang mengakui Alquran Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci terakhir. Kalaupun Ahmadiyah mengakui Alquran sebagai Kitab Suci terakhir, dibatasi hanya sebagai wahyu syariat yang terakhir, sedang wahyu nonsyariat tetap ada sampai akhir zaman.

Menurut Ahmadiyah, kitab Tadzkirah kumpulan wahyu suci dari Allah SWT kepada MGA yang kedudukannya sama dengan Kitab Suci. Shamsir Ali boleh mengelak tentang penisbahan penulisan Tadzkirah kepada MGA, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa isi kandungan Tadzkirah berasal dari MGA.

Isi Tadzkirah menurut Ahmadyah kumpulan wahyu Allah SWT kepada MGA. Dia juga tidak bisa mengelak bahwa yang tulis, cetak, perbanyak, dan sebarluaskan Tadzkirah ke seluruh dunia adalah Ahmadiyah sendiri. Dalam 12 poin komitmen Ahmadiyah, Departemen Agama tertanggal 14 Januari 2008 dinyatakan Tadzkirah catatan pengalaman rohani MGA.

Pada awal kitab Tadzkirah tertulis bahwa Tadzkirah adalah Wahyun Muqoddas (wahyu yang suci). Di hal 43 baris 8, tertulis ucapan MGA Khoothobani Robbii wa Qoola (Tuhanku bicara langsung kepadaku dan berfirman). Di Hal 278, 369, 376, dan 637 tertulis Allah menurunkan Tadzkirah di sekitar Qodiyan. Di hal 668 baris 12 tertulis MGA sama dengan Alquran dan dia akan mendapatkan Al-Furqon.

Bagaimana bisa disamakan antara Islam yang beriman bahwa Muhammad penutup para nabi dan Alquran Kitab Suci terakhir dengan Ahmadiyah yang beriman bahwa setelah Muhammad ada nabi baru bernama MGA, dan bahwa setelah Alquran ada kitab suci baru bernama Tadzkirah yang diturunkan kepada MGA di Qodiyan, India?

Bagaimana pula bisa disamakan antara Islam yang berakidah lurus dan benar dengan akidah aneh Ahmadiyah yang meyakini MGA makhluk yang termulia, dan namanya lebih sempurna dari nama Allah serta MGA sama dengan ’Arsy dan anak Allah. Bahkan, menyatu dengan Allah dan jadi Allah? Ini persoalan ushuluddin yang sangat prinsip dan mendasar.

Ketiga, soal Ahmadiyah antek kolonialisme, bukan fitnah, tapi MGA sendiri yang mengaku. Dalam kitab Ruhani Khazain yang merupakan kumpulan karya MGA, Vol 3 Hal 21, MGA menyatakan kesediaan berkorban nyawa dan darah bagi Inggris yang saat itu menjajah India. Di hal 166 pada volume yang sama, MGA mewajibkan berterima kasih kepada Inggris yang diakui sebagai pemerintah yang diberkahi. Di volume 8 Hal 36, MGA mengaku sebagai pelayan setia Inggris, lihat juga di volume 15 Hal 155 dan 156. Puncaknya di volume 16 hal 26 dan vol 17 hal 443, MGA menghapuskan hukum jihad.

Pada 1857 tatkala terjadi pemberontakan besar yang dilakukan kaum Muslimin India terhadap penjajah Inggris, ayah MGA yang bernama Ghulam Murtaza (Murtadha) ikut pasukan Inggris untuk membantai kaum Muslimin. MGA sendiri yang cerita dalam kitab Tuhfah Qaishariyah hal16.

Itulah sebabnya Ahmadiyah disayang dan dipelihara Inggris hingga hari ini. Itu pula yang menjadi sebab Belanda tertarik menghadirkan Ahmadiyah di Indonesia pada 1925. Para pelajar Jawa dan Sumatra di India yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai pembawa Ahmadiyah ke Indonesia hanya kamuflase. Intinya mereka antek Belanda.

Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis, dan Jepang di Indonesia tidak ada seorang Ahmadiyah pun yang terlibat. Ada pun nama seorang Ahmadiyah yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai anggota Panitia Pemulihan Pemerintahan RI dan mendapat Bintang Jasa Kehormatan dari Pemerintah RI masih harus diteliti dan diperiksa kebenarannya.

