Showing posts with label Sinar Harapan. Show all posts
Showing posts with label Sinar Harapan. Show all posts

Thursday, January 31, 2008

Mendulang Emas di Bursa Berjangka

Emas merupakan jenis komoditas logam mulia berharga. Masyarakat Indonesia umumnya mengenal dekat sarana investasi ini.


Sebagian dari mereka memilih emas sebagai sarana investasinya. Mereka melihat emas bukan saja sebagai sarana investasi akan tetapi juga sebagai tanda tingkat sosial individu di lingkungan sekitar.
Walau pengetahuan mereka terbatas hanya bentuk investasi emas dasar (dalam bentuk perhiasaan) akan tetapi mereka sudah bisa melihat bahwa emas merupakan sarana investasi yang baik buat mereka dalam jangka panjang.
Umumnya, mereka yang menginvestasikan dananya dalam bentuk emas, pasti menginginkan keuntungan, yaitu dengan mendapatkan selisih dari harga beli dan jual. Misalkan, Anda membelinya di harga Rp 90,000/gramnya, Anda akan menjualnya bila harganya naik menjadi Rp 9,200/ gram. Ini yang umum dilakukan.
Dengan bantuan teknologi emas bisa diperjualbelikan sebagai komoditas di perdagangan berjangka (future trading/margin trading). Artinya Anda tidak memegang fisik dari emas yang Anda beli, tetapi hanya memilki bukti administrasi atas kepemilikannya. Hebatnya lagi dengan berinvestasi dalam bursa berjangka, Anda tak harus menyiapkan dana besar atau modal besar

Transaksi di BBJ
Berinvestasi emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) terkesan agak “lain”, karena Anda bisa menjual terlebih dahulu saat harga mahal dan membelinya saat harga murah (sell high, buy low).
Transaksi di Bursa Berjangka merupakan transaksi perdagangan, yakni mengurangi risiko dan sekaligus mencari keuntungan dari selisih jual-beli sebagai akibat perubahan harga komoditas yang diperdagangkan, dalam hal ini adalah emas.
Secara singkat, kontrak dagang berjangka adalah suatu kontrak untuk membeli (long) atau menjual (short) suatu aset dasar yang penyerahannya dilakukan pada masa yang akan datang sesuai harga yang terjadi di bursa saat kontrak jatuh tempo.
Pada posisi jual (short), seorang pelaku akan mengambil posisi jual terhadap komoditas untuk melindungi risiko penurunan harga pada masa mendatang. konkretnya, seorang pelaku memperkirakan bahwa harga komoditas akan menurun, sehingga dia menjualnya saat ini dengan harga yang lebih mahal dan nantinya bisa membeli kembali ketika harga komoditas sudah lebih murah.
Sementara itu, posisi beli (long), seorang pelaku memasang posisi beli pada suatu komoditas. Pertimbangannya, harga komoditas tersebut pada masa mendatang diperkirakan akan naik. Jadi, beli pada saat murah dan nanti bisa menjualnya kembali pada harga yang lebih mahal.
Untuk turut “bermain” emas di bursa berjangka, Anda cukup membayar margin di muka (initial margin) sebesar Rp 4 juta per lot (ukuran kontrak adalah lot, di mana 1 lot sama dengan 1.000 gram emas), dengan membuka rekening di salah satu pialang.
Selanjutnya, nilai per kontrak (lot) akan berfluktuasi seiring dengan naik-turunnya harga emas di bursa. Anda bisa saja menutup posisi Anda walau belum jatuh tempo, caranya dengan mengambil posisi sebaliknya dari posisi awal Anda pada kontrak yang sama.

Simulasi Transaksi Emas di BBJ
Misalkan harga emas pada kontrak berjangka emas (KBE) yang akan jatuh tempo akhir bulan ini berada pada level Rp 100.000 per gram. Ekspektasi Anda, bahwa harga emas dalam beberapa hari ke depan akan mengalami penurunan. Untuk mendapatkan keuntungan dari ekspektasi penurunan harga emas, Anda harus mengambil posisi jual (short) pada kontrak tersebut.
Anda membeli 1 lot KBE yana gkan jatuh tempo di akhir bulan ini, dengan initial margin yang harus disetor sebebsar Rp 4 juta. Andaikan pada hari yang sama, pada saat perdagangan ditutup, harga emas turun ke level Rp 99.000 per gram, pada posisi ini Anda sudah untung sebesar Rp 1 juta (1 lot x (Rp 100 juta – Rp 99 juta)). Dengan memasang posisi jual, Anda telah menjual seharga Rp 100 juta per lot dan sekarang Anda membelinya dengan harga Rp 99 juta.
Kalau keesokan harinya ternyata harga meas terus turun dan ditutup diharga Rp 98.000 per gram, Anda akan untung lagi sebesar Rp 1 juta (1 lot x (Rp 99 juta – Rp 98 juta)). Untuk merealisasi keuntungan, Anda bisa keluar dari “permainan” sebelum kontrak jatuh tempo dengan mengambil posisi beli (long).
Total keuntungan Anda adalah sebebsar Rp 2 juta, di luar biaya transaksi. Keuntungan Anda akan berlipat-lipat dengan semakin banyak jumlah lot yang Anda beli. Sangat menggiurkan bukan? Dengan bermodal Rp 4 juta Anda sudah bisa berdagang emas sebanyak 1 kg, padahal Anda sendiri tidak memiliki emasnya.
Tap apa yang terjadi bila perkiraan Anda meleset, harga emas bukannya turun malah naik, misalkna menjadi Rp 101 per gram. Nilai per lot menjadi Rp 101 juta (Rp 101.000 x 1.000 gram). Anda akan tertimpa kerugian sebesar Rp 1 juta (1 lot x (Rp 100 juta – Rp 101 juta)), sehingga saldo Anda akan berkurang Rp 1 juta menjadai Rp 2 juta. untuk terus “bermain” Anda harus menyetor dana tambahn sebebsar Rp 2 juta sehingga rekenign Anda menjadi sama dengan posisi awal sebesar Rp 4 juta.
Karena dalam “permainan” ini, jika, saldo Anda lebi kecil dari Rp 2,5 juta per lot (maintenance margin) Anda harus menyetor dana tambahan sehingga saldo rekening kembali pada posisi awal, yaitu sebesar Rp 4 juta per lot. Kalau Anda tidak menambahkannya, maka Anda harus keluar dari “permainan”.

