Tuesday, June 05, 2007

ATPM Honda: “Tunggu Kejutan Kami di Bulan Juni ini…”

Beberapa hari ini gue lagi bingung ganti motor. Kepengennya motor laki yang besar. Mega Pro gue jual karena gue ngerasa masih kurang gede, kepengen naik motor di mana kaki gue enggak jauh lebih tinggi dari tangki. Pilihannya hanya Thunder, Tiger, dan Pulsar. Oh iya ada juga sih Ninja, tapi kemahalan kayaknya.

Berhubung gue sudah nyoba Thunder dan Pulsar, gue jadi pengen nyoba dan ngelihat langsung Tiger baru. Masalahnya motor ini muaahal buanget. So, gue buka aja Poskota untuk ngecek harga Tigi Revo. Ternyata pasarannya memang tinggi banget. Tigi 2006 masih di atas 20 juta. Gue pikir ya cincai kalau kredit setahun paling rugi dikit, kan harga jualnya tinggi.

Langsung deh habis baca Poskota gue melesat ke Honda Slipi nyari Tigi baru. Eh ternyata enggak ada. Ada sih yang tipe SW. Tapi kok ga keren, biasa aja mirip banget sama Mega Pro gue yang kemarin.

Karena penasaran, gue langsung ke Honda di Jln. Panjang yang showroomnya besar. Pasti ada dong disana. Ternyata memang ada. Di depan, gue langsung disambut dengan Santi, sales yang cukup manis dan sabar.

Gue dianter ke gudang untuk melihat Tigi Revo yang hitam. Ahh ternyata gagah banget. Knalpotnya gede, bannya gede, kekar, hitam, dll. Pokoknya macho deh! Gue mau beli! Ini motor muantab banget tampilannya!

Setelah lihat daftar harga kreditnya, gue langsung pinjem kalkulator sama mba Santi. Setelah hitung-hitung, bunganya tinggi banget nget-nget (kredit 18 bulan bunganya lebih dari 6 juta). So, gue pulang dulu untuk cari bank yang bunganya lebih rendah. Ketemu tuh BNI yang bunganya cuma 11,5%. Eh taunya hanya untuk kolektif, sebel banget gue.

Sambil browsing sana sini gue iseng ke forum HTML dan ngecek postingan bang Edwin Tutkey yang juga admin HTML dan pemilik Tiger Revo.

Betapa kagetnya gue kalau di forum itu kebanyakan isinya komplaaaiiin semua. Tiger Revo catnya jelek, mesin masih berisik seperti dulu, larinya payah kalah sama bebek, tutup sporket dari plastik, dll. Walhasil yang tadinya gue semangat 45 mau beli Tigi, jadi bete banget. Btw AHASS melayani komplain pembeli termasuk bang Edwin dan temen-temen di HTML. Jadi sekarang Tigi mereka enggak masalah.

Gue ga mempertanyakan kualitas after sales Honda dalam hal ini, pasti ok. Hanya gue mau beli motor yang enggak rese dong. Mahal tapi pakai beberapa tahun trouble free, gue enggak perlu pusing bolak-balik bengkel.

Tapi yang namanya informasi kalau belum di cross check ya belum valid. Mungkin aja beberapa Tigi yang di HTML memang kebeneran enggak bagus kualitasnya. Jadi gue harus cari info tambahan mengenai Tiger.

Kebeneran gue punya keluarga yang punya bengkel Honda di daerah Condet. Gue langsung aja tanya. Om gue bilang, di bengkel dia enggak ada satupun yang masuk Tigi Revo yang bermasalah. Dia bilang kalau sampai satu seri mesin ada yang masalah (Tigi), Honda pusat pasti akan mengundang semua pemilik AHASS untuk meeting dan menjelaskan ada masalah apa. Waktu Vario kemarin masalah, memang ada penjelasan dari pusat, tapi Tigi Revo enggak ada tuh.

Penjelasan yang ok banget, tapi gue masih penasaran…

Setelah itu gue iseng masukin pertanyaan langsung ke situs Honda, dengan pengharapan Honda mengirim balik email. Gue submit ke situs Honda sekitar jam 8 pagi. Gue tanya tentang kualitas Tiger yang catnya jelek.

Sekitar jam 3 sore, temen gue bilang kalau gue ada telpon dari Honda. Gue pikir mbak Santi dari Honda Jalan Panjang yang follow up. Ternyata telpon ini langsung dari Honda pusat.

Honda : Dengan bapak Patra?
Kelly : Iya

H : Saya dari Honda pak, Bpk mengirim email kami mengenai Tiger?
K : Iya mas. Wah hebat ya, pagi submit langsung di telpon sorenya. Salut nih saya J

H : Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah memberi masukan kepada kami.
K : Oh iya gapapa, Mas. Saya sebenarnya hanya ingin tanya apa benar Tigi Revo itu masalah di cat?

H : Cat bagaimana maksudnya pak? Cat bodi?
K : Jadi begini mas. Saya suka buka situs HTML, sebuah forum Honda. Itu besar loh mas. Mas tau ga?

H : Oh gitu ya hmm… (ni orang kayaknya ga tau HTML, padahal ngurus bagian internet).
K : Di HTML itu mas, banyak yang cerita kalau Tigi Revo mereka masalah di cat yang gampang ngelupas. Yang empunya forum (Edwin) juga kena masalah. Difotoin semua lho mas. Saya jadi mikir nih beli Tigi. Apakah seri baru Tigi sudah diperbaiki?

H : Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas masukannya, Pak. Omong2 tadi di mana tadi forumnya?
K : Honda Tiger Mailing List, Mas. Mas email saya saja, nanti saya reply dengan link. Sebenarnya ya mas, saya ini concern juga dengan perusahaan Anda. Itu banyak orang komplain. Di internet kan semua orang bisa baca dengan bebas. Mas tau ga kalau internet itu pembacanya 10x lipat dari pembaca majalah? Di forum internet itu semua orang bisa baca kapan saja dan di mana saja. Selama Honda belum menanggapi, Tiger pasti akan dipikir cacat produksi. Dengan informasi Tigi Revo yang jelek itu, seharusnya Honda terjun langsung kesana dan menjelaskan. Internet itu sudah menjadi media umum mas, bukan hanya majalah dan tabloid saja. Pembacanya lebih banyak pula, kok Honda diam saja. Saya yakin sekali omongan jelek tentang Honda di Internet adalah salah satu sebab bulan lalu Honda kalah dengan Yamaha.

H : Oh iya Pak, terima kasih sebelumnya atas masukannya. Info dari Bapak ini berharga sekali bagi perusahaan kami.
K : (Masih semangat) Iya mas. Pengguna Honda seperti kami ini ingin sekali Honda buat inovasi kayak Bajaj dan Yamaha. Produk mereka canggih, Mas. Honda dari dulu begitu-begitu aja. Cuma ganti body. Sekarang konsumen sudah berubah lho, Mas. Maunya Honda canggih kayak di negara asalnya. Di sini teknologinya sudah tua, harga mahal pula.

H : Oh iya, Pak, kami mengucapkan terima kasih atas masukannya. Perusahaan kami akan mengadakan inovasi agar pengguna Honda bisa lebih puas.
K : (Ga tau diri, masih nyerocos) Mas tau ga, konsumen Honda di kelas sport, banyak yang akhirnya beli Pulsar dan V-Ixion karena Tiger dan Mega Pro mahal. Karena banyak dari kami yang ingin motor canggih. Alangkah senangnya kami kalau Honda mengeluarkan motor canggih. Kami senang sekali dengan brand anda. Tapi kalau produknya mahal dan sama saja kayak dulu, kami terpaksa ambil merk lain.

H : Oh iya, Pak, kami mengucapkan terima kasih atas masukannya. Perusahaan kami akan mengadakan inovasi agar pengguna Honda bisa lebih puas.
K : (Masih ga tau diri) Sebenarnya Honda itu beruntung punya jutaan pengguna Honda yang setia dan rela menunggu inovasi dari Honda. Sampai bela-belain enggak beli motor lain walaupun lebih canggih. Tapi kan lama-lama bisa pindah ke merk lain kalau Honda kalau enggak ada inovasi.

Sampai di sini CS Honda itu kupingnya panas juga kayaknya, simak nih obrolan berikut yang jadi info super panas. Tapi jangan salah ya, customer service Honda ini ramah sekali. Nada bicaranya terdengar kalau dia berbicara sambil tersenyum dari awal hingga akhir pembicaraan.

H : Hmm… begini, Pak. Bapak tunggu saja kejutan kami bulan Juni ini….
K : Hah? Honda mau keluar motor baru?

H : Saya masih belum bisa omong apa-apa nih, Pak. Tapi tunggu saja (masih dengan nada senyum)
K : Nah begitu dong! Berarti di PRJ ya?

H : Hmm hehehe… hehhehe… Iya belum bisa jelaskan nih Pak. Hehehe… (keceplosan tadi kayaknya).
K : Honda memang modelnya gitu ya, enggak berani bikin gosip. Kalau saya kasih ide nih mas, lebih baik Honda jauh hari sebelum ngeluarin motor, sebaiknya gosip dulu aja dikit, tapi jangan terlalu lama seperti gosip V-Ixion, nanti pada kabur karena kesal. Makanya Pulsar laku tuh.

H : Iya mas ditunggu saja. Hehehe…
K : Motor bebek ya? (masih semangat ngorek)

H : Hehehe maaf pak saya belum bisa jelaskan. Hehehe.. hehehe..
K : Motor laki ya berarti? Wah ini ganti Mega Pro atau Tiger? Hmm Tiger kan baru ya. Berarti ganti Megi ya?

H : Iya hehehe.. pokoknya ditunggu saja ya pak. Hehehe….
K : Baik mas terima kasih banyak nih sudah ditelpon. Mohon disampaikan ke petinggi atas apa yang tadi saya sampaikan.

H : Oh iya pak, kami mengucapkan terima kasih atas masukannya. Perusahaan kami akan mengadakan inovasi agar pengguna Honda bisa lebih puas.
K : (Dalam hati: Kok ngomongnya sama terus ya dari tadi nada tenkyunya? Mungkin hapalan…) Baik mas. Terima kasih banyak.

—> End of conversation.

Setelah kejadian tadi, gue berani ngambil beberapa kesimpulan :

  • Honda akan keluar motor baru. Gak tau bebek atau sport, tapi bebek kan baru keluar (Revo), jadi kemungkinan besar motor laki. Berhubung Tigi Revo belum setahun, jadi kemungkinan besar Megi yang diganti. Setelah diskusi dengan mas Ilham, kita berdua setuju kalau Megi yang kemungkinan besar diganti. Ini juga langkah yang tepat bagi Honda untuk mengeluarkan lawan untuk V-Ixion.
  • Honda sedang panas-panasnya mengejar ketinggalan dengan Yamaha. Ini bagus sekali, mudah2an sih suatu saat AHM bisa banyakin motor canggih kayak di negara asalnya.
  • Customer Service Honda mendapatkan training baru pasca kekalahan dengan Yamaha. Ini berita bagus sekali. Honda jadi enggak sekeras kepala dulu. Mereka sekarang menunggu masukan dari kita.

Bagaimana dengan teman2 bikers sekalian? Tebak deh motor apa yang akan dikeluarkan Honda di PRJ? Saya tunggu komentarnya.

Read More......

Hasnul Suhaimi

Hasnul Suhaimi

"Urang Awak" yang Memikat Para Datuk

Doni IsmantoHasnul Suhaimi

Nama pria yang lahir di Bukittinggi pada 23 April 1957 silam ini bagi orang yang berkecimpung di industri telekomunikasi Indonesia tentu tidaklah asing.

Sepak terjang pria yang dulunya mengabdi selama 23 tahun di Indosat ini sebelum menjadi orang nomor satu di anak perusahaan Telekom Malaysia (TM), XL, cukup diakui dunia telekomunikasi Indonesia.

Hasnul yang memulai karier di bidang perencanaan dan operasional di Indosat, berubah menjadi ahli pemasaran yang mumpuni setelah menyabet gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Hawaii pada 1992.

"Waktu itu saya lihat banyak lulusan tehnik yang mengambil manajemen, kata orang masa depan itu justru ada di manajemen," ujar Hasnul ketika ditemui di kantornya belum lama ini.

Layaknya pendekar yang baru mendapatkan ilmu baru, Hasnul langsung mengimplementasikannya ketika menangani Sambungan Langsung Internasional (SLI) milik Indosat selama dua tahun. Lulusan Teknik Elektro ITB tahun 1981 ini berhasil mempertahankan market share di atas 90 persen.

Pengalaman yang mengesankan tentunya ketika jabatan Direktur Niaga Telkomsel disandang Hasnul pada 1998. Telkomsel yang ketika itu unggul dalam jumlah pemancar tidak dapat berbuat banyak di pasar karena produknya tidak dapat digunakan lintas pulau.

Berkat keuletan Hasnul, maka diluncurkanlah simPATI Nusantara yang mampu melakukan roaming lintas pulau. Pelanggan Telkomsel yang ketika itu berkisar 370.000 nomor, dalam waktu 1,5 tahun melesat menjadi 1 juta nomor oleh bapak dua anak ini.

"Saat itu, konsentrasi saya tidak hanya menjual produk, tetapi juga sibuk lobi sana-sini untuk mencari dana agar simPATI Nusantara dapat diluncurkan," jelasnya.

Setelah itu, nama Hasnul semakin kokoh dalam industri telekomunikasi dengan jabatan Direktur Utama Indosat Multimedia Mobile (IM3) pada 2001. IM3 waktu itu sering disebut pelaku industri sebagai baby-nya Hasnul.