Kalaupun benar, itu tidak berarti menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Banyak antek penjajah saat menjelang kemerdekaan RI balik badan secara tiba-tiba untuk mendukung Pemerintah RI. Mereka menyalip di tikungan dan menjadi pahlawan kesiangan. Mereka pengkhianat yang mencari selamat dan manfaat.

Keempat, soal legalitas Ahmadiyah di Indonesia. Ahmadiyah pernah dilegalkan berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No JA / 23 / 13 tertanggal 13 Maret 1953 yang kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No 26 tanggal 31 Maret 1953. Tapi, patut diperhatikan, SK itu kadaluwarsa dan secara hukum tidak berlaku dengan adanya Perpres No 1 Tahun 1965 tentang Penodaan Agama dan KUHP Pasal 156a tentang Penistaan Agama.

Karenanya, legitimasi Ahmadiyah terus dikoreksi secara berturut-turut melalui berbagai SK yang melarang Ahmadiyah di berbagai daerah, antara lain SK Kejari Subang, Jabar, Tahun 1976, SK Kejati Sulsel Tahun 1977, SK Kejari Lombok Timur Tahun 1983, SE Dirjen Bimas Islam, Depag, Tahun 1984, SK Kejari Sidenreng, Sulsel, Tahun 1986, SK Kejari Kerinci, Jambi, Tahun 1989, SK Kejari Tarakan, Kaltim, Tahun 1989, SK Kejari Meulaboh, Aceh Barat, Tahun 1990, SK Kejati Sumut Tahun 1994, SKB Muspida Kuningan, Jabar, Tahun 2003, SKB Muspida Bogor, Jabar, Tahun 2005, Rekomendasi Bakorpakem 18 Januari 2005 tanggal 16 April 2008.

Kelima, soal prestasi dunia Ahmadiyah. Shamsir begitu bangga dengan banyaknya cabang Ahmadiyah di dunia, pembangunan tempat ibadah, sekolah, stasiun televisi, dan sebagainya. Lalu, dia menjadikan semua itu sebagai bukti kebenaran Ahmadiyah.

Apakah keberhasilan Yahudi dan Nashrani di dunia berarti mereka benar dan lurus? Sekali-kali tidak. Islam sangat menghargai kebebasan beragama, tapi Islam tidak pernah menolerir penodaan agama. Islam mengharamkan pemaksaan umat agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam, bahkan mengharamkan segala bentuk penghinaan dan gangguan terhadap umat agama lain.

Agama lain, seperti Kristen , Budha, dan Hindu memiliki agama dan konsep ajaran sendiri sehingga mesti dihargai dan dihormati serta tidak boleh diganggu selama mereka tidak mengganggu Islam. Sedang Ahmadiyah mengatasnamakan Islam, tapi menyelewengkan ajaran Islam sehingga mereka sudah menyerang, mengganggu, dan merusak Islam. Itulah penodaan agama. Karenanya, mereka mesti dilawan dan dilenyapkan untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.

Ikhtisar:
- Ada banyak fakta yang membuat umat harus waspada terhadap ajaran ini.
- Siapa saja yang sudah keluar dari ajaran Alquran dan Sunah jelas menyimpang.

Read More......

Thursday, January 24, 2008

Berawal dari Hobi Mendesain Baju

Wida Sadrahwati
Berawal dari Hobi Mendesain Baju

Membuat butik di rumah menjadi solusi jitu bagi Wida. Ia bisa berbisnis sekaligus mengasuh anak.

Gagal memenuhi keinginannya untuk menjadi mahasiswi Seni Rupa ITB (Institut Teknologi Bandung) tak membuat Wida Sadrahwati kecewa. Wanita yang kini berusia 35 tahun itu berpendapat, mencari ilmu tak harus melalui pendidikan formal, tapi bisa didapat dari tempat lain seperti pendidikan non-formal atau belajar sendiri (otodidak).

Gagal masuk ITB, Wida kemudian melanjutkan pendidikan di sekolah bahasa. Namun, kegemarannya coret-coret di atas kanvas tetap ditekuni. Tak sekadar gemar, coretan Wida ternyata diapresiasi oleh banyak orang. Tak heran, teman-teman dan keluarganya kerap minta saran dari Wida seputar desain busana kantor, pesta atau pentas panggung.

