Persaingan di dunia kerja kian meruncing, saat ini bukan hanya mereka yang belum mendapatkan pekerjaaan yang terancam keberadaannya. Namun Anda yang telah menjadi pegawai tetap akan terancam jika tak tahu bagaimana caranya mempertahankan diri di perusahaan.
Meningkatkan kompetensi diri merupakan hukum wajib bagi para pekerja masa kini. Tak hanya cukup dengan lulusan sarjana dan mampu berbahasa Inggris saja. Namun semua kompetensi diri harus diperlihatkan. Lakukan semua cara agar tetap bisa bersaing dengan sesama rekan kerja dan anak-anak baru.
• Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Tepis tanggapan bahwa Anda tak mampu melakukannya. Sebaliknya, lebarkan tangan dan terima semua tantangan yang diberikan. Dengan begitu secara implisit Anda telah memberitahukan kepada perusahaan bahwa Anda selalu haus akan belajar dan memiliki daya jual yang tinggi.
• Sekalipun Anda orang lama dalam suatu perusahaan, tak ada salahnya untuk meniru semangat anak-anak baru. Anak-anak baru biasanya optimis dan tak takut gagal untuk kemudian bangkit kembali. Biasanya mereka selalu berpikiran terbuka terhadap semua sistem baru dan yang telah ada.
• Buatlah rencana yang jelas dan realistis, lalu buatlah tenggat waktu untuk merealisasikannya. Ketika Anda bekerja dengan tujuan yang positif, maka segalanya akan berjalan lebih berstruktur dan teratur. Selain itu, tujuan tersebut dapat menjadi cambuk saat kinerja menurun.
• Jangan pernah mengatakan pada diri sendiri bahwa kemapuan Anda hanya segitu saja. Terus berusaha mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Jika berhasil akan menambah rasa percaya diri Anda. Jika gagal akan memacu Anda untuk belajar lebih lanjut lagi.
• Jangan pernah merasa tugas Anda terlalu kecil untuk diseriusi. Meskipun Anda hanya memegang jabatan yang kecil, tetap lakukan tugas yang diberikan sebaik mungkin. Buat pekerjaan yang kecil dengan hasil yang besar. Jika Anda dapat melakukannya, ini merupakan “sirene” bagi perusahaan untuk memindahkan Anda ke posisi yang lebih besar lagi.
• Jangan terlalu mengambil hati terhadap hal-hal yang dapat disikapi dengan logika. Misalnya saat Anda ditegur bos, jangan langsung sedih dan terbawa arus. Pahami itu sebagai suatu kesalahan yang tak akan diulangi lagi dan perbaiki semua kesalahan yang ada. Namun bukan berarti menulikan telinga dan tak mau mendengarkan saran yang diberikan.
Monday, July 28, 2008
Jadi Karyawan Teladan
Posted by
Nick : Ninjaijo
at
4:46 PM
0
comments
Labels: Media Indonesia
Pentingnya Networking
Sebagai seorang tenaga pemasaran, pastinya Anda akan sering terlibat dalam acara-acara yang berhubungan dengan networking. Pernahkah Anda merasa terintimidasi ketika melakukan business networking dengan para rekanan yang posisinya lebih tinggi atau klien yang belum pernah Anda temui sebelumnya? Perasaan tidak tahu harus melakukan apa dan apa yang harus dibicarakan ketika bersama mereka adalah sebuah hal yang wajar.
Beberapa orang punya kemampuan bersosialisasi. Tapi jika Anda bukan termasuk dalam kelompok itu, tenang saja, karena ini adalah ketrampilan yang bisa dipelajari. Yang terpenting Anda punya ciri khas. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipelajari.
1. Menangkan hati orang lain dengan kesan pertama yang hening, alias tanpa kata-kata. Tunjukkan body language yang mengesankan sebuah kepercayaan diri. Senyuman yang hangat dan pertahankan eye contact ketika berbicara dengan orang lain adalah hal yang sangat baik. Lakukan persiapan sebelum datang ke acara tersebut. Caranya dengan membayangkan sebuah pertemuan dengan teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun terpisah, pasti akan membuat sebuah antusiasme tersendiri.
2. Beri asupan informasi yang baik untuk diri sendiri, dengan cara membaca berita-berita terhangat sebelum pergi ke pertemuan tersebut. Jika orang yang akan Anda temui berasal dari luar kota, cari tahu berita-berita yang terkait dengan kota asal orang tersebut, agar pembicaraan berjalan lancar.