Bagaimana tidak, setelah ditarik kembali oleh Indosat pada tahun 2000, Hasnul dibebankan untuk membuat cetak biru dari perusahaan seluler baru milik Indosat tersebut.

"Saya membuatnya dalam bentuk coretan di kertas, karena waktu itu hanya seorang diri di unit tersebut," kenangnya.

Keuletan seorang Hasnul ditantang saat itu. Penggemar golf dengan handicap 18 ini berhasil membuktikan pameo orang Padang memang pintar berdagang. IM3 sebagai pemain baru berhasil membetot perhatian publik berkat positioning produk yang jelas yakni kartu seluler dengan keunggulan pada mobile data.

Kerja keras dan kesetiaan pada Indosat akhirnya membuahkan posisi Direktur Utama pada pertengahan 2005. Sayangnya, jabatan tertinggi tidak lama diduduki, Hasnul membuat kejutan pada pertengahan 2006 dengan menerima pinangan para Dato' di Telekom Malaysia untuk prestasinya membesarkan XL.

"Reputasi saya ternyata memikat mereka. Ketika tawaran itu datang pertama kali, tidak saya anggap serius. Tetapi melihat kegigihan dan penghargaan yang tinggi, akhirnya saya luluh," katanya.

Hasnul meyakinkan, faktor kebebasan dan profesional murnilah yang mendorongnya untuk pindah ke XL. "Saya tidak melihat ini milik asing atau bukan. Kalau asing semangatnya memberikan nilai tambah bagi bangsa kenapa kita tidak Bantu. Hal itu dibuktikan dengan komitmen berinvestasi dalam ratusan juta dolar," jelas Hasnul.

Masalah kepercayaan bagi seorang Hasnul sepertinya sesuatu hal yang penting. "Jika seseorang dipercaya memimpin perusahaan, pemilik harus memberikan ruang untuk berkreasi sesuai aturan. Jangan seperti pepatah minang yang mengatakan pasan ba'antaan. Sudah nitip pesan masih di anterin juga orangnya," tambah Hasnul.

Kepercayaan yang diberikan oleh para Dato' tidak disia-siakannya. Kinerja XL pada akhir tahun lalu lumayan menggembirakan. Selain laba meningkat di atas 50 persen, pertumbuhan pelanggan juga menggembirakan.

Ilmu pemasaran Hasnul yang berani ala minang mulai mewarnai setiap produk XL. Lihat saja tagline layanan 3G XL yang tanpa sungkan-sungkan menantang penguasa pasar dengan mengatakan "Pertama Tercepat dan Terluas". Atau gebrakan menerapkan tarif flat per detik untuk menggenjot pertumbuhan prabayar bebas.

"Saya sebenarnya tidak suka menganggap itu hasil saya. Konsep saya selalu kerja sama dan saling bantu. Tetapi, bagi orang yang mengikuti sepak terjang saya dari awal, akan mengakui di setiap produk ada jejak saya di situ," papar Hasnul.

Hasnul menjelaskan, seorang pemimpin tertinggi adalah yang mengetahui masalah umum. Semakin ke bawah tingkatan pemimpin akan lebih mengenal masalah detail.

"Saya ini tidak sehari-hari di pasar. Tetapi kalau saya punya ide, bawahan akan selalu diminta untuk mengeluarkan pendapatnya. Demokrasi ala saya seperti itu," tambahnya.

Tetapi begitu keputusan sudah diambil, lanjutnya, tidak ada kata mundur. "Untuk mengatasi masalah yang akan dihadapi, selalu saya tekankan pada mere- ka menyiapkan rencana contingency," tutur Hasnul.

Jika dari strategi pemasaran, menurut Hasnul, telah terjadi perubahan di XL, tantangan berikutnya melakukan perubahan budaya perusahaan. "Budaya itu hasil kebiasaan yang terbentuk sejak lama. Untuk mengubahnya tidak bisa seketika," jelas Hasnul.

Sebagai perusahaan yang berlatar belakang swasta murni, jelas Hasnul, XL selama ini dinilai kalangan luar terkesan arogan. "Padahal di sini berkumpul orang-orang pintar. Sayangnya dalam bertindak menunggu arahan," ungkap Hasnul.

"Gaya itu ingin saya ubah. Karena dalam memimpin saya tidak biasa memerintah orang. Saya lebih senang memulai sesuatu dengan mendelegasi atau meminta partisipasi orang lain. Dengan begitu, kita bisa menciptakan pemimpin baru," kata Hasnul.

Menurut Hasnul, mengubah budaya perusahaan tersebut sama pentingnya dengan meningkatkan kinerja keuangan. "Hidup itu harus seimbang, layaknya dua sayap yang ada di burung untuk terbang. Sayap kiri untuk duniawi, sayap kanan untuk akhirat. Keduanya mengepak bersamaan agar bisa terbang tinggi," ucap Hasnul.

"Tahun lalu saya masuk di pertengahan tahun. Akhir tahun nanti adalah pembuktian kinerja saya sebenarnya. Dengan saling bantu di semua lini, tentu tantangan dapat dilewati," kata Hasnul.

Akankah urang awak pertama yang memimpin anak perusahaan Telekom Malaysia ini berhasil menjawab tantangan tersebut? Kita tunggu saja. Selamat berjuang uda Hasnul! [Doni Ismanto]

Read More......

Sunday, May 06, 2007

Memilih Permainan, di Dalam atau Luar Ruang?

Memilih Permainan, di Dalam atau Luar Ruang?

Survei lembaga pendidikan Radani Edutainment terhadap 300 orangtua dan pendidik di wilayah Jabodetabek menyebutkan, ada dua kegiatan anak yang paling dilarang orangtua, yakni bermain video game (50 persen) dan bermain ke luar rumah (30 persen). Alasannya, bermain video game membuat anak menjadi kecanduan, malas, lupa waktu, dan merusak mata. Sementara bermain di luar rumah membuat anak tidak aman, lupa waktu, dan jadi malas belajar.

Sebaliknya, dua kegiatan yang paling dianjurkan orangtua adalah membaca buku (47 persen) dan bermain di rumah bersama teman (27 persen). Membaca buku tentu akan menambah pengetahuan dan mengajarkan anak membaca, sedangkan bermain di dalam rumah lebih aman dilakukan karena orangtua bisa mudah mengawasi. Belajar bersosialisasi bisa dilakukan bersama kawan-kawan di dalam rumah.

Radani juga menemukan fakta, 60 persen anak-anak di Jabodetabek harus pergi les seusai pulang sekolah dan hanya sekitar 25 persen anak-anak yang bisa bermain sesuai kesenangan mereka. Sebanyak 80 persen guru berpendapat, anak-anak terlihat lesu dan tidak bergairah di pagi hari.

Direktur Radani Edutainment Hanny Muchtar Darta menuturkan, banyaknya permainan modern dan kurang menunjang sosialisasi seperti permainan video dan komputer, juga tontonan televisi, menghambat anak-anak bermain di luar rumah. "Ini tantangan orangtua. Anak-anak yang betah menonton televisi biasanya dipanggil pun tidak mendengar. Akibatnya, muncul emosi negatif, kalau dipanggil malah marah," terang Hanny dalam sebuah seminar yang didukung Rinso.

Terbatasnya lahan bermain di luar rumah maupun sekolah juga menjadi hambatan. Belum lagi minimnya waktu orangtua bermain bersama anak. "Sempatkan untuk bermain, sederhana saja seperti kuda-kudaan, kereta api-kereta apian, bercerita, atau bergulingan di rumput," ujar Hanny. Dengan demikian, potensi kognisi, emosi, dan sosial dalam diri anak akan terlibat semua.

Hasil penelitian The Association for Childhood Education International Amerika Serikat menyebutkan, bermain adalah alat utama untuk perkembangan imajinasi, kecerdasan, bahasa, dan kemampuan motorik (perceptual motor) pada bayi dan anak-anak kecil (Frost, 1992).

Guru Besar Fakultas Psikologi UI Sarlito W Sarwono menekankan pentingnya bermain di luar ruangan, semisal sepak bola. Tidak hanya untuk membangun jiwa berani mengambil risiko, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri, mencerdaskan emosi, serta menyehatkan kerja jantung, aliran darah ke otak, dan motorik kasar maupun halus.

Bermain bersama teman membuat anak peka akan kebutuhan dan nilai yang dimiliki orang lain, mengatasi penolakan dan dominasi, mengelola emosi, berbagi kekuatan, ruang, dan ide dengan orang lain, serta mengembangkan motivasi. Anak-anak yang bermain bersama teman akan belajar menyesuaikan perilaku dengan orang lain dan belajar menghargai perbedaan.

Read More......

Biarkan Anak Bermain...

Biarkan Anak Bermain...

Susi Ivvaty & Pingkan Elita Dundu

Anak terlalu banyak bermain? Orangtua pun khawatir, takut kalau-kalau ia tidak mendapat ranking di sekolah karena waktu belajar berkurang. Padahal, dengan bermain, anak tidak hanya bisa pintar secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan sosial. Jadi, mengapa takut bermain?

Di zaman serba kompetitif, orangtua berhak merasa waswas akan masa depan anaknya, jangan sampai tidak sukses. Maka, anak pun didaftarkan berbagai macam les, mulai Matematika hingga Bahasa Inggris. Orang dikatakan sukses jika pintar di sekolah dan bisa sekolah minimal S-2.

Bagi Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Sarlito W Sarwono, pendapat bahwa bermain bisa menghambat kesuksesan anak itu adalah takhayul. "Ada yang bilang, orang yang pintar di masa dewasa pasti sudah pintar sejak anak-anak. Sementara faktanya, orang-orang yang sukses justru punya masa kecil yang kurang bisa dibanggakan, seperti membantah orangtua, nakal, dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Sarlito, takhayul mengenai kesuksesan itu mengakibatkan orangtua membatasi waktu bermain anak. Bermain diatur jamnya, tempatnya, jenis permainannya, dan bahkan kawan bermainnya. "Padahal, porsi bermain bagi anak itu seyogianya jauh lebih banyak dibandingkan belajar," katanya.

Kebutuhan bermain

Sebenarnya makin banyak orangtua mengerti makna pentingnya bermain dan menganggap hal itu sebagai kebutuhan. Hanya, kadang-kadang mereka belum menemukan permainan yang paling cocok, meski sebenarnya orangtualah yang paling mengerti keadaan buah hatinya.

Pasangan Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan membagi pengalaman saat keduanya bermain bersama tiga anak mereka, Pruistin Aisha (5), Charlotte Fatima (4), dan Mieke Namira (1). Permainan bagi ketiganya bisa jadi berbeda karena tiap-tiap anak itu unik dan istimewa. "Kami memberikan permainan yang sama kepada anak-anak, namun hasilnya bisa berbeda. Kami biasa membawa anak-anak ke tempat-tempat berbuka, bermain bersama alam. Hasilnya, Prue, anak pertama kami, menjadi risk taker, berani ambil risiko, sementara yang kedua berbeda," ujar Shahnaz.

Maka itu, Shahnaz dan Gilang membebaskan anaknya bermain sebatas tidak membahayakan diri mereka. Pasangan ini juga menawarkan berbagai jenis permainan sehingga anak-anak bisa memilih. Selain boneka tangan, keduanya juga mengajarkan permainan musik dan berbagai permainan yang merangsang kognisi. "Kami lebih banyak membebaskan anak-anak kami bermain di luar rumah, bersama anak-anak kampung," kata Shahnaz.

Soal bermain ini, tak jarang Shahnaz dan Gilang berbeda pendapat, meski akhirnya bisa dikompromikan. Shahnaz awalnya tidak sepakat jika anaknya main hujan, berlari-larian di halaman saat hujan turun. Namun, karena anaknya suka dan Gilang merasa tidak masalah, ia pun bahkan ikut bermain. "Anakku senang sekali bermain hujan, apalagi sama temannya. Tadinya saya waswas, takut anak saya sakit. Tapi setelah mandi pakai air hangat, ternyata sehat-sehat saja tuh," ujar Gilang.

Nor Khakim (38) dan istrinya, Mahani (34), warga Bojong Menteng, Bekasi, juga tidak membatasi waktu bermain dua putrinya, Alviani N Fadila (11) dan Nadia Nandra Kamila (5). Boleh bermain sepuasnya sampai sore, sedangkan malam hari untuk belajar. "Namun, permainan kami pilih yang bermanfaat dan harga terjangkau," kata Khakim yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.

Maka, Khakim membelikan piano untuk melatih bakat seni anak dan boneka untuk melatih kelembutan. Menurut dia, mainan rumah-rumahan atau boneka bisa membuat anak-anak dekat dan mencintai rumah. "Kami jarang main ke mal, khawatir anak-anak menjadi konsumtif. Kami memilih membawa anak-anak ke toko buku atau taman rekreasi. Syukurlah, anak-anak kami suka bermain piano dan organ, juga gemar membaca dan mengarang," jelasnya.

Hal yang sama dilakukan Rina Hastuti (34), seorang polisi wanita. Ia membebaskan dua putranya, Dimas (7) dan Bimo (5), memilih permainan sendiri dan juga tidak membatasi keduanya bermain di luar rumah asal pulang menjelang magrib. "Dulu waktu masih batita, saya memilihkan mainan, namun sekarang saya hanya mengarahkan, apakah permainan itu bermanfaat atau tidak," katanya. Saat ini Dimas sedang menyukai mainan robot, mobil-mobilan, serta menyusun posisi brigade tentara.

Bagi Rina dan suaminya, bermain bersama anak adalah saat untuk mendekatkan diri mereka secara emosi dengan anak sehingga mereka selalu menyempatkan waktu untuk bermain bersama Dimas dan Bimo seusai pulang kerja. "Khusus Sabtu dan Minggu, anak-anak kami ajak jalan-jalan," kata Rina.