Faktor-faktor
Sebelum Anda “bermain” di BBJ tentunya Anda mempertimbangkan beberapa hal, misalkan terkait dengan masalah fundamental komoditi yang Anda ingin “mainkan”. Aspek fundamental terkait dengan stock komoditi tersebut, apakah permintaannya semakin bertambah atau malah berkurang? Dari sisi demand juga perlu dipertimbangkan.
Dan kedua adalah berkaitan dengan aspek teknikal. Dalam hal ini, alat utamanya adalah menggunakan grafik perkembangan harga suatu komoditas dalam kurun waktu tertentu. Ada dua factor yang perlu dipertimbangkan, yakni analisa garis support dan resistance. Yang dimaksud dengan garis support adalah garis yang menghubungkan titik-titik terendah dari harga suatu komoditas, sedangkan garis resistance merupakan garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dari harga.
Berdasarkan pengalaman empiris, seorang pelaku di bursa berjangka dapat mengambil posisi beli jika harga yang terjadi berada diatas garis support dan sebaliknya mengambil posisi jual. Kenapa begitu? Sebab, biasanya, harga akan bernajak naik. Sedangkan, kalau harga sudah berada di bawah garis support, sebaiknya lakukan penjualan.
Jika menggunakan garis resistance, yang perlu diperhatikan adalah apakah harga sudah berada berada di bawah garis tersebut. jika ya, biasanya, harga komoditas akan menurun, sehingga perlu dipertimbngkan untuk mengambil posisi jual.

Strategi yang Perlu Dilakukan
Secara umum sebelum Anda “bermain” di bursa berjangka ada beberapa stratetgi investasi yang sebaiknya dilakukan agar dapat meraih keutungan atau terhindar dari kerugian yang besar.
Yang pertama adalah batasi jumlah transaksi investasi Anda. Dalam praktik, transaksi BBJ harus melalui pialang dna investor wajib menyerahkan sejumlah dana yang disebut sebagai deposit margin yang besranya minimum Rp 10 juta. Tentu saja, setoran yang lebih besar diperkenankan.
Tapi, kalau Anda belum memahami dan merasakan bagaimana bermain di bursa berjangka, jangan tempatkan semua uang Anda disana. Dan ini juga sangat seuai dengan kaidah investasi yang mengatakan “jangan menempatkan semua telur dalam satu keranjang”. Karena itu, kami menganjurkan agar Anda hanya menempatkan sebagian kecil saja sebagai awal. Dan bila Anda semakin mahir, maka tentunya bisa saja Anda menambah kapan saja.
Kedua, bila ternyata pasar sedang stagnan atau tidak terjadi pergerakan harga yang signifikan, ada baiknya Anda mengambil sikap wait and see. Tapi kalau harga bergerak cukup fluktuatif, segera ambil posisi, termasuk keluar dari “permainan” bila ternyata pergerakan harga berbeda dari apa yang diperkirakan. Seorang pialang umumnya memberikan nasihat untuk melakukan cut loss bila floating loss (kerugian yang belum direalisasi) sudah mencapai sekitar 5% dari jumlah dana. Artinya, kalau Anda menanamkan uang sebesar Rp 10 juta dan harga komositas berubah dan Anda harus menanggung rugi sebesar Rp 500,000, keluar saja dari transaksi tersebut.
Sebaliknya, kalau harga bergerak seiring dengan perkiraan Anda dan Anda sudah mendapatkan floating profit, jangan serakah. Eksekusi dapat dilakukan pada saat harga sudah mendekati “optimum” misalnya pada saat harga sudah bergerak naik sekitar 10%.
Ketiga, masukkan aspek psikologis dan capital management dalam mengambil keputusan. Aspek psikologis, terkiat dengan rasa keraguan Anda dalam posisi transaksi yang Anda ambil. Bila dirasa kurang yakin maka keluarlah dari “permainan”.
Tapi tentunya saja jangan hanya keluar saja tanpa ada alasan yang cukup jelas. Selain itu, bila Anda baru saja mendapatkan keuntungan yang besar, jangan terburu-buru untuk menambahkan jumlah investasi Anda, karena hal ini bisa malah menjadi boomerang kepada Anda. bila Anda sedang dalam kebingungan, ada baiknya bila Anda meminta nasehat dari pensehat investasi.
Terkait dengan aspek capital, jangan memaksakan diri Anda. dalam bermain di BBJ Anda perlu mengetahui berapa besar risiko yang bisa ditanggung bila ternyata posisi yang diambil salah. Jangan memaksakan diri untuk menahan floating loss yang terlalu besar karena hal ini akan menyulitkan Anda untuk melakukan recovery.
Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan investasi emas di Bursa Berjangka. Yang paling esensial dari berinvestasi adalah jangan pernah berinvestasi kalau Anda tidak paham karakteristik investasi tersebut. Bila Anda tertarik, maka ada baiknya bila Anda mencari perusahaan pialang yang kredibel dan mampu memberikan nasehat yang objektif kepada Anda. Selamat mencoba.

Read More......

Pemahaman Awal Berinvestasi

Setiap individu atau keluarga pasti menginginkan untuk hidup berkecukupan atau bisa disebut “kaya” dalam arti finansial. Tapi dengan semakin mahalnya kebutuhan hidup, banyak orang yang sulit untuk mencapainya.