3. Jangan menjadi pusat perhatian, biarlah lawan bicara yang menjadi "bintang". Fokuskan perhatian dan pembicaraan pada lawan bicara. Sesuai dengan tema pertemuan, Anda bisa menanyakan tentang pekerjaan dan juga hal-hal yang disukai oleh lawan bicara.
4. Jadilah pendengar yang baik. Cobalah untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Tujuannya adalah, agar lawan bicara merasa nyaman berbicara dengan Anda.
5. Mulailah setiap kalimat dengan kata "Anda". Ini adalah sebuah kata sakti yang bisa menarik perhatian dan sanjungan. Daripada mengatakan "Saya suka dengan berita yang melaporkan tentang penjualan produk yang Anda hasilkan," Anda bisa menggantinya dengan "Anda memberikan ide-ide brilian untuk suksesnya penjualan produk terbaru dari perusahaan Anda."
Daripada mengatakan, "saya suka dengan pakaian yang Anda kenakan malam ini," lebih baik katakan "Penampilan Anda sungguh fantastis malam ini". Lawan bicara akan suka berbicara dengan Anda karena Anda berbeda dari kebanyakan orang. Karena biasanya orang akan fokus dengan dirinya sendiri.
Kalau Anda kehabisan kata-kata untuk diucapkan, ulangi kalimat terakhir, dan jadikan itu sebuah pertanyaan. Terkadang, ada saat-saat kurang nyaman dimana Anda tidak tahu lagi apa yang harus dibicarakan.
Misalnya, kalimat terakhir yang diucapkan lawan bicara adalah, "perusahaan kami berhasil mendapatkan penghargaan penjualan terbaik untuk kelima kalinya." Untuk melanjutkan pembicaraan, Anda bisa menanyakan "kelima kalinya? Wow! Apa kiat-kiatnya sehingga bisa mendapatkan prestasi yang sangat luar biasa?"
Terakhir, sering-seringlah bertemu dengan banyak orang. Karena, satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik adalah dengan sering berlatih. Dengan begitu, Anda akan memiliki networking yang luas.
Posted by
Nick : Ninjaijo
at
4:45 PM
0
comments
Labels: Media Indonesia
10 Pertanyaan Rahasia Sukses Wawancara
Kebanyakan dari para pencari kerja gagal dalam proses wawancara karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pewawancara ternyata di luar dugaan. Tapi, kebanyakan pertanyaan yang diajukan pada saat wawancara kerja adalah pertanyaan-pertanyaan yang sudah biasa dan mudah untuk ditebak. Pelajari 10 pertanyaan yang biasa diajukan oleh pewawancara berikut ini, dan cobalah untuk memikirkan jawabannya, agar di proses wawancara kerja berikutnya Anda tidak gagal lagi
Apa yang menjadi kelemahan Anda?
Ini adalah pertanyaan yang paling menyeramkan. Coba atasi dengan meminimalkan kelemahan dan menekankan kekuatan. Hindari segala hal yang berhubungan dengan kualitas Anda sebagai pribadi, melainkan konsentrasi pada hal-hal yang menunjukkan sikap profesional. Misalnya, "Saya selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi agar bisa lebih percaya diri. Untuk itu saya mengikuti kelas toastmaster yang sangat membantu saya."
Menurut Anda, apa yang mengharuskan perusahaan mempekerjakan Anda?
Rangkum semua pengalaman kerja Anda. "Dengan pengalaman selama lima tahun dalam bidang finansial, dan telah dibuktikan dengan prestasi saya yang bisa menghemat pengeluaran perusahaan, sepertinya saya bisa membuat sebuah perubahan besar di perusahaan Anda. Saya yakin saya bisa menjadi anggota baru yang bisa diandalkan dalam tim."
Kenapa Anda ingin bekerja disini?
Pewawancara ingin mendengar jawaban yang mengindikasikan Anda bisa memberikan sesuatu, bukan hanya karena perusahaan sedang membuka lowongan lalu Anda mengirimkan lamaran saja, seperti mengikuti kuis iseng-iseng berhadiah. Anda bisa menjawab dengan, "saya memilih perusahaan yang misinya sama dengan nilai-nilai yang saya miliki, dimana saya bisa tertarik dengan hal-hal yang dilakukan oleh perusahaan ini, dan perusahaan ini telah berada di urutan paling atas dalam daftar pilihan yang paling saya inginkan."