Mengutip Goltsman Moore dan Lacofano (1992), bermain adalah sebuah proses di mana seorang anak dapat belajar. Kesempatan bermain yang berkualitas membawa pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan anak.

Menurut Sarlito, yang terpenting bagi orangtua adalah bermainlah dengan anak-anak sehingga semuanya terlibat. Permainan itu bisa dengan menyanyi, misalnya lagu Satu-satu (sambil belajar menghitung), Ular Naga Panjangnya (belajar mengenal hewan), atau Topi Saya Bundar (belajar geometri).

Semakin besar anak, permainan makin terstruktur, kompleks, dan ada aturan yang harus diikuti sehingga anak bisa belajar nilai-nilai penting yang sangat berguna untuk kehidupannya kelak. Ayo bermain...!

Read More......

Sunday, April 08, 2007

Menghindari Investasi "Berduri"

Menghindari Investasi "Berduri"

Elvyn G Masassya, Praktisi Keuangan

Investasi berduri? Apa maksudnya? Yang jelas, ini bukan cerita tentang buah durian, melainkan kisah yang masih terus berulang tentang orang-orang yang kehilangan dananya akibat ikut serta dalam investasi gadungan.

Ya, coba cermati berita di surat kabar dalam beberapa bulan belakangan ini, begitu banyak perusahaan yang ditengarai menipu habis para investor. Bahkan, ada yang nilai "tipuannya" mencapai triliunan rupiah.

Pertanyaannya, kenapa hal semacam itu terus saja berulang? Kenapa pula perusahaan yang menjalani investasi gadungan tetap saja bermunculan? Tentu saja ada banyak penyebab. Coba kita lihat secara obyektif.

Seperti kita tahu, dalam hukum pasar, ada permintaan dan ada pasokan. Dan sebaliknya. Perusahaan yang menawarkan investasi merupakan pemasok. Perusahaan semacam itu akan mati jika tidak ada pihak yang berminat alias tidak ada permintaan.

Kenyataannya selalu saja ada perusahaan yang menawarkan investasi dan selalu ada anggota masyarakat yang mau berinvestasi di perusahaan tersebut. Jadi, dalam hal ini, masalahnya ada di kedua belah pihak, yakni perusahaan yang menawarkan investasi dan investor sendiri.

Kenapa perusahaan investasi semacam itu bisa berdiri, padahal sudah jelas kegiatannya melakukan tipu-menipu investasi?

Jawabannya sederhana, yakni masih adanya kekosongan hukum dalam menggawangi perusahaan semacam itu. Secara ketentuan, perusahaan yang menjalani investasi secara benar mesti memenuhi ketentuan pasar modal, yakni memiliki izin pengelolaan dana investasi jika kegiatan perusahaan terkait dengan aktivitas pasar modal.

Perusahaan yang menawarkan investasi tipu-menipu biasanya tidak mau berhubungan dengan pasar modal. Mereka mendirikan perusahaan sebagai perusahaan biasa, tetapi melakukan kegiatan investasi kendati investasinya sendiri tidak pernah jelas.

Yang sangat jelas hanyalah janji-janji untuk memberikan return aduhai yang nilainya bisa jauh di atas pasar. Janji hasil yang aduhai itulah yang kemudian menjerat pemilik dana.

Hati-hati

Konkretnya, dari sisi aspek hukum memang sulit menghentikan gerakan perusahaan yang didirikan untuk melakukan investasi tipu-menipu karena mereka bukan perusahaan investasi. Mereka cukup mendirikan perseroan terbatas, lalu beraktivitas sebagai kegiatan perdagangan.

Persoalan berikutnya, hampir tidak ada pengawasan ataupun pemeriksaan atas perusahaan bunglon semacam itu, apakah mereka benar-benar melakukan kegiatan sesuai dengan yang tercantum di akta atau sebenarnya kegiatan yang mereka lakukan sangat melenceng.

Dengan kata lain, kunci untuk menghentikan keberadaan perusahaan investasi gadungan sebenarnya—untuk sementara ini—bukan dalam koridor hukum, melainkan bergantung pada masyarakat pengguna jasa perusahaan tersebut. Dengan kata lain, calon investorlah yang mesti lebih hati-hati.

Lalu, bagaimana agar tidak terjebak pada rayuan gombal perusahaan investasi gadungan?

Pertama, jika hendak melakukan investasi pada suatu perusahaan, lakukan due diligence terlebih dahulu terhadap perusahaan tersebut. Cermati legalitasnya. Apakah memang memiliki izin investasi atau tidak.

Lalu, teliti siapa yang menjadi pengurusnya. Apa latar belakang pengalaman mereka. Apakah juga memiliki lisensi melakukan pengelolaan dana atau tidak. Jika mereka menawarkan menginvestasikan dana dalam kegiatan pasar modal tetapi tidak memiliki izin investasi, sudah sepatutnya Anda mempertimbangkan untuk tidak menempatkan dana pada perusahaan tersebut.

Kedua, aspek transparansi kegiatan dan keuangan perusahaan. Aspek ini merupakan "inti" yang berdampak langsung terhadap nasib dana Anda. Bila Anda melakukan investasi, Anda mesti tahu bagaimana dana Anda "berputar".

Anda mesti paham bagaimana dana Anda bisa "beranak pinak" dan tentu saja mesti menggunakan logika investasi. Misalnya, dana Anda akan dipakai sebagai modal dagang, maka harus ada hitungan berapa biaya dan keuntungan dagang tersebut.

Pendeknya, segala hal yang terkait dengan proses menumbuhkembangkan dana Anda, mesti Anda peroleh infonya. Jika pihak perusahaan mengatakan proses "pembiakan" uang Anda bersifat rahasia, Anda tidak usah ragu meninggalkan perusahaan tersebut karena sudah jelas bohongnya.

Ketiga, memahami logika investasi. Prinsipnya, investasi adalah bagaimana membuat uang yang Anda miliki bisa bekerja wajar dan masuk akal. Artinya, bila di pasar investasi secara umum dengan risiko wajar akan menghasilkan imbalan 10-12 persen per tahun, maka jika ada perusahaan investasi yang berani menjanjikan jauh di atas itu, pasti ada yang tidak wajar. Paling tidak patut dipertanyakan.

Katakanlah, perusahaan menjanjikan imbal hasil 5 persen per bulan atau menjadi 60 persen per tahun, ini sangat tidak masuk akal. Bila memang ada investasi yang imbalannya sebesar itu, pastinya si perusahaan tidak perlu mengajak Anda. Dananya sendiri saja yang "diputar".

Dengan kata lain, jika memang ada investasi menghasilkan keuntungan 60 persen setahun, kenapa tidak pinjam kredit bank saja yang bunganya sekitar 15 persen per tahun lalu dananya diputar dalam investasi dimaksud? Kenapa perusahaan tersebut tidak menempuh cara seperti itu?

Jelas, karena investasi sebenarnya adalah berbagi risiko, bukan berbagi keuntungan. Dan, memang tidak ada investasi saat ini yang secara logika bisa mendapatkan imbalan 60 persen per tahun.

Wajar

Dari paparan di atas, jelas investasi yang menjanjikan keuntungan di luar kewajaran tidak lebih dari investasi gadungan. Pengalaman menunjukkan sudah sangat banyak investor yang tertipu.

Jadi, bila Anda tidak mau menjadi korban berikutnya, berinvestasilah secara wajar, konservatif, dan sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Ingat, investasi yang dilatari keserakahan biasanya akan "berduri". Kalau tidak mau tertusuk duri, jangan jadi investor serakah.

Pertanyaan dapat diajukan kepada penulis melalui alamat kompas@kompas.com

Read More......

Sunday, March 04, 2007

Rawat Gigi Sedini Mungkin

Rawat Gigi Sedini Mungkin




Jangan jadikan dokter gigi sebagai momok. Ajak putra-putri Anda merawat gigi sedini mungkin. Percayalah, gigi yang terawat sejak kecil akan terlihat sehat dan bebas masalah di usia dewasa kelak.

Rentang usia 6-12 tahun adalah masa yang "kritis" bagi kesehatan gigi anak. Maksudnya, di usia inilah setiap anak mengalami masa gigi campuran, yaitu gigi susu mulai tanggal satu-persatu, digantikan dengan gigi sulung. Di masa ini banyak sekali masalah yang timbul. Misalnya, satu gigi mau tumbuh, gigi lain berlubang. Atau salah satu gigi tumbuhnya miring, sedangkan gigi lainnya sulit menembus gusi sehingga menimbulkan pembengkakan, bahkan radang.

Di masa-masa inilah, menurut Drg. Rosa Damayanty dari Charinta Dental Clinic, anak seharusnya sudah akrab dengan dokter gigi, agar berbagai masalah dapat diatasi sejak dini. "Sejak gigi anak mulai tumbuh, sebaiknya orangtua rajin membawa anak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali. Bisa lebih sering jika ditemukan banyak masalah di giginya."

Ada dua tindakan yang penting dilakukan sejak gigi anak mulai tumbuh, yaitu tindakan preventif atau pencegahan, dan tindakan kuratif atau pengobatan. Tindakan pencegahan bisa berupa banyak hal. Yang paling dasar, memotivasi dan mendorong anak agar bergaya hidup bersih.

Ajari Gosok Gigi

Sejak usia 6 bulan kenalkan anak pada proses pembersihan gigi. Saat gigi susu sudah lengkap, berilah motivasi untuk menyikat gigi secara teratur. Cegah makanan yang manis-manis, dan kalau bisa di malam hari jangan minum apa pun yang manis kecuali air putih. "Orangtua harus menjelaskan pada anak, makanan apa saja yang merusak gigi, seperti yang manis dan lengket," papar Rosa.

Bagaimana mengenalkan proses menggosok gigi pada bayi? "Orang tua bisa membungkus jari kelingking dengan kain kasa, kemudian menggosokkannya pada gigi bayi. Bisa juga dengan menggunakan cotton rol," saran Rosa. Jika anak mulai besar, orangtua bisa mulai mengenalkan modifikasi sikat gigi, yang sekarang banyak jenisnya di pasaran. Misalnya sikat gigi kecil yang bisa dimasukkan ke jari. "Memang diperlukan proses yang panjang sebelum anak mengenal sikat gigi yang sesungguhnya."

Pemberian susu dalam botol di malam hari, merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan. Menurut Rosa, orangtua sebaiknya memilih susu formula yang tidak mengandung gula. "Kebanyakan caries (lubang pada gigi) pada anak-anak disebabkan karena minum susu di botol, tepatnya disebut nursing bottle caries."

Minum susu botol di malam hari, apalagi jika si anak sampai tertidur, bisa membuat susu menggenang di mulut. Kandungan sukrosa dan glukosa pada susu, menyebabkan asam di mulut. Ini yang harus diwaspadai karena bisa menyebabkan caries. Jika sudah memungkinkan, lebih baik anak minum susu di gelas saja, dan sesudahnya gigi harus dibersihkan," ujar Rosa menyarankan.

Jeda Waktu Makan

Lubang pada gigi yang sering disebut caries, pada anak terdiri dari dua jenis, yaitu rampan caries dan nursing bottle caries. Rampan caries adalah lubang dengan permukaan luas. Artinya semua permukaan gigi terkena caries. Hal ini bisa terjadi karena ketika masih dalam kandungan, kurang suplemen fluor atau kalsium.

Sama seperti pada orang dewasa, caries bisa terjadi karena dipengaruhi empat faktor, yaitu kondisi mulut, keberadaan mikroorganisme dalam mulut, makanan yang masuk, dan waktu. Kondisi mulut dalam keadaan tertentu mempengaruhi terjadinya caries. Sementara mikroorganisme memang dari sananya sudah ada dalam mulut, hanya saja ada yang baik dan buruk.

Soal waktu juga mempengaruhi. Maksudnya, jarak waktu antara makan yang satu dengan waktu makan yang lain, tanpa melakukan sikat gigi atau kumur. Jika terlalu dekat, kondisi mulut cenderung lebih asam. Dalam kondisi asam, bakteri gampang tumbuh. "Usai sikat gigi setelah sarapan, misalnya, jangan langsung ngemil lagi, nanti kondisi mulutnya asam lagi. Berilah waktu agar mulut pH-nya," jelas Rosa.

Jika terjadi caries, gigi anak sebaiknya ditambal. Ada orang tua yang menganggap jika gigi susu anak berlubang tidak perlu ditambal karena toh nantinya akan tanggal. Namun menurut Rosa, tanggalnya gigi susu pada anak tidak bisa dipresiksi kapan.

Cabut Gigi di Dokter

Seperti halnya perawatan gigi yang lain, pencabutan gigi juga tak bisa dilakukan sembarangan. Prinsipnya, gigi tak boleh dicabut jika belum waktunya dicabut. Sebaliknya, hindari juga gigi terlalu goyang sampai tanggal dengan sendirinya. Kondisi ini akan menyusahkan memprediksi arah gigi yang mau tumbuh.

Gigi goyang adalah tanda gigi baru sudah mulai mau muncul. Gigi lama sudah terdesak, didorong oleh gigi baru. Itulah saat yang tepat untuk mencabut gigi," terang Rosa. Itu sebabnya pencabutan gigi sebaiknya dilakukan di dokter, agar bisa dipastikan apakah waktunya sudah tepat.

Lantas, perlukan anak memakai kawat gigi? Jawabannya, perlu. Khususnya untuk gigi yang tidak rata tumbuhnya. "Perataan gigi susu sangat baik bagi pertumbuhan gigi berikutnya. Biasanya gigi susu akan tanggal secara lengkap pada usia 12 tahunan.