Karena sulit, kebanyakan dari mereka tidak melakukan perencanaan sama sekali. Hal inilah yang membuat kehidupan sebagian keluarga yang sudah sulit menjadi tambah sulit. Mencapai kebebasan dalam arti finansial sangat dipengaruhi oleh sebuah perencanaan investasi jangka panjang yang dilaksanakan dengan berkesinambungan.
Investasi merupakan sarana terpenting dalam mengembangkan aset yang ada. Sebagai awal, sangat penting bagi Anda untuk memahami bahwa “no single investemnt is right for everyone”.
Berbagai batasan seperti kebutuhan akan uang tunai, tujuan dan prilaku serta preferensi Anda terhadap risiko, membuat setiap individu memilih investsi yang berbeda-beda. Menentukan investasi yang tepat membutuhkan sebuah perencanaan yang sesuai. Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas berbagai hal yang perlu dipahami dalam memulai berinvestasi.

Langkah Awal
Dalam berinvetasi, semakin dini Anda memulainya akan semakin memberikan peluang untuk mencapai tujuan keuangan yang Anda inginkan. Kesalahan besar adalah dengan tidak melakukan apa pun.
Inflasi akan menggerogoti nilai dari uang Anda, sedikit demi sedikit. Bahkan dengan inflasi 3% saja, akan mengurangi purchasing power dari uang Anda lebih dari sepertiga setiap 10 tahunnya, bagaimana bila inflasinya 8% seperti di Indonesia?
Konsep bertumbuh merupakan kunci utama dalam berinvestasi. Bila Anda ingin uang Anda dapat bertumbuh, maka investasikan dalam instrumen investasi yang meningkat.
Apa yang terpikir oleh Anda bila Anda mendengar kata investasi? Laporan keuangan yang sulit untuk dipahami? Atau simbol-simbol saham yang tidak Anda mengerti? Atau perasaan takut akan kehilangan uang Anda?
Bila Anda memiliki perasaan sepeti di atas, jangan takut Anda tidak sendiri. Banyak orang yang merasa terintimidasi juga dengan investasi. Walau demikian, kabar baiknya, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk dapat menguasai investasi yang diinginkan.
Anda tidak harus mendapatkan gelar MBA atau MM untuk memahami hal ini. Yang dibutuhkan adalah sedikit waktu, pemahaman umum dan sedikit petunjuk. Bila Anda sudah memahami dasar-dasarnya maka selanjutnya adalah mempertahankannya dengan terus menggali pemahaman yang baru.
Semoga dengan ulasan singkat ini dapat membantu Anda untuk memahami apa yang dibutuhkan dalam berinvestasi. Teruskan membaca, Anda akan merasakan kemajuan dan betapa cepat rasa khawatir yang dulu Anda rasakan berkurang.
Dengan menggali dan berusahan memahami unsur-unsur dalam berinvestasi adalah langakah penting yang harus Anda lakukan. Investasi adalah untuk masa datang, melakukannya sekarang adalah tindakan bijak yang harus dilakukan.

Dasar-dasar Investasi
Hal terpenting untuk mencapai kesuksesan dalam berinvestasi tidak perlu memahami semua hal berkiatan dengan itu. Memahami beberapa dasar investasi dapat membantu Anda dalam mencapai kesuksesan dalam berinvestasi.
Dampak inflasi akan sangat dirasakan dalam jangka panjang. Inflasi adalah kenaikan dari kebutuhan hidup yang dinyatakan dalam satuan persentasi. Inflasi akan menggerogoti nilai uang Anda sedikit demi sedikit. Dengan tingkat inflasi sebebsar 6% akan mengurangi nilai uang Anda sebesar 1/2-nya dalam 12 tahun saja.
Jadi apa arti dari ini semua? Anda harus mengamankan investasi Anda dari inflasi. Anda dapat melakukan hal tersebut dengan menginvestasikan dana Anda pada instrumen yang memberikan keuntungan lebih besar dari tingkat inflasi sehingga bila inflasi menggerogoti nilai uang Anda sebesar 8%, Anda bisa tetap mendapatkan keuntungan.
Tapi bagaimana bila Anda hanya menempatkan dana Anda dalam tabungan? yang hanya memberikan bunga sebesar 6%? Bila ini yang Anda lakukan, realokasikan dana Anda karena sesungguhnya Anda rugi dalam jangka panjang. jadi bagaimana kita bisa mengatasi inflasi? Tentunya dengan menginvestasikan dana dalam instrumen investasi yang bertumbuh.

Arti “pertumbuhan”
Bila Anda ingin investasi Anda untuk berkembang, tempatkan pada instrumen investasi yang memberikan hal tersebut. Dimanakah itu? Tentu saja di perusahaan. Manajemen perusahaan akan terus melakukan cara untuk dapat terus bertumbuh bahkan terkadang dengan menginvestasikan kembali keuntungan yang mereka dapat.
Untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut Anda apat membeli saham perusahaan tersebut dan Anda menjadi sebagian pemilik dari perusahaan tersebut. jumlah saham Anda mungkin saja sedikit, tapi tetap saja bahwa Anda memiliki bagian dari perusahaan tersebut, bila perusahaan tersebut “bertumbuh”, demikian pula investasi Anda.
Dalam jangka panjang, saham memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar dari instrument investasi lainnya. yang harus dipahami disini adalah kalimat “dalam jangka panjang”. Investasi bukan mengharapkan keuntungan dalam semalam, melainkan mengembangkan pendekatan sistematik untuk membantu uang Anda agar “bertumbuh” dalam jangka panjang.