Apa cita-cita (goal) Anda?
Terkadang, akan lebih baik jika Anda menyebutkan tentang rencana jangka pendek atau menengah yang dimiliki, dibandingkan dengan menyebutkan rencana-rencana jangka panjang. Misalnya, "cita-cita terdekat saya adalah mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang sedang berkembang pesat. Sementara cita-cita jangka panjang saya tergantung pada arah berjalannya perusahaan tersebut. Saya berharap bisa tumbuh dan berkembang, hingga mendapatkan salah satu posisi yang cukup diperhitungkan."
Kenapa Anda berhenti (atau mengapa Anda memutuskan ingin berhenti) dari pekerjaan Anda?
Jika sedang menganggur, nyatakan alasan Anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya dalam konteks yang positif : "Saya berusaha untuk bertahan dari dua kali proses pengurangan karyawan di perusahaan yang lalu, namun ternyata di proses yang ketiga, saya termasuk salah satu dari mereka yang masuk dalam daftar pengurangan karyawan."
Jika Anda masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan, fokuskan jawaban pada apa yang Anda inginkan di pekerjaan selanjutnya : "Setelah dua tahun, akhirnya saya membuat keputusan untuk mencari perusahaan yang fokus pada kerjasama tim, dimana saya bisa menambah pengalaman."
Keadaan seperti apa yang membuat Anda merasa puas dalam bekerja?
Pewawancara ingin mengetahui hal yang bisa memotivasi Anda. Jika Anda bisa memberikan contoh pekerjaan atau proyek yang membuat Anda tertarik, maka pewawancara bisa mendapatkan masukan tentang hal-hal yang Anda sukai. Misalnya, "saya sangat nyaman dengan pekerjaan terakhir saya, karena pekerjaan tersebut memungkinkan saya untuk bertemu langsung dengan para pelanggan dan mengetahui apa masalah mereka, dimana hal tersebut menurut saya merupakan bagian terpenting dalam sebuah pekerjaan."
Apa yang bisa menjadikan Anda lebih baik daripada kandidat yang lain?
Apa yang membuat Anda unik? Ini akan memberikan petunjuk tentang pengalaman, kemampuan dan juga sifat Anda. Rangkum dengan singkat, "saya memiliki kombinasi yang unik antara kemampuan teknik yang kuat, dan juga kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dengan para pelanggan. Ini memungkinkan saya untuk menggunakan pengetahuan dan mengubah informasi yang ada agar lebih user friendly."
Sebutkan 3 hal positif tentang diri Anda yang sering diungkapkan oleh atasan terakhir Anda?
Ini waktunya untuk mengeluarkan hasil evaluasi pekerjaan dan kata-kata positif yang dikeluarkan bos Anda. Ini adalah cara terbaik untuk "menjual diri" melalui kata-kata orang lain. "Atasan saya sering mengatakan saya adalah desainer terbaik yang pernah dimilikinya. Dia tahu bahwa dia bisa bergantung pada saya, dan dia juga menyukai selera humor yang saya miliki."
Berapa besar gaji yang Anda harapkan?
Akan sangat baik jika pewawancara memberitahukan range gaji terlebih dahulu. Tapi, bersiaplah dengan mengetahui standar gaji yang ada di tempat tersebut, dan siapkan juga standar terendah Anda. Satu jawaban yang memungkinkan adalah : "saya yakin, jika waktunya tiba, kita bisa menyepakati jumlah yang masuk akal. Tentunya dalam standar yang biasa Anda bayarkan untuk seseorang dengan latar belakang seperti saya."
Jika Anda ditakdirkan sebagai seekor hewan, hewan apa yang Anda pilih?
Pewawancara menggunakan jenis pertanyaan psikologi seperti ini untuk mengetahui apakah Anda bisa berpikir cepat. Jika jawaban Anda adalah ingin menjadi seekor kelinci, maka Anda adalah orang yang lembut dan terkesan pasif. Tapi jika jawaban Anda adalah seekor singa, maka Anda akan dinilai sebagai orang yang agresif. Jadi semua tergantung dari sifat seperti apa yang diharuskan untuk dimiliki seseorang dengan posisi seperti yang Anda lamar, dan juga kesan seperti apa yang ingin Anda bangun.
Posted by
Nick : Ninjaijo
at
4:43 PM
0
comments
Labels: Media Indonesia