"Jika selama ini dokter gigi menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak (bahkan orang dewasa sekalipun), biasakan sedini mungkin Anda mengajak putra-putri tercinta secara rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi langganan. "Berikan pengertian, agar anak merasa pergi ke dokter gigi seperti main ke rumah teman," tandas Rosa.

Tambahan Fluor

Tindakan pencegahan yang kini cukup populer adalah pemberian suplemen fluor. Fluor bisa diberikan dalam bentuk air minum, cairan tetes, tablet, obat kumur, dan pasta gigi. Bisa juga diberikan di tempat praktek dokter berupa larutan/gel yang diaplikasikan pada gigi, yang disebut topical fluoridasi.

Suplemen fluor yang masuk ke dalam tubuh, seperti tablet, disebut sistemik. Fluor ini berguna untuk benih-benih gigi yang akan tumbuh nanti. Sementara yang diaplikasikan pada gigi, berguna pada saat itu juga. Di beberapa negara, air minum sudah diberi fluor, sedangkan di Indonesia masih belum.

Tablet fluor dapat diberikan sejak bayi berumur 2 minggu hingga anak 16 tahun. Umur 2 minggu-2 tahun biasanya diberikan dosis 0,25 mg, 2-3 tahun diberikan 0,5 mg, dan 3-16 tahun sebanyak 1 mg. Pemberian fluor ini, menurut Rosa, harus diperhatikan jangan sampai kebanyakan.

"Jika sudah diberi dalam bentuk tablet, harus diperhatikan penggunaan pasta gigi. Jangan sampai anak balita menelan pasta gigi yang mengandung fluor. Jika kebanyakan fluor di gigi akan akan timbul spot-spot putih kecil-kecil."

Selain pemberian fluor, tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan menutup celah-celah pada gigi. "Gigi-gigi belakang itu, kan, bercelah. Ada lengkung-lengkung dan lereng-lerengnya. Kalau sudah menghitam, kita lapis dengan yang namanya fisure sealant," ungkap Rosa



Sumber: Nova

Read More......

Basic tentang GoogleAdsense :

Basic tentang GoogleAdsense :

AWALNYA :
Beberapa tahun yang lalu, Google mulai menerima pemasangan iklan via banner dalam setiap proses pencarian via www.google.com. Google menyebut programnya ini dng nama : Google Adwords. Kemudian Google juga menawarkan kepada para pemilik website untuk ikut menampilkan iklan dari Google ini, dengan bayaran system bagi hasil 'pembayaran setiap klik' . Jadi jika pemasang iklan via Adwords membayar sekian dollar/sen kepada Google untuk setiap klik iklan mereka, maka sebagian akan diberikan ke pemilik website yang ikut program ini, disebut Google Adsense.

Dari pengamatan saya, member Google Adsense dibagi menjadi 2 macam :
1. websitenya yang menggantungkan 100% dari Adsense
2. adsense digunakan sebagai penghasilan tambahan dari content asli website itu.

Ciri-ciri no. 1 adalah isi website tidak adanya content yang kuat, misal: Blog kalau ciri no 2 adalah isi websitenya berisikan content yang jelas , misal : toko online, komunitas, product barang, dll.

SAAT MENDAFTAR KE GOOGLE ADSENSE :
- Sebelum mendaftar, siapkan website yang akan didaftarkan, berbahasa inggris lebih baik dari pada berbahasa indonesia. mempunyai domain sendiri lebih besar kans nya untuk diterima oleh google. Website ini hanya untuk saat pendaftaran, sebab kemudian hari adsense bisa terima sampai 200 website dalam satu account. Usahakan website sudah berisi dan jelas isinya saat mendaftar.
- Saat mengisi formulir, jangan memasukkan informasi yang salah atau fiktif! (ciri khas orang indonesia di internet..he..he), semua apa adanya, sebab ini nanti hubungannya dengan alamat pembayaran.
Nama dan alamat jangan sampai salah satu karakter-pun, sebab bisa merepotkan diri sendiri saat terima pembayaran (Cek), usahakan sama dengan alamat di KTP anda.

SETELAH PENDAFTARAN DITERIMA :
- Masukkan kode script adsense ke website anda.
- Promosikan website anda, cara promosi banyak sekali, bentuk promosi yang paling bagus adalah via Search Engine, ada 3 search engine yang paling penting : 1. Google, 2. Yahoo dan 3. MSN
- Jangan mencoba melakukan spam dng sering meng-clik website anda sendiri, jika ketahuan bisa di banned oleh system di GA (Google Adsense). System penentuan sah tidaknya suatu klik pada banner iklan adsense sudah dibuat lumayan canggih, tidak berdasarkan ip address saja, namun berdasarkan beberapa kriteria tertentu (yang kurang etis kalau saya jabarkan disini), jangan terfokus bagaimana meng-akali system di GA (he..he..ciri orang indonesia di internet lagi), fokus saja di promosi dan isi content website anda.

PEMBAYARAN OLEH GA :
- Saat total pendapatan anda di GA mencapai $50, maka akan dikirim pin untuk konfirmasi, namun ini tidak selalu ada, kalau tidak pernah terima pin tak masalah.
- Jika total pembayaran sudah mencapai diatas $100, maka GA akan segera membuatkan sebuah cek untuk anda, ke alamat anda saat mendaftar.
- Pengiriman cek oleh GA bisa dua macam :
1. via pos biasa (bisa sampai 2 bulan terimanya), untuk member GA dari Indonesia biasanya dikirim dari Malmo, Swedia. Pengiriman ini tanpa biaya (ditanggung oleh GA)
2. via courier (DHL/Fedex), waktunya hanya 5 hari sudah sampai, ada biaya : $24 untuk setiap kirim. Biasanya untuk member GA dari Indonesia dikirim dari Dublin, Irlandia
- Cek GA biasanya dari Bank HSBC atau CItibank.
- Untuk proses pencarian bisa dilakukan di setiap bank ternama di indonesia (dng aturan sendiri2), proses cairnya sekitar 3 minggu dan ada biaya fee untuk bank itu (sekitar $10an)

LAIN-LAIN :
- Sejak pendapatan anda mencapai $100, jika via kantor pos, maka terima uangnya bisa makan waktu 4 bulan (1 bulan untuk proses di GA, 2 bulan untuk kirim pos, 1 bulan untuk pencairan), memang lama, namun anggap saja investasi jangka panjang.
- Jika pendapatan anda belum besar dan tergesa, lebih baik US$ dari GA di hold dulu (ada fasilitas ini di menu member), kumpulkan hasil dari beberapa bulan dulu , jika sudah dirasa besar jumlahnya, barulah minta dikirim!, kirim via DHL/Fedex lebih cepat dan lebih aman untuk jumlah yang besar.
- Jika pengiriman via kantor pos dan sampai 2 bulan belum tiba, anda bisa minta ganti cek, maka cek yang lama sudah tidak berlaku lagi. Cek hanya bisa dicairkan oleh nama yang tertera disitu, jadi aman.

LAST COMMENT :
- Belajar GA adalah suatu bentuk Internet Marketing sesungguhnya, bisa dijadikan investasi yang bagus untuk masa-depan anda, pada awalnya anda harus repot banyak seperti : menyiapkan content, website, promo, promo, terus promo, namun jika suatu saat penghasilan sudah mulai besar, maka bisa dikatakan bahwa pendapatan anda akan stabil di angka itu terus tiap bulannya, naik turun sedikit itu maklum (kecuali server down), semakin dipromosikan lagi semakin besar pendapatan anda tiap bulannya.
- Jangan pernah mengharap dalam tempo cepat hasil sudah besar : butuh waktu, butuh isi lebih bagus dan lebih banyak, butuh promosi dan butuh ..... doa !. Pengalaman saya dulu terima hanya $100 lebih dikit perbulan, berkembang menjadi $1000 lalu berkembang lagi menjadi sudah lebih dari $1700, semoga akan berkembang terus...doakan saja.

YoNo

Read More......

Google Adsense adalah Sebuah Investasi : Bagian Satu

Google Adsense adalah Sebuah Investasi : Bagian Satu


--------------------------------------------------------------------------------
Saya lihat banyak member (kebanyakan yg pemula) sering mencoba mencari-cari jalan singkat bagaimana mendatangkan US$ dari GA secepat & sebanyak mungkin (Sehingga sering menyalahi aturan dari GA), menurut saya cara ini kurang betul, saya menyarankan bagi anda yg masih pemula untuk lebih konsentrasi bagaimana menentukan 'content' dari website, kemudian konsentrasi mengisi dan mengupdate dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mempromosikannya baik lewat Search Engine atau cara lain.

Menurut saya GA adalah sebuah investasi yang sulit kalau kita ingin dapat US$ hanya dalam waktu singkat. Semua butuh waktu dan kerja keras, jika kita tepat pilih 'content', update dan promosi maka investasi yg kita tanamkan akan kembali dan selanjutnya US$ datang mengalir setiap bulan dengan cukup tinggal menjaga server tidak down dan mengikuti jumlah kunjungan jangan sampai turun. Investasi di GA bisa mulai dengan biaya yang sangat minim : membeli domain (yang tak sampai 100rb), investasi selanjutnya biasanya tak kelihatan sebab semua berupa kegiatan virtual di internet (design,promosi,dll), jika sukses, maka impian banyak anak muda Indonesia : 'tinggal ongkang-ongkang duit mengalir terus' bisa tercapai.

Investasi ini jangan sampai sia-sia, untuk memberikan bimbingan bagaimana investasi ini agar tidak sia-sia, saya ada penjelasan sbb :

BAGIAN SATU : Menyiapkan suatu website.

1. Tentukan untuk isi websitenya, segment apa yg akan dibuat? misal : musik, kultur, pariwisata, politik, hobby, portal, dll
Untuk segment international (bhs inggris) peluang meraup US$ nya lebih besar, namun untuk promosinya lebih sulit
2. Pilih nama domain, bisa .com, .biz,.co.id, .web.id, dll
Saya menyarankan kita punya domain sendiri yang menjadi milik kita sendiri!
Jangan pakai domain gratisan, subdomain, dsb...ini kurang baik, sebab ini sangat tergantung pada domain induknya, jika policy domain induk berubah..bisa-bisa investasi kita hilang seketika.
Harga sebuah domain sekitar 60rb - 165rb, inilah modal (fisik) awal saat kita membuat website (dan Ikut GA).
3. Cari hosting untuk domain kita, ini bisa cari yang murah bahkan yang gratisanpun tak apa, yang penting servernya ada jaminan 99.9% online terus, kalau gratis namun sering down percuma dipakai.
4. Jika server sudah siap, maka selanjutnya diisi dengan content yang sudah kita pilih, semakin banyak isinya (dan orisinal!) adalah semakin bagus
5. Saat website sudah siap, maka langkah selanjutnya yang sangat penting adalah : Promosi !
6. Promosi paling murah dan sangat efektif adalah lewat Search Engine.
Sekitar 80% kunjungan ke website adalah lewat search engine. Saat ini hanya ada tiga Search engine yang berpengaruh besar : Google, Yahoo & MSN

Untuk mendaftarkan website kita ke 3 search engine ini silahkan kunjungi :

Google.com :
http://www.google.com/addurl/

Yahoo.com :
http://submit.search.yahoo.com/free/request

MSN.com :
http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2

Langkah selanjutnya adalah konsentrasi untuk promosi dan update content, semakin banyak melakukan promosi & update content adalah semakin bagus.

catatan :
- Jangan pernah berusaha mencoba nge-click iklan di website kita sendiri, sebab ini melanggar aturan GA, bisa-bisa nanti account kita di blokir oleh Google
- Jangan pernah berpikir apalagi berusaha untuk melakukan bagaimana mengakali GA agar kita bisa dapat US$ lebih besar dengan jalan yang nakal-nakal. Ini usaha sia-sia hanya buang waktu (dan tidak betul!).
- Pokoknya jangan pernah berpikir diluar 'jalan yg benar', konsentrasilah pada 2 hal penting :
1. content
2. promosi

Saya yakin jika dua hal tersebut dilakukan dengan benar maka US$ akan mulai kita terima beberapa waktu kedepan, dan semoga setelah itu semakin besar US$ diterima tiap bulannya, itung-itung membantu negara mendatangkan devisa

Untuk menyemangati para pemula di dunia GA, apa perlu saya tampilkan gambar cek-cek dari Google yang pernah saya terima?, ada yang cuma mulai $100an, meningkat ke $900an sampai yang 2k, semua masih saya simpan copy nya. Namun takut kalau saya tampilkan dikira menyombong padahal tujuannya hanya untuk menambah motivasi member GA pemula, sebab GA beda dengan cara internet marketing kebanyakan (yang harus cari downline, harus bayar sesuatu yang tak jelas, dll,dll). GA adalah salah satu bentuk Internet Marketing yang legal, murah dan menjanjikan. Namun untuk mencapai sukses lewat GA butuh kerja keras dan waktu.

BERSAMBUNG .... (semoga ada terusannya)

Read More......

Sunday, November 26, 2006

Hijaunya dedaunan jadi inspirasi Meiling

Hijaunya dedaunan jadi inspirasi Meiling

bisnis.com - Taman hijau dengan rimbunnya dedaunan telah mengusik perasaan Meiling untuk mengungkapkannya dalam rancangan busana. Yang muncul kemudian adalah serangkaian gaun yang menggambarkan keindahan susunan dedaunan yang ditumpuk, atau bertebaran dalam motif kain.
Perempuan kelahiran Bagansiapiapi, Sumatra Utara, 5 Mei 1970, ini membuat beragam desain yang menyatu satu sama lainnya. Dalam pergelarannya di Bali Fashion Week 2002 di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu, aneka rancangan dengan motif daun itu ditampilkannya dalam tema Green garden.