Bunga berbunga –”compounding”
Konsep bunga berbunga sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mengoptimalkan investasinya dalam jangka panjang. Misalkan Anda menempatkan dana sebesar Rp.1 juta rupiah, dan diperjanjikan akan diberikan keuntungan sebesar 6% pertahunnya. Dari investasi awal yang Rp.1 juta Anda akan mendapatkan keuntungan diakhir tahun sebesar Rp.60,000. di tahun selanjutnya, perhitungan investasi berdasarkan investasi awal ditambah dengan hasil investasi di tahun sebelumnya (Rp. 1 juta + Rp.60,000), jadi keuntungan yang didapat di tahun kedua menjadi Rp. 63,600. ditahun selanjutnya keuntungan dihitung berdasarkan, (Rp.1,060,000 + Rp.63,600) x 6% = Rp.67,416 dan seterusnya.
Jelas sekali dari contoh diatas, bahwa konsep bunga-berbunga memberikan keuntungan yang lebih besar. Tapi mengapa banyak orang yang gagal untuk memanfaatkan keuntungan dari konsep ini? Karena konsep ini adalah sebuah proses bukan hasil. Seperti halnya perencanaan investasi yang Anda kembangkan, itu merupakan proses bukan hasil akhir. Banyak orang yang tidak memahami untuk mencapai tujuan akhir tentunya harus melalui proses.
Diversifikasi, WISDOM yang harus dipahami
Tentunya kita pernah mendengar kalimat “don’t put your eggs in one basket”. Apa arti dari kalimat tersebut? Jangan menempatkan semua dana yang kita miliki hanya dalam satu jenis aset saja. Karena bila terjadi kerugian maka kita mengalami kerugian besar. Dari sudut pandang alokasi aset, kalimat diatas berarti mengurangi risiko portofolio dengan menambahkan jenis aset lain yang berprilaku berbeda dengan aset yang Anda miliki dalam portofolio. Hal ini biasa disebut sebagai diversifikasi portofolio.
Teori diversifikasi didasari oleh kenyataan bahwa nilai beberapa aset akan naik dan turun secara bersamaan dan beberapa aset lain nilainya bergerak ke arah yang berbeda. Faktor-faktor independen diluar dari karakteristik dari sebuah investasi, seperti keadaan ekonomi, politik dan kejadian sosial bisa mempengaruhi nilai investasi tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa risiko portofolio tidak dapat dihilangkan secara tuntas, tapi bisa dikurangi dengan membuat sebuah portoflio yang terdiversifikasi dimana didalamnya terdiri dari jenis aset yang berbeda-beda dimana nilainya secara historis bergerak kearah yang berbeda atau bergerak kearah yang sama tapi dengan perubahan berbeda.
Untuk memperoleh manfaat diversifikasi secara mudah adalah dengan menempatkan dana dalam instrumen reksadana. Reksadana sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manager Investasi yang telah mendapat ijin dari Bapepam. Portofolio investasi dari Reksadana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen diatas. Dengan memilikinya, investasi Anda sudah tersebar di berbagai instrumen investasi yang berbeda.

Tiga kunci utama dalam mengembangkan kekayaan
Hal pertama dalam investasi yang harus dipertimbangkan dengan matang adalah pilihan instrumen investasinya. Hal ini mempengaruhi potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Hal utama dalam investasi jangka panjang adalah memilih investasi yang memberikan potensi keuntungan diatas inflasi.
Perbedaan keuntungan akan sangat mempengaruhi hasil yang bisa didapat dalam jangka panjang. Semakin tinggi keuntungan yang bisa didapat tentunya dengan pola bunga berbunga dan jangka waktu yang panjang akan memberikan hasil yang lebih besar.
Terkait dengan penjelasan diatas, jangka waktu berperan penting dalam “pertumbuhan” investasi yang Anda tempatkan. Semakin panjang waktu yang Anda miliki akan semakin besar pula pertumbuhan yang bisa Anda dapatkan.
Satu kunci lainnya adalah menabung secara regular untuk jangka waktu yang panjang. Strategi ini biasa disebut dengan dollar cost averaging. Strategi ini dilakukan dengan berinvestasi secara sistimatik dan berkesinambungan dalam jangka panjang, yang pada akhirnya memberikan harga rata-rata yang rendah dan membantu Anda meningkatkan keuntungan secara menyeluruh.
Mengapa melakukan strategi ini? Karena tidak ada seorang pun yang tau apa yang akan terjadi dengan pasar di masa datang. Berinvestasi regular setiap bulan akan memberikan potensi keuntungan yang lebih baik bagi mereka yang relatif rendah tingkat toleransi risikonya. Strategi ini bisa atau biasa digunakan bila berinvestasi dalam saham atau reksadana.
Secara esensi maka strategi ini sangat cocok bagi merka yang memiliki perspektif perencanaan jangka panjang dan memiliki pemasukan regular setiap bulan dan sebagian dialokasikan untuk tujuan masa depan dengan maksud berinvestasi dalam keadaan pasar naik maupun turun.
Demikianlah beberapa dasar yang perlu Anda pahami dalam berinvestasi agar berpeluang memberikan keuntungan bukan kerugian.
Selamat berinvestasi.

Read More......