Lulus dari Jurusan Sastra Perancis Sekolah Tingga Bahasa Asing (STBA) Bandung tahun 1995, Wida bekerja di beberapa perusahan di Bandung. Berulang kali, ia pindah kerja karena merasa belum menemukan tempat yang cocok dengan jiwanya. Namun ketika masih kerja kantoran, Wida kerap mencuri-curi jam kantor untuk menekuni hobi barunya yakni kursus menjahit dan menyulam. ''Kalau mendesain busana, sejak TK saya sudah bisa yaitu merancang baju untuk barby (boneka). Makanya, untuk melengkapinya, saya harus bisa menjahit sendiri,'' ungkap Wida.

Kurang dari sebulan les menjahit, Wida sudah bisa memamerkan karya-karyanya. Rancangan simple dan unik itu diperlihatkan kepada teman-temannya saat arisan bulanan. ''Lumayan, laris manis, malah teman-teman ketagihan pada pesan lagi. Mungkin, karena modelnya simple dan harga yang murah mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 200 ribu,'' kata anak kedua dari lima bersaudara ini.

Dari sinilah, Wida memantapkan diri menerjuni bisnis busana casual dan Muslimah. Promosi dari mulut ke mulut membuat bisnis makin berkembang. Tak hanya di Bandung, busana-busana hasil kreasi Wida juga mengisi toko busana di Mal Ambasador, Jakarta. ''Kalau sudah masuk mal, harganya bisa dua kali lipat,'' kata Wida.

Hampir dua tahun perempuan berkulit putih ini mengedarkan hasil jahitannya. Dia sadar bahwa anak semata wayangnya membutuhkan perhatian lebih. ''Ternyata sulit juga ya membagi waktu antara pekerjaan dengan mengasuh anak,'' tutur Wida. Nah, agar aktivitas bisnis dan mengasuh anak bisa berjalan beriringan, Wida ingin sekali membangun butik di rumah. Sebuah mobil pun dilego sebagai modal untuk membangun butik itu. ''Butik itu dibangun di garasi. Alhamdulillah, bertepatan ulang dengan tahun saya (14 September 2005) impian memiliki butik mungil terwujud. Kini sambil menjaga butik, saya juga bisa menemani anak belajar, menyuapi makan, dan antar jemput sekolah,'' papar Wida puas.

Istri dari B Djati Pamungkas ini memberi label butiknya, Tuniq (baju India). Hal ini sesuai dengan impiannya membuat busana ala India yang kaya dengan sulaman atau payet-payet. Sebagai pelengkap busana, Wida juga menyediakan sepatu, tas, dan ikat pinggang.

Beralih ke payet
Dari hari ke hari, pelanggan butik Tuniq terus bertambah. Mulai dari para mahasiswi, wanita karier, sampai ibu-ibu rumah tangga. Tak hanya membeli busana, banyak di antara mereka yang membawa bahan untuk dijahit menjadi kebaya atau busana pesta. Agar tampak lebih cantik, kebaya atau busana pesta mesti dilengkapi dengan payet dan mote. Nah, sejak itulah, Wida mulai serius menekuni dunia payet dan mote.

''Ternyata menyusun payet lebih unik dan menantang. Tidak saja membutuhkan ketelitian, tapi juga harus menjiwai agar busana tampak hidup dan ekslusif,'' tutur pengagum busana-busana berpayet karya Ane Avantie ini. Order memayet kebaya pengantin diterimanya dari penjahit-penjahit kelas butik di Bandung. Menghias satu kebaya dengan payet di bagian tangan dan bawah busana, Wida mendapat bayaran Rp 350 ribu. Namun, kalau datang ke butik, menurut Wida, harganya masih bisa nego tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan mendesain payet. Untuk kebaya panjang full payet, perempuan berkaca mata ini memasang harga antara Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta. ''Kalau harga di luar bisa lebih dari Rp 2 juta,'' katanya.

Wida mengaku, ada kepuasan tersendiri ketika melihat pengantin memakai kebaya berpayet hasil karyanya. Salah satu karyanya adalah kebaya seragam panitia pernikahan Tike 'Extravaganza'. Berkat ketrampilannya mempercantika busana dengan payet, Wida bisa mendapat keuntungan lebih dari Rp 3 juta setiap bulannya. Selain untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, penghasilan ini juga digunakan sebagai modal tambahan butik. Mobil yang dulu dijual pun kini sudah ada gantinya. n vie

Biodata :
Nama : Wida Sadrahwati
Tanggal Lahir : Bandung, 14 September 1971
Anak : Talitha R Afiyah
Suami : B Djati Pamungkas
Label : Tuniq Chic'n Simple
Alamat : Jl Panaitan 35 Bandung
Telepon : 022-4206493

Read More......