Memakai satu warna dasar off white, Meiling yang memakai label JM Fashion (singkatan dari nama suaminya Joni dan Meiling) ini, bermain dengan desain dan penataan daun yang juga dibuat dari kain berwarna hijau segar.

Bahan yang dipakainya a.l. sifon twinkle, sifon polos, sifon motif kombinasi dengan shantung, thaisilk dan satin. Sedangkan motif yang dipilihnya adalah daun kecil-kecil yang bertebaran yang dibuat dengan proses celup batik.

Rancangannya yang ditampilkannya bergaris modern dan sedang digandrungi pecinta mode sekarang ini. Ada rok selutut dengan potongan asimetris yang dipadu dengan blus tanpa lengan. Sementara lengannya dipasangi rumbai-rumbai dari kain yang sama.

Atau bustier pendek yang dipermanis dua helai daun lebar dipadankan dengan rok asimetris. Ada lagi bustier yang dipadankan dengan rok model overslaag. Dia juga merancang gaun terusan dengan model leher dikaitkan di belakang sehingga punggung pemakainya terbuka. Belahan samping yang tinggi dipermanis dengan payet model daun-daun.

Untuk rancangan masterpiece, Mailing menampilkan bustier dengan rok panjang yang terbuat dari tumpukan daun-daun lebar, yang cukup memukau pengunjung yang menyaksikan show tersebut.

Berawal dari konfeksi

Meiling termasuk pendatang baru dalam dunia rancang merancang. Bermula dari sebuah usaha home industry tahun 1998, perempuan muda ini membuat sendiri rancangan busana dengan dibantu seorang penjahit.

Setahun kemudian, dia membuka butik di Cilacap Jawa Tengah yang sekaligus menjadi kantor pusat JM Fashion. Ketika Bali Fashion Week pertama tahun 2000 diadakan, Meiling diundang untuk mengikutinya.

"Saya ingin menjajaki pasar Bali, karena itu mau ikut pameran pada acara besar tersebut. Ternyata stand kami cukup banyak pengunjung, sampai kami mendapat kesempatan dua kali untuk tampil show," ujarnya.

Menurut dia, tanggapan masyarakat Bali cukup antusias terhadap produk busananya, dan tahun itu juga dia membuka butik di Kuta Bali, dan tahun ini buka lagi di Denpasar. Butiknya juga ada di Mayestik, Jakarta, serta di Keris Gallery.

Meiling menuturkan bahwa dia tidak menyangka kalau perusahaannya akan berkembang pesat seperti ini. Malah dalam waktu dekat dia akan ekspor ke Malaysia, Brunai Darussalam dan Singapura.

Padahal dia hanya belajar menjahit secara otodidak melalui buku fashion dari luar negeri. "Saya hanya ikut kursus menjahit sebentar, lalu langsung praktik dan mengikuti perkembangan mode," ujar desainer yang menetap di Cilacap ini anak keempat dari enam bersaudara.

Kini perusahannya selain membuat busana pesta seperti kebaya dan gaun-gaun dengan aksen bordir untuk butiknya, dia juga menjual bahan tekstil dan melayani konfeksi dalam partai besar. Sekarang jumlah karyawannya sekitar 200 orang dengan 120 mesin. Sementara kapasitas produksinya 150-250 set sehari. (yr)
Sumber: Bisnis Indonesia

Read More......

Menghadapi Kesedihan Dengan Kreatifitas

Imas Syamsul Mappareppa
Menghadapi Kesedihan Dengan Kreatifitas



Tak mudah terpengaruh pada hal-hal yang melemahkan semangat berkreatifitas dan berusaha sebagai kunci sukses usaha Kedukaan mengawali kiprah Imas Syamsul Mappareppa sebagai desainer busana Muslim. Kematian putra ketiganya, Riza, akibat leukimia pada 1996 mendorongnya untuk berhaji (1997).

Sepulangnya dari tanah suci ia bertekad berbusana Muslim kendati saat itu komunitas sosialnya sebagai pendamping tentara yang harus aktif dalam perkumpulan istri TNI-AD tak memungkinkannya. ''Kalau sekarang kan sudah reformasi, banyak juga kok ibu-ibu lain yang berbusana Muslim juga,'' memaparkan kondisi komunitasnya sekarang. Mengisi hari-hari sedih setelah kepulangan Riza, Imas sering terjaga hingga larut malam. ''Saya sering tidak bisa tidur atau terbangun malam-malam. Suatu malam saya lantas mencoba mencoret-coret kertas untuk merancang busana Muslim buat diri saya sendiri,'' papar ibu empat anak ini.

Awal kali berbusana Muslim setelah berhaji pada 1997, wanita bernama lengkap Imas Usmaningsih ini memang agak kesulitan mendapatkan busana Muslim yang sesuai dengan keinginnanya. Selama mengenakan busana rancangan sendiri itu, ternyata ada yang mengamatinya. ''Seorang ibu mengatakan baju-baju saya itu bagus dan mempertanyakan kenapa saya tak bikin peragaan busana,'' kenang Imas. Walau awalnya tak mempercayai ucapan itu, ia lantas mulai berpikir untuk membuat busana dengan orientasi orang lain. ''Kalau ada yang mau saya jual, enggak laku, ya, saya pakai sendiri,'' katanya.

Akhirnya, pada 6 Oktober 1999, atau sekitar setahun setelah ia belajar menjahit, untuk pertama kalinya Imas menggelar peragaan tunggal di Hotel Hilton Jakarta dengan memamerkan 40 potong baju. Respon hangat atas peragaan busananya itu membuat Imas bertambah yakin bahwa rancangannya bisa diterima banyak orang. ''Saya kaget sendiri, ternyata ini karunia dari Allah yang saya minta walau tantangannya banyak dan besar sekali,'' tuturnya. Ia mengakui, menjadi desainer busana Muslim tak pernah terbersit dalam benaknya sebelumnya.

''Kalau saya tak lanjutkan karunia ini berarti saya tak bersyukur,'' imbuh istri Kepala Staf Komando Strategi Angkatan Darat ini. Setelah beberapa kali menggelar peragaan dan karyanya disukai orang, keyakinan diri Imas atas hasil rancangannya tersebut membulat. Terutama setelah dukungan datang dari suaminya. ''Suami saya malah sering ikut menemaninya menggambar, membantu jika ada peragaan dan pameran busana,'' katanya. Niat Imas yang lain dengan merancang busana Muslim ini, ungkapnya, untuk mengajak wanita Muslim menutup aurat.

''Dakwah kan tak harus ceramah. Mau laku atau enggak, saya bikin saja terus. Saya ingin orang Muslim bangga dengan busananya,'' tandasnya. Showroom pertama lantas dibukanya di garasi rumahnya di Bandung. Imas menyatakan memiliki obsesi soal rancangan busana muslimnya. ''Saya ingin menampilkan karakter busana muslim yang tak lari dari bentuk etnik bangsa kita,'' katanya. Kesempatan ikut mendampingi suami tugas ke pelosok tanah air selalu dimanfaatkannya untuk mendapatkan bahan-bahan rancangan bajunya. ''Biasanya saya membeli bahan dengan ciri khas kota yang saya datangi,'' ujar perancang dengan ciri khas hand painting ini.

Maka, terciptalah desain busana muslim dari bahan sutra, tenun, limbah sutra, serat alam, bahkan kulit kayu yang didapatnya dari Pekalongan, Bengkulu, Palembang, Sulawesi, dan daerah lainnya. Awal membuka butik Imas hanya mempunyai empat orang karyawan, meliputi seorang tukang jahit, tukang potong dan dua orang pembantu. Sekarang, ia mempunyai enam belas karyawan, yaitu lima orang tukang jahit, satu orang tukang potong pola, satu orang finishing, empat orang SPG, tiga orang administrasi dan dua orang sopir.

Butik Imas pun sudah semakin lengkap, tidak hanya menjual busana muslim saja tetapi ia juga menjual beragam perlengkapan busana dan aksesorinya. Omset usahanya mencapai Rp 30 juta per bulan dan mengembangkan usaha dengan membuka butik kedua di Jakarta sejak tahun lalu. ''Saya hanya terus berusaha saja kalau saya pikir itu benar dan baik. Saya berusaha juga tak mudah terpengaruh hal-hal yang bisa melemahkan semangat berusaha saya,'' Imas mengungkapkan kunci usahanya.
(mg02 )

Read More......

Menjalani Hobi tanpa Menghamburkan Uang

Menjalani Hobi tanpa Menghamburkan Uang

DAHULU, hobi Asri Ipindhari (51) menghamburkan uang. Rumahnya padat oleh benda-benda kristal dan mebel berukir. "Lama-lama saya kasihan juga sama suami, walaupun sebenarnya dia membolehkan saya mengoleksi benda-benda tersebut. Lalu saya bertekad melakukan hobi yang menghasilkan uang," cerita Asri. Tekadnya tak main-main. Baru delapan bulan belajar sulam pita, di bawah bendera Asri Art Collection ia sudah mampu ikut pameran berskala nasional di Arena Pameran Kerajinan (Ina Craft), Jakarta, 19-23 April lalu.

DITEMUI di stan pameran tersebut, Asri tengah sibuk melayani pengunjung yang berjubel di stannya. Sulam pita buatan Asri memang menarik. Ia pandai melakukan harmonisasi warna. Di tangannya, warna kuning bisa melebur pada warna ungu, tanpa menimbulkan kejanggalan. Selain keahlian padu padan warna, Asri menggunakan pita-pita berkualitas baik, yaitu pita-pita impor yang memiliki gradasi warna. Asri agak kapok memakai pita buatan lokal. "Luntur, terutama yang berwarna gelap," ucap Asri sambil menunjukkan sebuah karya sulam pitanya yang luntur. Namun kreativitasnya membuat produk gagal itu tetap bisa digunakan. Rencananya kain katun putih yang ternoda lunturan pita tersebut akan dilukis agar noda luntur tersebut tersamar.

Karya Asri tidak terbatas pada sulam pita sebagai hiasan busana. Ia menyulam pita pada berbagai media, sebagai hiasan dinding, dekorasi kipas, pinggiran cermin, kotak perhiasan dari anyaman mendong, sarung bantal, tempat tisu, hingga sepatu.

Memilih kerajinan sulam pita didasari kesukaan Asri semasa kecil. "Saya suka sekali pita. Bukan rambut saja yang dikasih pita, kucing hingga anjing pun selalu saya beri hiasan pita," kata perempuan penyuka binatang ini.

Bagi sebagian orang, menyulam pita bisa jadi merupakan pekerjaan yang rumit. Namun kerumintan itu justru jadi tantangan tersendiri bagi Asri. "Aslinya, saya suka yang ruwet-ruwet. Jadi seruwet apa pun ya saya kerjakan," kata Asri sambil tertawa.

Padahal urusan Asri juga sudah cukup "ruwet". Asri yang tinggal tak jauh dari kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung sebenarnya tengah mengikuti program pasca sarjana di kampus tersebut. Ia mengambil ilmu kedokteran dasar (IKD) bidang studi mikrobiologi.

"Ah malu saya, itu tugas sekolah," katanya. Maksudnya, pihak Universitas Lampung (Unila) tempatnya bekerja sebagai dosen meminta Asri kuliah lagi. Menurut rencana Unila akan membuka program studi kedokteran. Asri sendiri bukan sarjana kedokteran, melainkan lulusan Jurusan Biologi Universitas Padjadjaran. "Ya, baca-baca buku terus bikin jenuh juga. Sulam pita bikin otak saya segar," ujar Asri.

**

DI Ina Craft, sebagian besar koleksi sulam pitanya nyaris habis terjual. Ia harus cepat-cepat menambah koleksinya.

"Ya, namanya baru delapan bulan, koleksi belum terlalu banyak. Apalagi pengerjaannya memakan waktu lama. Karena full handmade," katanya. Menyulam pita untuk sepasang busana Muslim bisa menghabiskan waktu satu minggu.

Kini, persedian menipis, pelanggan terus bertambah. Ya, meskipun masih terbilang baru terjun ke dunia bisnis, Asri sudah banyak memperoleh pelanggan. Padahal letak rumahnya di gang sempit yang berliku. Meski begitu, karyanya tetap dicari orang.

Untuk membantunya, Asri mendidik tiga karyawan yang ia jadikan juga anak asuh.

Selain sulam pita, Asri mengkursuskan ketiganya menjahit pakaian. Kelak mereka tidak hanya membuat sulam pita di atas kain yang belum jadi, atau menyediakan baju siap pakai. Ia juga bisa membuatkan sulam pita pada kain yang sudah dipotong, sehingga letak sulam bisa lebih tepat sesuai keinginan konsumen.

Setelah tiga bulan dalam didikan Asri, ketiganya sudah mahir. Selain mahir berkarya, tiga anak asuh Asri juga mahir bertutur laiknya sang ibu asuh. "Nah, ini sistem french knot, digabung dengan running, jadinya seperti ini. Agar mudahnya kami menyebutnya brondong, karena bentuknya seperti brondong jagung," kata Dian, salah seorang anak asuh Asri sambil mencontohkan salah satu sistem penemuan Asri.

Selain mengandalkan cara yang sudah ditemukan orang pendahulu sulam pita, Asri bereksperimen untuk menemukan cara dan jenis sulam pita yang baru. Temuan Asri dinamakan running karena sulam dibuat dengan cara menjelujur pinggiran atau tengah pita lalu menariknya hingga berbentuk gumpalan. Dengan sistem brondong ini, sulam pita Asri tidak terbatas pada jenis bunga-bungaan. Ia bisa membentuk hewan seperti kambing dan kupu-kupu.

Asri sendiri mendapat kepandaian sulam pita dari kursus-kursus. "Tapi kok saya merasa makin lama makin bloon. Lalu saya lihat buku-buku dan mengembangkannya sendiri," katanya.