Kebutuhan Proteksi Bagi Keluarga

Risiko biasa dibicarakan sebagai sebuah penyimpangan keuntungan dalam sebuah portofolio. Namun, ada risiko yang sebenarnya bisa merusak keuangan (kekayaan) anda lebih dari penurunan harga saham. Hidup diluar kemampuan dan tidak menjaga pendapatan anda, harus dibayar lebih mahal daripada bila anda melakukan alokasi aset yang kurang sesuai.
Kehilangan pendapatan reguler bisa mengakibatkan perubahan keadaan keuangan yang tadinya aman dan tentram berubah menjadi berantakan. Risiko kehidupan seperti kematian (jangka panjang) dan PHK (jangka pendek) dapat berdampak buruk terhadap keuangan keluarga bila anda tidak menjaga dan merencanakannya dengan bijak.
Oleh sebab itu, kami sangat menganjurkan agar Anda mempersiapkan atau merencanakan dua hal penting yang dibutuhkan dalam proteksi keuangan

Dana darurat, sering kali dilupakan. Dana ini dapat dimanfaatkan bila terjadi keadaan yang darurat. Namun kebutuhan dana ini hanya untuk jangka waktu yang pendek, seperti pemutusan hubungan kerja. Dengan terjadinya risiko ini, maka pemasukan reguler keluarga terputus. Dana tunai yang tersedia di dalam dana darurat dapat dipakai. Mengapa dana ini hanya untuk jangka pendek?. Harapannya adalah Anda dapat mencari pekerjaan kembali dalam waktu tidak terlalu lama. Para profesional keuangan keluarga selalu menganjurkan untuk menyediakan dana sebesar paling tidak 3-6 kali biaya hidup bulanan. Bahwa dana ini harus tunai tidak berarti harus ditempatkan di tabungan. Yang terpenting adalah dana ini dapat mudah dicairkan dan tidak mengurangi nilainya. Contoh alternatif investasi yang likuid adalah Reksadana pasar uang atau deposito.
Asuransi jiwa seharusnya menjadi salah satu faktor dalam perencanaan keuangan keluarga. Memenuhi kebutuhan asuransi jiwa akan menjaga keluarga Anda dari petaka keuangan bila terjadi risiko kematian pada tulang punggung keuangan keluarga (sumber pendapatan terbesar).
Dalam hal dana darurat, sudah jelas bahwa kita harus menyisihkan paling tidak 3-6 bulan biaya hidup dan ditempatkan dalam instrumen yang likuid. Tapi bagaimana dengan kebutuhan asuransi keluarga, berapa yang kita butuhkan? Satu hal penting dalam persoalan proteksi atau asuransi adalah ‘asuransi’ bukan hanya sebatas produk tapi harus direncanakan. Karena dalam setiap perjalanan kehidupan pasti ada perubahan dan tentunya kita juga harus merevisi kebutuhan proteksi bila memang dibutuhkan.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
Ada faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung kebutuhan proteksi, mulai dari jumlah hutang yang anda miliki? Nilai hutang ini tentunya yang tidak terproteksi oleh asuransi. Kalau Anda membeli rumah dengan KPR tentunya sudah masuk didalamnya proteksi bila terjadi risiko. Tapi bagaimana dengan kredit usaha? Apakah itu diproteksi? Umumnya tidak. Hutang yang harusnya diproteksi adalah hutang jangka panjang. Bagaimana dengan hutang kartu kredit? Tentu bisa saja dimasukkan. Tapi kalau boleh kami anjurkan, bila Anda memanfaatkan kartu kredit untuk belanja, jangan biasakan untuk meninggalkan hutang, tapi bayar lunas setiap akhir bulan. Kalau pun Anda takut terjadi apa-apa bisa Anda membeli proteksi untuk kartu kredit Anda.
Faktor kedua berapa banyak aset/harta yang ingin anda tinggalkan untuk keluarga? Dan tentunya berkaitan dengan berapa lama aset itu dapat menghidupi keluarga tanpa merubah gaya hidup mereka? Kalau hal ini tentunya kembali kepada Anda. Berapa layaknya Anda meninggalkan aset kepada keluarga Anda. Secara umum mungkin 5 tahun biaya hidup cukup. Tapi ini semua bergantung dengan Anda dan pasangan Anda.
Dan yang terakhir adalah berapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai kehidupan anak-anak anda sampai mereka menjadi dewasa dan mandiri, termasuk biaya pendidikan mereka? Hal ini terkait dengan berapa anak yang Anda miliki dan apa yang ingin Anda berikan kepada mereka sebagai bekal hidup masa datang. Yang utama bagi setiap orang tua adalah memberikan kebutuhan pendidikan sebagai bekal masa datang.

Mari berhitung
Nah sekarang setelah Anda mengetahui apa yang perlu dipertimbangkan, mari kita mencoba berhitung. Kita mulai dengan melihat arus kas keluarga:
Pendapatan :
Pendapatan Anda :
Rp. -
(pendapatan yang hilang)
Pasangan Anda :
Rp. 24.000.000
(asumsi pendapatan per tahun)
Pendapatan Investasi :
Rp. 2.000.000
(asumsi per tahun)
Jaminan perusahaan :
Rp.-
(syukur kalau ada)
Total Pendapatan :
Rp. 26.000.000 (A)
Pengeluaran :
Biaya rumah tangga :
Rp. 60.000.000 (B)
(asumsi/ tahun)
Surplus/ (defisit) : Pendapatan – Pengeluaran :
(Rp.34.000.000) (A - B)