Sunday, November 25, 2007

Pedihnya Meninggalkan Si Mungil

Minggu, 25 Nopember 2007

Pedihnya Meninggalkan Si Mungil

Pergi bekerja merupakan siksaan bagi ibu yang baru melahirkan.

Tiga bulan masa cuti melahirkan sudah berakhir. Diana (28 tahun) harus kembali ke kantor menjalankan tugas sebagai manajer keuangan di perusahaan swasta ternama di Jakata.

Hari pertama sebelum berangkat ke kantor, ibu satu anak ini tampak gelisah. Dia keluar masuk kamar si bayi yang sedang tidur. Seakan-akan tak tega meninggalkan buah hatinya. Walaupun neneknya (orangtua Diana, red) sudah menjamin kalau si cucu akan aman-aman saja.

''Namanya juga ninggalin bayi wajar kalau gelisah, apalagi ini anak pertama. Takut ada apa-apa,'' ungkapnya. Di kantor pun Diana tidak bisa konsentrasi bekerja. Sebentar-bentar ingat si bayi, takut menangislah, bagaimana kalau terbangun dari tidur ... Pekerjaan menjadi lambat dan menumpuk sehingga harus dibawa ke rumah.

Lain halnya dengan Irawati (30) yang menitipkan bayi ke neneknya di Bandung. Alasan dia daripada membayar babysitter mahal lebih baik mencari yang gratis dan dijamin aman. Seminggu pertama, kata Ira, ''Benar-benar menyiksa. Kangen luar biasa...tidak tertahankan. Yang bisa dilakukan hanya menangis sambil menciumi foto. Tapi, lama kelamaan saya sadar kalau pengorbanan ini dilakukan demi anak juga.''

Jangan putus
Psikolog Anna Surti Ariani Psi bisa merasakan bagaimana seorang ibu harus meninggalkan si orok untuk jangka waktu berjam-jam. Nina, panggilan akrab Anna Surti, mengibaratkan anak itu bagian dari nyawa si ibu. Makanya wajar ketika si anak tidak berada didekat ibu, bagaikan setengah nyawanya hilang. Kalau mau bicara ideal keberadaan ibu sangat luar biasa bagi si bayi. Mulai dari janin sampai usia tiga tahun, masa paling tepat bagi ibu (orangtua, red) untuk berinvestasi bagi si anak.

Sebab, pada usia tersebut otak anak sedang berkembang sangat pesat. Di saat itulah orangtua harus memberikan sentuhan, perhatian, kasih sayang, kebahagian, pengetahuan dan segala untuk bekal anak di kemudian hari. Kalau masa tersebut dimanfaatkan si ibu secara seoptimal, tidak akan menyesal dikemudian hari. Karena masa-masa tersebut hanya terjadi sekali dan tidak akan pernah tergantikan.

''Waktu tiga tahun itu tidak lama. Kalau boleh memilih, demi masa depan anak lebih baik karier tahan dulu. Kalau bisa ibu-ibu berkarier setelah usia anak tiga tahun,'' tegas ibu dua anak ini. Tentu saja tak berarti setelah usia tiga tahun ke atas perhatian terhadap anak berhenti.

Bagi ibu-ibu yang bekerja tentu saja kesempatan itu sulit terwujud. Tapi, bukan berarti tidak bisa sama sekali. Menurut lulusan Fakultas Psikologi UI ini, semua itu bisa dilakukan dengan catatan para ibu harus mempunyai niat serius dan mau berkorban lebih bagi si bayi. Berkorban waktu, tenaga, perhatian, keuangan, dan sebagainya.

Walaupun ibu bekerja jalinan dengan bayi jangan sampai terputus. Ikatan luar biasa akan terjalin melalui ASI eksklusif. Karena ASI bukan sekadar kebutuhan utama bayi, tapi sekaligus pengikat ibu dan bayi. Oleh karena itu, Nina sangat menganjurkan agar ASI eksklusif jangan sampai terputus. ''Se-workaholic-nya bekerja, tetap luangkan waktu memompa ASI untuk diberikan kepada anak. Karena sejak bayi lahir yang dirasakan hanya bau air susu ibu. Itu yang membuat bayi dekat dengan ibunya.''