Ketekunan Asri patut memperoleh acungan jempol. Pada saat masih tahap belajar, ia sudah berani menerima pesanan baju sulam pita untuk seragam acara pernikahan. "Yang pesan ada 15 orang. Saya kerjakan selama tiga bulan," ujarnya. Order besar pertamanya itu membuat sulam pita Asri kian dicari orang. Banyak tamu pesta yang bertanya di mana dapat diperoleh busana bersulam pita nan cantik itu.

Ketertarikan orang akan sulam pita karya Asri juga terlihat di arena pameran. Saat itu, mereka selain memborong hasil karya Asri banyak juga yang mengutarakan keinginan untuk belajar sulam pita. Bukan saja orang Indonesia, juga pengunjung dari luar negeri tertarik untuk belajar sulam pita.

"Karena banyaknya permintaan itu, sekarang saya mulai membuka kursus sulam pita," ucap Asri. Asri menjamin, siapa pun orangnya pasti bisa membuat sulam pita yang indah. "Ketiga anak asuh saya itu misalnya, mereka dari nol besar. Bahkan ada yang sama sekali belum pernah memegang jarum, tapi sekarang bisa. Jika belum bisa berkreasi sendiri, pada awalnya bisa mencontoh yang ada di buku atau gambar sulam pita," kata Asri menyemangati kaum perempuan.

**

KEINGINAN Asri memiliki hobi yang menghasilkan uang sudah terwujud. Karya-karyanya sudah laku dijual. Bahkan, di Ina Craft, kotak-kotak pernik dan kipas dari mendong yang dihiasi sulam pita laku keras. Untuk barang yang cantik itu, Asri mematok harga yang relatif murah. Begitu juga kain linen yang diberi sulam pita, konsumen dapat memilikinya dengan mengeluarkan dua lembar uang ratusan ribu, bahkan kurang.

"Yang agak mahal, sulam pita untuk busana Muslim atas bawah yang berbahan dasar kain sutra. Saya masih menggunakan sutra dari Italia dan Jepang. Sebab menyulam kain sutra buatan luar enak, tidak mudah koyak," kata Asri.

Dengan produk yang ditujukan bagi kalangan menengah ke atas ini, Asri bisa meraup untung agak lumayan. Terbukti harga sewa stan pameran selama seminggu, yang dipakai secara berkongsi dengan seorang temannya, seharga Rp 13 juta bisa tertutupi dari keuntungan penjualan.

**

WALAUPUN kelak kuliahnya sudah selesai, Asri tetap ingin mempertahankan karyanya di pasar Kota Bandung. Namun ia juga berencana membuka cabang juga di Lampung. Kini, ia sedang melirik sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Pasteur Bandung agar karyanya lebih mudah terjangkau pelanggan.

Ia tidak akan meninggalkan Bandung. Baginya, Bandung adalah kota inspiratif. Saat tinggal di Bandunglah ia bisa menelurkan ide-ide kreatif. "Kalau di Lampung, karena udaranya panas rasanya saya 'kemerungsung' (gelisah). Di Bandung, lagi tiduran eh ada ide, saya bangun. Lalu mendesain untuk kelak dijahit dalam bentuk sulam pita," tutur Asri.

Lagi pula Bandung adalah rumah keduanya. Putri satu-satunya Sheilla Petrina(23) sedang menuntut ilmu di Unpad. Tiga anak lainnya adalah laki-laki M. Fuad Rinaldy (24), M.Fahmi Andhika (20), dan Givano Wendarta(8)

"Saya beruntung memiliki suami yang memanjakan saya," ujar perempuan yang suka berdandan ini tentang sang suami tercinta, Jonizar Zakaria. "Tapi saya tidak terlena, pulang dari Bandung saya akan membuktikan pada suami bahwa saya juga bisa punya hobi yang menghasilkan uang ha..ha..ha... Saya akan membuka butik di sana," katanya. (EYP/"PR"/Uci)***

Read More......

"NGIRI" PADA INEKE & CHECHE KIRANI

Natalie Sarah
"NGIRI" PADA INEKE & CHECHE KIRANI

Sukacita. Demikianlah si cantik Natalie Sarah menyambut datangnya bulan Ramadan. Sahur, puasa, berbuka, salat lima waktu plus Tarawih, semua dilakukan Sarah dengan penuh semangat. Ya, pemeran Memey di sinetron Kawin Gantung ini memang bertekad untuk menjadikan puasanya kali ini penuh makna dan ibadah.
KLIK - Detail
Ya, Ramadan kali ini memang baru Ramadan kelima bagi Sarah. Meski begitu, ada yang unik pada diri gadis batak yang baru jadi mualaf sejak pertengahan 2001 lalu ini. Belakangan ia terlihat selalu tampil tertutup, berbusana muslim lengkap dengan penutup kepala. Ada apa gerangan? "Alhamdulillah, untuk Ramadan ini, aku sudah berniat akan selalu memakai jilbab. Sebenarnya, dua minggu sebelumnya pun, aku sudah pakai jilbab tiap hari," ujar Sarah berseri-seri.

Lalu, bagaimana dengan sesudah Lebaran? "Setelah Lebaran, apa aku akan terus pakai jilbab? Jujur saja, keinginan ke arah sana sudah ada. Tapi sepertinya untuk saat ini belum
bisa terealisasi karena masih terikat kontrak dengan sebuah rumah produksi."

Sarah sadar, untuk keperluan syuting dirinya belum bisa full memakai jilbab. "Karena ketika aku menandatangani kontrak dulu, aku, kan, tidak mencantumkan hal tersebut," ujar gadis yang kini enggak mau lagi pakai baju yang hanya satu tali.

Nanti, ujar Sarah, jika dirinya memang sudah benar-benar mantap untuk seterusnya berjilbab, "Aku tetap akan berdiskusi dulu dengan rumah produksi yang mengontrakku secara eksklusif. Kalau memang mereka setuju, alhamdulillah. Tapi kalau pun tidak, tetap bisa dicari jalan keluarnya. Misalnya menyelesaikan dulu sisa kontrak, baru sesudahnya memakai jilbab," ujar Sarah yang mengaku amat terkesan melihat para seniornya yang sudah lebih dahulu memakai busana muslim.

"Seperti Mbak Ineke Koesherawati, Astri Ivo, dan Cheche Kirani. Masya Allah, mereka itu tambah cantik setelah pakai jilbab." Seperti para seniornya itu pula, Sarah yakin bahwa memakai busana muslim tak akan menghalangi langkahnya di dunia hiburan. "Job jadi berkurang? Mungkin saja. Tapi tidak perlu khawatir, karena jodoh, rezeki ataupun maut itu kan, di tangan Tuhan," ujarnya bijak.

Meski begitu, diam-diam Sarah sudah menyiapkan lahan baru untuk dirinya kelak, andai tak lagi berkarier di sinetron. "Bukan karena khawatir. Ini hanya untuk antisipasi ke depan saja. Misalnya nanti aku enggak main sinetron lagi, aku sudah punya usaha lain," ujar Sarah yang ternyata sedang merintis usaha busana muslim. "Aku ingin buka butik sendiri," cerita Sarah yang mendesain sendiri semua busana yang dijualnya. "Enggak cuma mendesain, yang membuat pola dan motong kainnya juga aku. Tapi untuk menjahit, aku punya 2 pegawai."

Desain & Potong Sendiri
Yang unik dari busana muslim buatan Sarah, "Banyak yang ukuran kecil, S, XS, dan XXS. Ini berangkat dari pengalaman pribadiku, setiap kali mau beli baju muslim, pasti kedodoran.
Susah sekali mencari yang cocok dengan badanku. Rata-rata baju muslim memang didesain berukuran besar," ujar gadis berperawakan mungil ini.

KLIK - Detail Sebenarnya, busana muslim karya Sarah sudah cukup banyak. "Kalau dikumpulin dari awal, sudah cukup banget untuk buka butik. Tapi, setiap kali habis bikin, seringnya langsung habis dibeli sama teman-teman pengajian," cerita Sarah yang tidak mau memproduksi massal setiap desainnya. "Jadi eksklusif."

Memang, dari kecil Sarah bercita-cita menjadi desainer. "Dari kecil aku sudah nyoba bikin baju barbie sendiri. Makanya waktu SMKK, aku ambil jurusan disain." Namun perjalanan hidup membawa Sarah menjadi seorang model, kemudian terjun ke dunia sinetron. "Tadinya enggak kepikir akan membuka butik atau semacamnya. Tapi, saat pulang umrah kemarin, aku tiba-tiba dapat semacam pencerahan. Dorongan untuk membuka butik busana muslim mendadak muncul."

Sejak itu, Sarah giat membuat berbagai desain. "Aku beli mesin jahit lagi. Sekarang di rumah sudah ada 4 mesin jahit. Aku juga turun langsung mencari bahan. Biasanya sih, aku hunting sendiri kain di pasar Mayestik," cerita Sarah yang semula malu-malu memasarkan produknya ini. "Biasanya aku bawa ke pengajian. Cukup ditunjukin ke satu orang, berikutnya sudah nyebar sendiri."

Baru sebulan, Sarah sudah menerima banyak pesanan. "Pernah aku dapat pesanan khusus yang pembuatannya rumit banget. Sukses, sih, tapi setelah itu aku kapok bikin yang model begitu lagi. Habis, susah dan lama banget bikinnya," ujar Sarah yang mengaku tak berani mematok harga tinggi untuk baju-baju produksinya. "Yang paling murah, satu stel atas-bawah 140 ribu rupiah. Yang paling mahal, 500 ribu rupiah, tapi itu cuma satu disain, kok. Rata-rata kebanyakan, sih, berharga 200-an ribu rupiah."

Prinsip Sarah, "Membuat busana muslim yang cantik dan modis, tapi harganya terjangkau." Tak jarang jika ada yang minta dibuatkan baju dan menanyakan harga, Sarah balik bertanya, "Kamu punya bujet berapa?" Untuk memenuhi selera pasar, Sarah tak mau menetapkan satu jenis desain saja. "Mulai dari yang bergaya etnik, serba formal, sampai yang casual dan ceria khas remaja, tersedia. Bahannya juga macam-macam, raw silk, thai silk, sutra, organdi, dan macam-macam lagi."

Seriuskah Sarah dengan bisnis barunya ini? "Insya Allah, aku serius banget. Malah cita-citaku suatu hari nanti butikku bisa sebesar Shafira. Punya berbagai koleksi eksklusif yang bisa bikin pemakainya semakin cantik." Saat ini, Sarah mengaku akan berkonsentrasi pada peningkatan produksi terlebih dahulu. "Tapi aku belum bisa melakukan promosi yang besar. Soalnya belum ada mereknya."

Rupanya Sarah kebingungan dalam memberi label pada produknya. "Aku belum dapat nama yang pas. Aku enggak mau terburu-buru. Kalau memang belum nemu yang cocok di hati, ya, enggak mau dipaksakan."

Read More......

Dari Selebriti sampai Presiden

PROFIL MINGGU INI
Dari Selebriti sampai Presiden

Aan Ibrahim ( Desainer )

Aan Ibrahim termasuk satu di antara 60 desainer yang akan tampil pada Fashion Tendance 2006 di Jakarta, 13--14 Desember mendatang. Para perancang ini tergabung Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

SEBAGAI perancang, Aan dikenal sangat konsisten memasukkan motif-motif etnik Lampung seperti tapis, sulaman usus, batik sembagi, dan maduaro. Motif-motif yang menonjolkan seni karya adiluhung peninggalan nenek moyang Lampung ini memiliki kekuatan sendiri dalam guratan rancangannya. Sehingga desainer ini mampu menyejajarkan diri dengan perancang kondang seperti Ramli, Prajudi atau Adji Notonegoro.

Karyanya tidak hanya dipakai selebriti top seperti Maudy Koesnaedy, Iis Dahlia, Ike Nurjanah, dan sederet selebriti lain. Rancangan lelaki kelahiran Pagardewa ini juga pernah melekat di tubuh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra dan istrinya, Guseynova Sabina Padmavati. Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut, putri tertua mantan Presiden Soeharto, juga pernah mengenakan busana rancangan Aan. Pejabat tinggi di Lampung juga begitu, termasuk istri-istri menteri.

"Saya puas jika klien puas dengan rancangan saya. Apalagi kalau hasilnya pas buat mereka," kata Aan memaknai kebahagiaan sebagai seorang desainer.

Bagimana Aan merintis jejaknya di dunia mode? Apa saja yang dilakukan untuk tetap eksis sebagai desainer selama 16 tahun ini?

Berikut petikan wawancara Aan Ibrahim dengan wartawan Lampung Post Yunita Savitri®MDUL¯ di butiknya di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandar Lampung, Selasa (29-11).

Bagaimana awal Anda terjun ke bidang fashion ini?

Ya, terjun bebaslah. (Aan tertawa). Secara profesional, saya mulai terjun ke bidang ini sekitar 1989. Sebelumnya, saya sempat jadi PNS di RSUAM. Saya jadi perawat di bagian VIP di sana.

Apa alasan Anda beralih profesi?

Mungkin karena kebetulan atau bagaimana. Tetapi, setelah saya pikir-pikir, memang saya punya bakat, kali ya...sehingga akhirnya saya beralih menekuni bidang fashion. Selain itu, saya ingin bebas saja berekspresi. Jadi desainer itu tidak perlu terikat tatanan-tatanan seperti PNS yang taat dengan satu aturan. Gak boleh ini, gak boleh itu. Kalau begitu, kreativitas kita jadi pampet. Jadi desainer itu kan lebih bebas.

Kenapa Anda terlambat menyadari, Anda memiliki talenta besar di bidang ini?