Dari perhitungan diatas terlihat terjadi kekurangan atau defisit pertahunnya untuk menutupi biaya hidup keluarga jika pendapatan Anda hilang, sehingga harus dicari jalan bagaimana agar kekurangan tersebut dapat dipenuhi.
Cara termudah untuk menghitung kebutuhan ini adalah dengan menyiapkan dana paling tidak untuk 5 tahun kedepan. Sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat hidup nyaman. Untuk itu dari defisit pertahunnya dikalikan dengan 5 atau (Rp 34.000.000 x 5 = Rp 170.000.000)
Atau Anda bisa menggunakan pendekatan kedua, yaitu dengan menetapkan suatu jumlah dana dimana jika jumlah tersebut diinvestasikan dapat memberikan pendapatan sebesar kekurangan diatas tersebut. Contohnya, jika instrumen investasi yang dipilih (sebaiknya Deposito) menghasilkan pendapatan bersih rata-rata 5% per tahun, maka Anda membutuhkan dana sebesar Rp. 680.000.000, untuk memenuhi kekurangan Rp. 34.000.000 pertahun (Rp. 680.000.000 x 5 % = Rp. 34.000.000 pertahunnya). Untuk nilai ini, keluarga Anda tidak usah lagi pusing, karena dari hasil investasinya bisa menutupi kebutuhan hidup. Sedangkan dari cara yang pertama, keluarga Anda hanya akan terpenuhi kebutuhannya selama 5 tahun saja.
Jadi, ada dua nilai yang dapat Anda pertimbangkan untuk memenuhi kekurangan akibat hilangnya pendapatan Anda yaitu Rp. 170.000.000 atau Rp. 680.000.000,-.
Nah sekarang mari kita lihat, hutang-hutang yang masih dimiliki pada saat perhitungan dilakukan. Perlu diingat bahwa proyeksi kebutuhan dana/aset yang telah dihitung diatas hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja. Jadi, hutang harus diperhitungkan secara tersendiri agar dapat diselesaikan dengan baik pada waktunya. Misalkan nilai hutang yang masih ada adalah sebagai berikut:

Hutang kartu kredit :
Rp. 1.000.000
Hutang kredit kendaraan :
Rp. 20.000.000
(diasumsikan tidak diasuransikan)
Hutang KPR :
Rp. 50.000.000
(diasumsikan tidak diasuransikan)
Hutang bisnis :
Rp. 100.000.000
Hutang lain-lain :
Rp. –
Total hutang : Rp. 171.000.000

Dalam hal proteksi, hal terpenting adalah perhitungkan biaya membesarkan anak, terutama biaya pendidikannya. Kalkulasi ini memerlukan perhitungan tersendiri, karena menyangkut berbagai hal (jumlah anak, usia anak, sekolah yang diinginkan dan sebagainya). Namun, paling tidak Anda diingatkan bahwa hal ini juga perlu diperhitungkan untuk dimasukkan ke dalam nilai pertanggungan asuransi jiwa Anda. Untuk sementara kita asumsikan saja jumlah kebutuhan biaya pendidikan anak kita adalah sebesar Rp. 250.000.000.
Dengan contoh dan asumsi di atas, maka kebutuhan nilai proteksi anda adalah:
Dana/aset untuk biaya hidup keluarga :
Rp. 170.000.000
(kita ambil nilai pertama)
Dana untuk menutupi hutang :
Rp. 171.000.000
Dana pendidikan anak :
Rp. 250.000.000
Total :
Rp. 441.000.000
Proteksi yg sudah dimiliki :
Rp. –
Proteksi Yang masih dibutuhkan:
Rp 591.000.000.
Inilah jumlah Nilai Uang Pertanggungan yang dibutuhkan.

Wah, besar sekali kebutuhan Uang Pertanggungannya, bagaimana dengan besar premi yang harus dibayar untuk memperoleh Uang Pertanggungan sebanyak itu dan apakah akan mampu diupayakan?
Besarnya jumlah nilai proteksi atau uang pertanggungan yang harus dipersiapkan tidak perlu sampai membuat anda stress (tertekan dan cemas berlebihan), sepanjang anda ingat bahwa pada dasarnya asuransi adalah sebuah perencanaan. Artinya, anda dapat merencanakan untuk membeli asuransi jiwa dengan jumlah premi tertentu secara bertahap. Urutan prioritasnya kami usulkan sebagai berikut: pertama, belilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan (dan premi) yang bisa menutupi seluruh hutang-hutang anda, agar sekurang-kurangnya anda tidak mewariskan hutang kepada generasi berikutnya;
kedua, bila hutang-hutang sudah diamankan, maka belilah asuransi jiwa berikutnya untuk mengamankan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari untuk rentang waktu tertentu, terhitung sejak anda meninggal dunia; dan ketiga, pada tahap berikutnya, yakni jika anda telah berhasil mengumpulkan sejumlah uang tambahan, belilah asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan yang bisa memenuhi biaya-biaya membesarkan anak-anak anda, termasuk biaya pendidikannya. Jadi, meski tentu tidak mudah mengaturnya, namun dengan perencanaan yang matang, hal di atas tetap dimungkinkan (kecuali Tuhan berkehendak lain, tentu).
Saran kami dari sisi produk, bila memang dengan pendapatan Anda sekarang masih sulit bagi Anda untuk menyisihkan dana terlalu besar untuk asuransi maka saran kami adalah beli asuransi dasar yang hanya menawarkan proteksi (level term insurance). Jenis auransi ini adalah yang paling murah preminya dengan uang pertanggungan yang tinggi. Dengan berjalannya waktu dan semakin meningkatnya pendapatan keluarga maka Anda dapat membuat perubahan dalam jenis asuransi yang Anda pilih. Jadi membeli asuransi jangan hanya dilihat dari produknya saja tapi lakukan perencanaan tentunya dengan melihat kesanggupan serta anggaran bulanan yang dapat Anda alokasikan.
Semoga bermanfaat, sampai jumpa.

Read More......

Mengembangkan Strategi Investasi Jitu

Dalam mengembangkan sebuah strategi investasi, hal terpenting adalah penetapan tujuan spesifik. Karena dengan tujuan yang spesifik Anda akan memperoleh informasi yang tepat dari sisi jangka waktu dan nilainya di masa datang. Kemudian, dari sisi diri kita, kita juga harus menelaah toleransi risiko kita terhadap investasi. Jangan sampai susah tidur karena memilih investasi dengan risiko yang terlalu tinggi.