Peran tak tergantikan
Membangun kedekatan dengan anak dilakukan melalui sentuhan si ibu. Dengan sentuhan bayi merasa nyaman dan merasa disayang. Momen ini jangan sampai hilang. Caranya, lanjut Nina, setelah pulang kerja istirahat sebentar, mandi setelah itu full sepenuhnya waktu untuk meladeni si bayi. Bayi akan nyaman di saat-saat rewel ada yang memerhatikannya. Di sinilah peran ibu yang tidak tergantikan.

Sayangnya hal yang sering dilakukan para ibu, kata Nina, ketika bayi mengompol, pup yang dipanggil malah babysitter-nya. Mau dekat bagaimana kalau disaat bayi butuh malah si ibunya menghindar. Jangan kaget kalau si bayi akan lebih dekat dengan pengasuh, kalau di gendong ibunya malah menangis.

Di hari libur, selayaknya ibu mencurahkan waktu sepenuhnya untuk bayi. Kalau perlu, kata Nina, babysitter diliburkan agar bayi 24 jam bersama ibu. Kedekatan itu akan terasa bagi si bayi. Pada hari kerja, sebelum berangkat kantor luangkan waktu sebentar untuk bermain dengan bayi. Bermain di sini yang terpenting ada kontak mata dengan bayi dan sentuhan berhadapan dengan bayi. Minimal main ciluk ba akan membuat bayi senang.

Saat dikantor, kata Nina, para ibu sering gelisah memikirkan bayi di rumah. Akibatnya seperti kasus Diana pekerjaan menjadi tidak fokus. Kegelisahan itu wajar, tapi sebaiknya jangan dibesar-besarkan. Seharusnya, saat di kantor ibu berkonsentrasi pada pekerjaan sehingga tidak dibawa ke rumah. Sebab, kalau pekerjaan dibawa ke rumah waktu bagi si mungil akan semakin berkurang.

Agar fokus dengan bekerja si ibu harus mendelegasikan bayi kepada orang yang tepat dan tepercaya. Jangan sampai menyerahkan kepada pembantu merangkap sebagai babysitter. Karena yang terjadi, pembantu akan bekerja urusan rumah sedangkan bayi akan disuruh tidur. Untuk saat ini yang paling nyaman menitipkan bayi kepada orangtua. Andaikan orangtua sudah tidak mampu bisa kepada babysitter tapi orangtua yang mengawasi. Atau kepada daycare jika ada di dekat kantor.

''Kalau yang menangani bayi tepercaya pasti ibu akan lebih tenang sehingga konsen bekerja. Sesekali menelpon mengecek ke rumah, itu wajar asalkan jangan setiap menit. Makanya perlu manajemen waktu misalkan menelpon saat break rapat, makan siang, atau menjelang sore,'' paparnya.

Tidak salah kalau ada ibu yang membawa foto si bayi ke kantor. Atau menjadi wallpaper di HP. Di saat bekerja sesekali dianjurkan melihat foto tersebut. Menurut Nina, di bawah alam sadar kita tatapan ibu akan kontak dengan anak. Sehingga jalinan ibu dan anak akan tetap erat.

Untuk bayi yang dititipkan di luar kota, sentuhan dan tatapan dari ibu semakin jarang. Apalagi bayi akan tahu ibunya setelah sentuhan dan pendekatan secara konsisten. Akibatnya banyak bayi yang menangis saat di gendong si ibu. Kalau hal ini terjadi, Nina menjelaskan, si ibu harus sabar melakukan pendekatan. Si ibu juga jangan tiba-tiba meraih atau menggendong bayi. Perlu diketahui ada ketakutan mendasar bagi si bayi, yaitu saat didekati orang yang tidak dikenal dan digendong tiba-tiba. Pendekatan harus terus dilakukan sampai bayi benar-benar nyaman dengan ibunya.

Mengapa Ikatan Itu tak Terjalin?
* Niat yang kurang total untuk mengurus bayi, menyerah di tengah jalan.
* Pulang bekerja ibu merasa capai, urusan si bayi diserahkan pada baby sitter.
* Menghentikan pemberian ASI eksklusif dengan berbagai alasan. Padahal hanya dua persen dari para ibu yang ASI-nya tidak keluar, sisanya lebih karena ketidaktahuan ibu.

(vie )

Read More......