Sejak kecil memang saya belum tahu mau jadi apa. Sebab itu, saya memilih masuk akademi perawat. Tetapi, setelah menjalani profesi itu, saya jadi berpikir kembali untung ruginya. Kayaknya, kalau saya menjalani profesi sesuai dengan bakat yang saya miliki itu lebih menguntungkan. Sebab itu, akhirnya saya memutuskan berhenti sebagai PNS dan mulai membuka usaha menjahit, baru setelah stabil, saya membuka butik.

Dari mana Anda belajar soal fashion?

Saya autodidak. Sebelum menjadi profesional pada 1989, saya sudah mengenal mode lewat mengikuti beberepa fashion show. Sejak 70-an saya memang sudah berkecimpung di dunia mode. Waktu itu saya jadi model sebagai kerja sambilan. Kebetulan memang saya hobi sama hal-hal yang berbau seni.

Kapan pertama kali Anda menjadi model?

Pertama kali jadi model itu tahun 1979. Awalnya jadi model juga gak sengaja. Waktu saya potong rambut di sebuah salon di Jalan Pangkal Pinang, pemilik salon, saya ingat namanya Ibu Masni bilang kalo tampang saya lumayan buat jadi model. Lalu dari ngobrol-ngobrol itu, saya ditawari ikut fashion show dalam rangka tahun baru di Hotel Marcopolo. Saya ingat waktu itu saya latihan hampir sebulan penuh.

Walaupun sedikit malu-malu tampil di depan orang banyak. Saat itu rasa luar biasa sekali bisa show. Waktu itu, jadi model kan sudah elite banget. Setelah itu, tawaran jadi model terus mengalir. Bukan hanya di Lampung, tapi saya juga sering ikut fashion show Batik Danar Hadi dan Batik Tris di di luar kota, seperti Palembang. Selain jadi model, saya juga sering diberi tanggung jawab untuk mengadakan acara-acara kecantikan. Nah, lewat itu saya bisa berkenalan dengan istri-istri pejabat yang belakangan jadi pangsa pasar saya.

Selain memang berkecimpung di dunia mode, dari mana lagi Anda mempelajari mode?

Saya baru mempelajari mode secara formal setelah saya membuka butik. Itu sekitar 1996. Waktu itu saya ikut sekolah mode Esmode di Jakarta. Hanya setengah tahun. Tetapi, sebelum terjun di bidang mode, saya sudah memiliki pengalaman di bidang ini. Tahun 1982--1984, saya membuka usaha jahitan.

Alhamdulillah, walaupun masih kecil-kecilan banyak juga teman-teman seprofesi yang minta dibuatkan baju. Saya juga sering diminta mendesain baju ibu-ibu pejabat.

Sebagai seorang desainer, bagaimana Anda merintis usaha ini?

Ya, gimana ya. Tetapi, waktu saya memulai itu pasarnya sudah ada. Tetapi, sebagai desainer baru, saya harus memiliki ciri khas. Waktu itu saya punya ide mengangkat tapis sebagai ciri khas saya. Saya juga melihat peluang, kebudayaan Lampung belum digarap desainer-desainer Indonesia, kayak Iwan Tirta yang mengolah batik dan Ramli yang mengolah bordir sampai ke mancanegara. Kalau saya lihat di Lampung ada satu keunikan, yaitu tapis yang tidak ada duanya di provinsi lain. Ya, kemudian saya mulailah dari tapis.

Kapan Anda mulai go national?

Tahun 1989 saya langsung show di Jakarta dan dapat tanggapan bagus. Dari situ, saya mulai belajar profesional. Terus terang, dari sisi persiapan waktu itu, saya belum punya konsep. Bajunya juga kayak supermarket. Pokoknya ada ini, ada ini. Yang penting baju itu ada tapis-tapisnya. Jadi istilah desainer itu supermarket. Tetapi gak nyangka, setelah show itu banyak yang cari Aan. Yang mana...yang mana Aan.

Besoknya, dari Sarinah Thamrin meminta saya menghadap. Lalu saya datangi. Saya bawa konsep baju saya, lalu mereka pesan 300 potong. Saya gak mikir uangnya ada apa enggak waktu itu, yang penting saya iya saja.

Bagaimana Anda mempersiapkan pesanan besar itu?

Saya minta waktu tiga bulan. Begitu tiga bulan, baju 300 potong itu yang terjadi apa? Ternyata quality control-nya ada lima pintu. Pertama pemeriksaan kancing. Kedua pemeriksaan jahitan sampai yang terakhir gosokan. Kalau mengilat out. Nah, dari 300 potong itu yang diterimea cuma 40 biji. (Aan tertawa). Kita gak tahu sih ada seperti itu. Yang penting waktu itu bisa membuat baju. Lalu untuk memenuhi sisanya saya minta waktu lagi tiga bulan. Saya buat yang baru, sementara yang tidak lolos quality control itu saya jual di sini. Orang-orang yang beli di sini mana mungkin mau seteliti itu.

Setelah itu, apa lagi yang Anda lakukan untuk tetap eksis sebagai desainer?

Saya banyak ikut work shop dan konsultasi dengan yang senior. Setelah itu, rutin saya menggelar fashion show dan saya langsung ikut asosiasi perancang mode. Waktu itu, kan saya gak ngerti fittings model, standar model gak ngerti. Jadi perlu banyak pengalaman.

Selain menggali ilmu secara autodidak, Anda juga banyak berkonsultasi dengan desainer senior. Siapa saja?

Saya ngefans-nya sama Ramli. Saya banyak berkunjung kepada dia. Rata-rata desainer memang terbuka sih. Ramli dan Poppy Darsono yang mengemangati saya. Mereka bilang, "Pokoknya An, begitu orang lihat tekstil Lampung, pokoknya identitas elo. Gua gak mau tahu."

Selain Ramli dan Poppy, siapa lagi yang berperan membuat Anda sukses seperti sekarang?

Anak-anak dan rekan-rekan saya. Dengan menjadi anak yang baik dan nggak neko-neko sebenarnya mereka sudah men-support saya. Artinya mereka nggak ribet, nggak menghabiskan uang saya ke narkoba. Dengan begitu, saya tidak stres dan pikiran saya tidak hanaya terfokus pada mereka.

Setelah tapis, Anda mencoba mengangkat sulam usus, bagaimana proses kreativitas Anda menemukan ide itu?

Nah, waktu saya berubah konsep dari tapis, ke sulam usus tahun 1996, Poppy langsung ngamuk. Kata Poppy, "Kamu ini gimana sih, tapis kan mulai dikenal orang. Kok malah beralih konsep."

Poppy dan Ramli memang ingin tapis dikenal luas dan merajalela seperti Iwan Tirta mengangkat batik. Tetapi, saya terkendala pasar yang waktu memang sudah turun. Dan orang modern nggak mau yang namanya benang emas. Tapis juga nggak bisa disulam di atas tekstil yang lembut. Meskipun saya jelaskan, Poppy dan Ramli tetap tidak setuju. Dan itu berlangsung dua tahun. Tetapi, saya tetap ngotot aja. Baru pada tahun keempat mereka mulai menerima.

Kesulitan yang sebagai desainer?

Saya terkendala dengan SDM-nya. Di Lampung sulit sekali mencari asisten yang benar-benar bisa membantu. Lain dengan desainer di Jakarta. Mereka tinggal duduk di kursi bagus, lalu pagi-pagi asistennya sudah memberikan beberapa rancangan dan dia tinggal periksa saja. Kalo di sini, saya buat desain, saya bikin pola, saya juga terima tamu.

Atau memang Anda yang tidak percaya dengan hasil kerja orang lain?

Tidak lah. Badan saya sebenarnya sudah capek dan ini yang membuat saya stres. SDM di sini berbeda lo dengan di Jakarta. Di sana, asisten desainer itu pulang kerja pukul 12 malam. Memang mereka harus gila kerja. Beda dengan disini. Pukul 17 sudah pulang kayak PNS.

Selain sulam usus, apalagi yang Anda ingin kembangkan?

Ada. Namanya sulaman tembung manok yang dalam bahasa Indonesia artinya pantat ayam. Saya sudah populerkan setahun lewat. Aku ketemu sulaman khas Lampung ini di Menggala juga. Waktu pas Lebaran ke rumah familiku, aku lihat kok ada sulaman seperti ini. Lalu mereka jelaskan bahwa itu sulaman tembung manok. Nah, sulaman ini kita padukan dengan sulam usus sebagai bagian ornamennya. Di sebagian kalangan seperti ibu pejabat, sulaman ini sudah mulai dikenal. Memang baru sedikit yang kenal karena dari sisi harga memang lebih mahal dari sulaman usus karena pengerjaan lebih rumit. Di Jakarta harganya bisa mencapai Rp9 juta. Pengerjaannya juga lama bisa sampai dua bulan.

Pada 13--14 Desember mendatang, Anda akan menggelar show tahunan bersama 60 desainer Indonesia lain di Jakarta. Apa persiapan Anda?

Rencananya ada 12 baju yang bakal diperagakan di sana. Semuanya konsep gaun malam yang elegan. Ada yang 3 pieces, 2 pieces, dan dress®MDBU¯. Semuanya sulam usus. Kini baru selesai 30 persen. Ya habis gimana, konsep yang saya mau berubah-ubah terus. Ada ide bagus lagi ganti. Jadi biasanya mendekati hari H baru kelop.

Selain kerja keras, tentu Anda punya kiat untuk bisa sesukses sekarang. Boleh tahu apa saja kiatnya?

Jika ingin maju, kita harus memiliki manajemen yang gaul. Itu yang saya terapkan. Sejak muda, saya sudah membuka diri dengan siapa saja. Saya juga banyak bergaul dengan kalangan atas, seperti anak-anak pejabat. Mungkin cara berpikir saya beda dengan orang-orang dari kampung saya dulu yang cuma mikirin gimana ngakalin duit orang tuanya buat pacaran. Saya gak mau seperti itu.

Merasa orang dari desa, saya ingin banyak tahu, seperti apa mereka yang lebih mampu dari saya, bagaimana mereka bergaul, bagaimana mereka menata hidupnya. Untuk bisa tahu mereka, gampang saja. Saya kan perawat di ruang paviliun RSUAM yang pasiennya orang-orang kaya. Jadi saya dekati mereka saja dan saya servis habis. Tetapi, tujuan saya pure waktu itu ingin bergaul. Nah, lewat mereka saya banyak menimba ilmu. n M-1

Read More......

Tak Harus Menjadi Perancang Ternama

Tak Harus Menjadi Perancang Ternama


Semua orang ingin jadi perancang ternama karena bisa terkenal dan menggelar peragaan busana sendiri," kata Ferdi Hendarman, Head Designer PT Bina Busana Internusa, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Hal senada diungkapkan Chrisye (40), lulusan sekolah mode Susan Budiardjo (1995), yang kini bekerja di perusahaan garmen PT Bina Busana Internusa. Sedikit sekali lulusan sekolah mode yang bercita-cita masuk ke industri garmen. "Padahal, sekolah lebih mengarahkan kami membuka bisnis jahit di rumah untuk membuka lapangan kerja," kata Chrisye yang pernah bekerja di sebuah perusahaan garmen di Bali.

Dunia mode tidak sebatas peragaan busana yang gemerlap dan eksklusif. Juga bukan terletak pada busana yang tampak mewah yang dipertontonkan peragawati di atas catwalk. Industri garmen mulai dari proses merancang pola, memotong, menjahit hingga penjualan. Proses panjang ini juga harus dipahami setiap pelaku industri mode.

"Saya resminya perancang mode, tetapi pekerjaannya enggak cuma menggambar. Enggak sesempit itu. Saya mengurus sampai pemasaran," kata Ferdi, lulusan sekolah mode Esmod Jakarta (1997) dan Teknik Industri ITB (1987).

Dari sisi ketenaran, kata Ferdi, perancang mode yang memiliki label sendiri jelas lebih unggul, tetapi pasarnya terbatas di kalangan tertentu saja karena harga busananya yang relatif mahal. "Kalau semua mau jadi perancang mode begitu siapa yang akan membuat baju yang dijual di Matahari. Industri garmen itu bisnis besar. Saya dulu pernah dibilang perancang mode garmen itu tidak bergengsi. Biar saja," lanjut Ferdi yang juga membuka butik di Bandung.

Bekerja sebagai perancang dituntut memiliki disiplin tinggi. "Mereka harus membuat desain mode untuk satu musim. Kalau begitu-begitu saja modelnya, pasti ditinggal konsumen. Harus cepat juga kerjanya. Kalau tidak pasti ditinggal pembeli," kata Netti, lulusan Susan Budiardjo (1994), yang kini lebih memilih membuka butik sendiri karena tidak kuat bekerja di industri garmen.

Selain di industri garmen, banyak lulusan sekolah mode yang memilih membuka butik. Seperti Tini dan Maryati. Sejak selesai pendidikan dasar menjahit di Bunka School, Tini langsung membuka butik dengan menyewa paviliun di belakang Plaza Gadjah Mada.

Sejak awal, Tini tidak ingin bekerja di bawah seorang perancang mode. Kini perempuan asal Solo itu tinggal membuat desain saja karena sudah mempekerjakan satu orang pembuat pola, lima penjahit, dan tiga pemasang manik dan payet.

"Bekerja pada perancang, kami yang kerja dia yang dapat nama. Saya pernah satu tahun kerja ikut orang untuk dapat pengalaman cara menjalankan bisnis," kata Tini yang kerap membuat gaun malam dan gaun pengantin itu.

Sementara Maryati datang jauh-jauh dari Jambi untuk mengambil kursus dasar dan desain di Bunka School selama dua tahun. Kini dia membuat baju-baju kasual untuk dijual di ITC Mangga Dua, Jakarta Barat. "Untung saya sekolah. Kalau tidak kan saya tidak tahu cara buat baju dan menjual baju," ujarnya.