Dan setelah kedua hal utama diatas, Anda lakukan, selanjutnya Anda harus mengembangkan strategi alternatif untuk berbagai pilihan investasi. Strategi perlu didukung dengan perhitungan yang akurat. Dari perhitungan ini, Anda akan memperoleh nilai dana yang harus Anda investasikan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan berawal dari keadaan keuangan Anda saat ini.
Dalam proses pengembangan strategi investasi, terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pertama, memahami dan mencermati biaya transaksi. Kedua, mengenal plus dan minus alternatif strategi. Ketiga, melakukan penempatan yang bijak dalam pilihan aset yang ada (alokasi aset) berdasarkan tujuan yang terukur.

Mencermati dampak biaya transaksi
Ada dua faktor besar yang dapat mengurangi imbal hasil investasi yaitu biaya transaksi dan pajak. Institusi keuangan seperti perusahaan sekuritas atau bank selalu mengenakan biaya terhadap setiap transaksi yang kita lakukan. Misalnya, setiap bulan kita akan terbebani oleh biaya administrasi bila menempatkan uang di bank. Biaya transaksi juga dikenakan bila kita ingin membayar berbagai tagihan melalui bank. Berinvestasi di reksadana pun akan ada biayanya, misalnya berbagai beban biaya untuk setiap pembelian unit penyertaan reksadana. Semua ini harus dipahami dan dicermati agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat berkenaan dengan investasi.
Pajak adalah pemotongan lain dalam investasi. Misalnya, bunga deposito di bank akan terpotong dengan pajak sebesar 20 persen. Sebagai contoh, bila tingkat suku bunga deposito saat ini adalah 6 persen maka sebenarnya hasil bersih (setelah pajak) yang didapat kurang dari itu, yaitu hanya 4,8 persen (= 0.8 x 6 persen). Bila kita bertransaksi saham (jual dan beli), maka kita akan dibebani oleh pajak dan biaya transaksi. Dalam transaksi saham, pajak yang dibebankan adalah final berdasarkan persentase nilai transaksi yang dilakukan. Artinya, pembayaran pajak tidak tergantung pada untung atau rugi transaksi. Jadi, meskipun kita mengalami kerugian (selisih jual dan beli negatif) dalam saham, kita tetap akan terbebani oleh pajak.
Ringkasnya, sebelum berinvestasi pada satu instrumen investasi, kita perlu mengenal dan memahami biaya transaksi termasuk pajak yang perlu kita bayar. Perhitungan imbal hasil untuk mencapai tujuan yang diinginkan adalah berdasarkan imbal hasil bersih setelah biaya dan pajak.

Mengenal plus minus alternatif strategi
Dengan tersedianya berbagai alternatif strategi investasi, sebaiknya kita secara cermat mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya sebelum keputusan diambil. Ada dua isu yang sebaiknya kita perhatikan dalam memilih atau melaksanakan strategi investasi. Kedua isu tersebut akan diuraikan berikut ini.

Time versus money
Apakah kita akan membayar seseorang untuk dapat memonitor perkembangan investasi kita atau kita akan melakukannya sendiri? Di sini trade-off-nya adalah waktu dan uang. Dengan kesibukan Anda setiap hari, seringkali urusan perencanaan keuangan keluarga menjadi terabaikan. Baik dalam awal proses perencanaan maupun saat pelaksanaan, keduanya membutuhkan perhatian yang cukup agar kita dapat mencapai apa yang menjadi tujuan keluarga. Bila waktu yang kita miliki terbatas maka solusi alternatifnya adalah melimpahkan penanganan tugas tersebut kepada orang yang profesional. Pilihan ini harus dipertimbangkan dengan matang agar tujuan keuangan tidak menjadi terbengkalai akibat masalah kurang waktu.

Recordkeeping
Apakah kita menginginkan semua data investasi kita dibundel dalam satu laporan atau merasa cukup nyaman dengan banyak laporan berbeda untuk tiap jenis investasi yang kita lakukan? Semua ini terkait dengan pilihan investasi. Bila kita melaksanakan transaksi investasi dengan banyak perusahaan, maka setiap periode (misalnya tiap bulan atau enam bulan) kita akan selalu disibukkan dengan berbagai laporan perkembangan investasi kita. Pemantauan banyak laporan yang terpisah ini bisa jadi cukup menyita waktu dan merepotkan. Kerepotan ini dapat dikurangi dengan menempatkan dana hanya pada sebuah perusahaan pengelola investasi. Alokasi dana pada instrumen yang berbeda dapat dilakukan melalui satu perusahaan pengelola investasi bila perusahaan tersebut menyediakan beragam pilihan investasi. Masalahnya, tidak semua investasi yang ditawarkan oleh satu perusahaan adalah yang terbaik. Biasanya, sebuah perusahaan hanya memiliki satu keunggulan dibandingkan dengan perusahaan lain. Jadi, faktor ini perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan investasi.

Buy and hold versus market timing
Secara umum kita mengenal dua cara berinvestasi, yaitu buy-and-hold dan market timing. Cara pertama adalah dengan membeli beberapa alternatif sarana investasi dan tetap memegangnya untuk jangka waktu yang lama. Harapannya adalah agar keajaiban bunga majemuk (the magic of compound interest), seperti pernah diulas dalam pembahasan yang lalu, terealisasi sehingga memberikan peluang untuk memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang. Jadi perspektif konsistensi dan jangka panjang menjadi kuncinya. Pada kubu lain, para penganut market timing (MT) tidak setuju dengan argumentasi buy-and-hold (BAH). Menurut kubu MT, investor bisa dirugikan bila tidak memanfaatkan gejolak harga (volatility). Pendukung MT menganjurkan untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga di pasar. Misalnya, bila harga sedang menurun maka Anda membelinya dan ketika harga naik Anda menjualnya. Pendeknya buy low sell high, atau beli murah jual mahal. Dengan begitu investor akan mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi.
Strategi market timing yang akurat memang menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Profesor Robert Merton, pemenang Hadiah Nobel Ekonomi 1997, meneliti tiga strategi investasi menggunakan data bursa saham New York pada periode 1 Januari 1927 - 31 Desember 1978. Ketiga strategi ini dimulai dengan modal awal US$ 1000. Strategi pertama, sebut saja strategi deposito, adalah investasi dalam surat berharga jangka pendek 1 bulan (misalnya commercial paper atau T-Bill) kemudian pokok dan bunganya di-rollover tiap awal bulan. Strategi kedua, disebut strategi beli dan tahan (buy-and-hold) adalah investasi di bursa saham (diwakili indeks bursa saham New York) terus menerus (capital gain dan dividen yang diperoleh diinvestasikan lagi setiap awal bulannya) selama 52 tahun tersebut.
Strategi ketiga adalah strategi market timing sempurna. Artinya, setiap awal bulan, investor berkonsultasi kepada sebuah ‘komputer peramal yang tak pernah salah’. Kalau menurut ramalan komputer ini indeks saham akan naik selama 30 hari mendatang, maka uang yang ada akan diinvestasikan dalam pasar saham. Sebaliknya, bila si komputer paranormal meramal indeks saham akan turun, maka uang yang ada dialihkan ke investasi surat berharga jangka pendek selama 30 hari mendatang. Begitu seterusnya selama 52 tahun.
Untuk strategi pertama, uang si investor ternyata hanya berkembang menjadi US$ 3600. Untuk strategi kedua, uang si investor berkembang lebih dari 60 kali lipat menjadi US$ 67.500. Yang menarik adalah hasil strategi ketiga. Dalam sebuah seminar yang dihadiri para profesor keuangan, Robert Merton memberi kuis singkat untuk mensurvei perkiraan para profesor ini tentang hasil strategi ketiga.
Nah, kalau Anda diminta menebak, berapa perkiraan Anda tentang hasil strategi ketiga ini? Kemungkinan besar, perkiraan Anda tak akan jauh berbeda dengan perkiraan para profesor keuangan ini. Hasilnya ternyata sama saja. Perkiraan para profesor keuangan dalam seminar Profesor Merton itu ternyata tidak akurat. Umumnya perkiraan berkisar antara ratusan ribu dolar sampai puluhan juta dolar. Kami yakin tebakan Anda juga di sekitar angka itu juga. Jawaban yang tepat adalah, jangan kaget, lima koma tiga enam miliar dollar AS (jawaban ini sengaja ditulis dengan huruf agar tidak mudah diintip sebelum menebak). Luar biasa, bermula dari seribu dolar, dalam 52 tahun Anda bisa mendapatkan uang beberapa kali lipat kucuran dana IMF per periodenya yang sangat dibutuhkan pemerintah Indonesia semasa krisis.
Jadi, logika buy low sell high memang masuk akal. Investor pasti akan untung dengan membeli di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi. Masalahnya, apakah waktu beli yang ditetapkan akan selalu tepat saat harga berada pada level terendah dan waktu jual saat harga berada pada level tertinggi? Kemungkinan memang ada, tapi peluangnya sangat kecil. Tidak akan ada orang yang pernah selalu tepat dalam memprediksi atau memperkirakan perubahan harga di pasar. Dalam prakteknya, banyak sekali ketidak-tepatan prediksi sehingga akhirnya berdampak buruk terhadap investasi yang Anda tempatkan.
Dalam menentukan waktu beli tidak ada seorang manajer investasi pun yang berani mengatakan dengan pasti bahwa harga dari suatu saham di pasar modal adalah harga yang terendah, Mereka melakukan semua perkiraan ini juga dengan perhitungan yang mungkin sekali terjadi kekeliruan atau ketidaktepatan. Meski harga telah rendah, tidak ada jaminan bahwa harga tidak akan turun lebih jauh lagi. Sebaliknya, meski harga telah tinggi, tidak ada kepastian bahwa harga tidak akan naik lebih tinggi lagi. Bila terlalu banyak kesalahan prediksi, bukan keuntungan yang didapat malah kerugian yang menimpa investor.
Untuk investasi guna mencapai tujuan keuangan keluarga jangka panjang misalnya 10, 20 atau bahkan 40 tahun ke depan, kami menganjurkan metode yang sudah juga kami ulas yaitu dolla/ rupiah cost averaging.

Alokasi aset
Sebelum kita menentukan pilihan investasi, kita sebaiknya mengetahui berbagai tujuan yang ada dan menyesuaikannya dengan jangka waktu pencapaian. Menyiapkan dana pendidikan anak juga merupakan salah satu tujuan keuangan keluarga. Tujuan ini merupakan tujuan keuangan jangka panjang. Misalkan kita ingin menyiapkan dana untuk kuliah bagi anak kita yang baru berumur 2 tahun. Kita masih memiliki minimal 16 tahun sebelum anak kita masuk kuliah. Pilihan investasi yang memberikan ekspektasi imbal hasil besar dalam jangka panjang dengan risiko terukur bisa menjadi pilihan. Reksadana campuran atau gabungan antara reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap merupakan kandidat potensial untuk situasi ini. Dalam perencanaan dana pendidikan, kami menyarankan agar pilihan penempatan dananya tidak terlalu agresif. Kita tidak mau berspekulasi dengan risiko tinggi yang dapat berakibat di saat dana itu dibutuhkan ternyata tidak ada atau tidak mencukupi.
Dari contoh tersebut, terlihat bahwa pengalokasian dana untuk berbagai tujuan yang dimiliki harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuannya. Sebaiknya kita mulai melihat berbagai pilihan alternatif investasi yang ada sehingga bisa disesuaikan dengan tingkat toleransi kita terhadap risiko serta jangka waktu investasi yang dibutuhkan.
Semoga ulasan kali ini bermanfaat dan menambah wawasan kita dalam membangun strategi ivestasi yang jitu.
Selamat berinvestasi.

Read More......