Pada dasarnya sekolah-sekolah mode tidak mengarahkan lulusannya harus menjadi desainer atau memiliki label sendiri, meskipun ini adalah tujuan utama kebanyakan siswa yang memilih bersekolah mode. Padahal, masih banyak bagian lain yang juga berperan penting dalam industri mode.

Seperti Miranda Waliry yang menjadi Branch Manager Stuart Weitzman dan Rococo. "Desainer dan industri fashion harus ada juga yang mengelola," kata Miranda yang lulusan LaSalle mengenai jurusan fashion business yang dimasukinya.

Selama bersekolah para murid di La Salle dari berbagai jurusan selalu dilibatkan bersama-sama mengurus pergelaran busana. Bagian desain grafis membuat buku acara, dan berbagai publikasi. Bagian fashion business seperti dirinya terlibat dalam perencanaan keuangan, mencari model, hingga mencari aksesori.

"Semua itu jadi bekal saat bekerja. Dunia fashion (seperti butik) selalu punya produk baru yang perlu dipromosikan lewat acara seperti show. Saya jadi sudah terbiasa, termasuk untuk urusan negosiasi," kata Miranda. (LUK/EDN/LKS)

Read More......

Sunday, November 12, 2006

Kesalahan Umum Saat Membeli Asuransi

Kesalahan Umum Saat Membeli Asuransi


Perencana keuangan keluarga dari Pavilion Capital, Aidil Akbar Madjid, mencermati ada empat kesalahan umum yang biasa dilakukan sebagian orang dalam membeli asuransi.

Kesalahan pertama, membeli perlindungan asuransi untuk anak yang masih kecil. Jika sebuah keluarga kehilangan anak yang masih kecil, akan menyebabkan kehilangan secara emosional, bukan finansial.

Anda harus ingat bahwa anak yang masih kecil belum bekerja dan mendatangkan penghasilan atau belum memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, membeli polis asuransi jiwa untuk anak kecil tidak bijaksana.

Sebaliknya, orangtua yang memiliki anak seharusnya membeli polis asuransi. Ini merupakan langkah proteksi agar jika terjadi sesuatu yang buruk pada orangtua, si anak yang ditinggalkan tak telantar.

Kesalahan kedua, mencantumkan anak di bawah umur sebagai ahli waris. Anak di bawah umur tidak dapat menerima warisan, walinyalah yang dapat menerima warisan tersebut. Warisan itu pun baru bisa diberikan kepada anak kelak jika si anak berusia 21 tahun atau telah menikah.

Cantumkanlah wali dari anak Anda yang akan membantu merawat anak Anda selain pasangan apabila Anda meninggal dunia. Jika Anda tidak yakin juga akan wali tersebut, buatlah surat wasiat di hadapan notaris.

Ibu rumah tangga

Kesalahan ketiga, tidak membeli asuransi untuk orang yang tidak bekerja. Sebagian orang berpendapat, seseorang yang tidak bekerja tak perlu membeli asuransi karena tidak memiliki penghasilan atau tak memiliki nilai ekonomis.

Akan tetapi, seorang ibu rumah tangga perlu juga memiliki perlindungan. Ibu rumah tangga memiliki banyak tugas, seperti memasak, mengantar anak ke sekolah, dan membereskan rumah. Bandingkan jika tidak ada ibu rumah tangga dan keluarga Anda harus membayar pengasuh anak, sopir, pembantu, dan tukang kebun, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Biaya inilah yang menjadi dasar perhitungan perlindungan yang harus dimiliki ibu rumah tangga.

Kesalahan keempat, pembelian asuransi jiwa oleh orang yang tidak memiliki tanggungan. Jika Anda berstatus lajang, sudah bekerja, tidak memiliki tanggungan seperti keponakan, orangtua, atau orang lain yang bergantung secara finansial kepada Anda, berarti Anda tidak memerlukan asuransi jiwa.

Apalagi, jika Anda memiliki tabungan atau investasi, justru tidak perlu asuransi jiwa sama sekali. Jika Anda meninggal, yang diperlukan adalah biaya pemakaman dan uang untuk membayar utang-utang.

Sebaliknya, untuk orang dengan kriteria tersebut, yang diperlukan adalah asuransi cacat dan penyakit kritis. Jika suatu saat Anda sakit atau cacat permanen dan tidak dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan, Anda dapat manfaat dari asuransi cacat dan penyakit kritis itu.

"Sebuah survei menyebutkan, kemungkinan seseorang cacat tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan meninggal," katanya. (JOE)

Read More......

Monday, October 30, 2006

Sydney Harris tentang orang yang menang dan yang kalah

A winner seeks for the goodness in a bad man, and work with this part of him. A loser looks only for the badness in a good man, and therefore finds it hard to work with anyone".
Seorang pemenang mencari kebaikan dari orang yang tidak baik, dan bekerja dari situ. Yang gagal hanya melihat kejelekan dari orang yang baik, karena itu merasa sukar bekerja dengan siapa saja).

Read More......

Pencemaran Mengganggu Janin

Pencemaran Mengganggu Janin

Secara Umum Makanan yang Tersedia di Indonesia Tidak "Sehat"


Jakarta, Kompas - Saat ini banyak terjadi kelahiran kembar siam. Selain persoalan genetik, pencemaran lingkungan atau makanan yang dikonsumsi orangtua bisa mengganggu pembentukan janin sehingga lahir bayi yang cacat.

"Anak-anak yang lahir kembar dempet, masalahnya adalah adanya gangguan pada saat pembentukan janin, mulai dari pembuahan sampai lahirnya anak itu. Proses gangguan selama itu menyebabkan kecacatan lahir," kata Kepala Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia , Wiku Adisasmito PhD di Jakarta, Minggu (29/10).

Kecacatan lahir itu bisa terjadi karena faktor genetik atau pencemaran lingkungan. Tingkat stres yang tinggi di masyarakat pun bisa menimbulkan gangguan dalam proses pembuahan.

"Bayi yang lahir kembar dempet itu biasanya ada gangguan di kromosomnya, secara genetik terganggu, baik dari asal orangtuanya sebelum menikah atau sesudah menikah," kata Wiku.

Faktor genetik yang berasal dari orangtua bisa menjadi penyebab karena asupan makanan orangtua tidak sehat.

Misalnya makanan tercemar yang dikonsumsi orangtua akan mengganggu kualitas produksi sperma (laki-laki) dan sel telur (perempuan).

"Kalau dalam sejarah keluarga tidak ada yang kembar dempet, kemudian anaknya muncul seperti itu, berarti biasanya faktor lingkungan yang mempengaruhi faktor genetik," kata Wiku menjelaskan..

Hal itu bisa terjadi melalui sperma/sel telur yang tidak sehat karena makanan yang tidak sehat atau gizi yang tidak bagus.

Kalau kualitas sperma dan sel telur yang tidak sehat ini bertemu maka ini memperbesar kemungkinan kelahiran cacat.

Gangguan konsepsi

Pencemaran dapat terjadi lewat udara melalui CO2, dan oleh logam berat di udara atau pada makanan. Mengonsumsi makanan yang tercemar akan mempengaruhi kesuburan sehingga pada saat konsepsi terjadi gangguan.

Secara umum makanan yang tersedia di Indonesia tidak "sehat".

Mereka yang secara ekonomi kurang mampu biasanya mengonsumsi makanan secara tidak seimbang, kualitasnya kurang baik dan bahkan mengandung zat pewarna.

Lingkungan yang berbahaya adalah yang terkontaminasi logam berat, misalnya asap knalpot kendaraan bermotor yang mengandung pb (timbal), sayuran yang ditanam di pinggir jalan tol akan terpolusi asap knalpot.

Tempat pertanian di daerah industri atau transportasi berat otomatis akan tercemar. Pencemaran itu pun masuk ke sirkulasi darah manusia yang menghirup udara atau mengonsumsi makanan tercemar tersebut.

Tak hanya itu, susu sapi yang kandungan lemaknya tinggi bisa menjadi penyerap polutan yang mudah karena daya ikatnya tinggi terhadap logam berat.

"Jadi kalau peternakan sapinya tidak terletak di pegunungan maka susu sapi itu dengan mudah menyerap polutan.

Begitu juga saat treatment susunya tidak bagus, ini akan mempengaruhi juga. Itu yang menyebabkan susu sapi terpapar polutan," kata Wiku.

Stres pun juga mempengaruhi kondisi kehamilan. Kondisi yang lemah menyebabkan seseorang rentan terhadap penyakit, sehingga gennya bukan gen yang kuat, tetapi mudah berubah. (LOK)

Read More......

Jadi Ibu Rumah Tangga, Oke Juga!

Minggu, 29 Oktober 2006

Jadi Ibu Rumah Tangga, Oke Juga!




''Hari gini jadi ibu rumah tangga, nggak deh.'' Begitu jawaban Nisa ketika ditanya tentang profesi idamannya setamat kuliah. Di mata gadis yang baru saja lulus dari fakultas hukum sebuah universitas swasta di Jakarta ini, rugi besar kalau seorang sarjana seperti dirinya hanya menjadi ibu rumah tangga. ''Tahu kan, kuliah itu nggak murah.

Lagian kalau di rumah melulu bakalan bete dan kuper (kurang pergaulan). Kalau bekerja kan, suasananya dinamis, setiap hari ada kegiatan dan pastinya punya duit,'' kata gadis berusia 24 tahun ini panjang lebar.

Alasan yang dikemukakan Nisa boleh jadi cukup masuk akal. Tapi, marilah melihatnya dari sudut pandang lain. Menurut psikolog Dra Yati Utoyo Lubis MA PhD, menjadi ibu rumah tangga atau menjadi wanita karier hanyalah pilihan profesi bagi perempuan. Tak ada bedanya, toh keduanya sama-sama bekerja, melakukan sesuatu untuk kebaikan. Oleh karena itu, tidak perlu minder, apalagi tidak pede bagi perempuan yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga.

''Ibu rumah tangga merupakan profesi mulia dan penuh tanggung jawab yang sulit tergantikan oleh orang lain. Karena itu, banggalah saat Anda memperkenalkan diri sebagai ibu rumah tangga,'' kata Yati di hadapan para ibu rumah tangga yang menghadiri acara Sunlight Agen 1000 di Jakarta, belum lama ini.

Di kalangan masyarakat kita, ibu rumah tangga memang masih dipandang sebagai profesi yang tidak bergengsi dibandingkan dengan ibu yang bekerja di luar rumah. Pandangan seperti itu, tegas Yati, tidak benar dan harus diluruskan. ''Kedudukan ibu rumah tangga bukan rendahan, justru tertinggi.''

Dalam hal ini, Yati mengajak para ibu rumah tangga untuk tidak mengukur kesuksesan seorang ibu dari luar saja. Tapi, lihat pula kesuksesan mereka dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak. ''Banyak juga ibu yang bekerja di luar rumah, tapi tidak sukses di rumah tangganya,'' kata Yati.

Profesi luar biasa
Ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat luar biasa. Bayangkan saja, ia bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu sebagai roda penggerak keluarga. Mulai dari mengurus anak, rumah, mengatur keuangan keluarga, sampai menjaga kesehatan anggota keluarga, menjadi tanggung jawabnya. Dan profesi ini bersifat abadi, tidak kenal pensiun.

Walau sangat luar biasa, anehnya masih banyak ibu rumah tangga yang kurang pede mengakui profesinya. Menurut Yati, fenomena ini terjadi lantaran kurangnya penghargaan terhadap profesi ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar, bahkan dari keluarga dekat. Rasa itu juga muncul karena para ibu rumah tangga merasa dirinya tidak hebat dan tidak memiliki potensi yang berguna bagi lingkungan sekitar.

Padahal, lanjut psikolog alumnus Universitas Indonesia (UI) ini, setiap orang pasti mempunyai potensi, hanya belum termunculkan. Itu mengapa, Yati menyarankan para ibu untuk mulai menghargai dirinya sendiri sebagai ibu rumah tangga. Semisal dengan mengatakan kepada anak-anak,''Kalau ibu tidak ada di rumah, siapa yang akan mengurus kalian?''

Bukti bahwa ibu rumah tangga memiliki potensi tergambar jelas pada sosok Sriatun Djupri, wanita asal Jambangan, Surabaya. Wanita berusia 53 tahun ini mengaku, awalnya ia adalah ibu rumah tangga yang pemalu, minderan (rendah diri), dan selalu gemetar bila berbicara di depan orang banyak. ''Mungkin dulu belum ada kesempatan, makanya minder. Tapi sekarang saya pede, bahkan banyak bicara karena diundang di mana-mana membahas pengelolaan sampah,'' tuturnya bersemangat.

Ya, Sriatun ternyata memiliki potensi yang jarang dimiliki orang lain. Ia adalah salah satu dari sedikit orang yang gigih menggalakkan penghijauan dan pengelolaan sampah di lingkungannya. Alhasil, Sriatun kini bisa duduk berdampingan dengan Menteri Lingkungan Hidup. Prestasi ini tak mungkin ia raih tanpa keinginan kuat untuk mengeluarkan potensi yang ada dalam dirinya. Bagaimana dengan tudingan bahwa ibu rumah tangga suka bergunjing?

Menurut Yanti, itu salah satu kelebihan perempuan dibandingkan pria dalam pergaulan. Berteman itu, kata Yati, sebaiknya digunakan untuk sharing, berbagi pengalaman ataupun curhat. Jika pergaulan dilakukan secara efektif, para ibu rumah tangga tidak perlu lagi datang ke psikolog, karena mereka bisa curhat kepada teman-temannya.

Artis yang kini juga dikenal sebagai aktivis perempuan, Nurul Arifin, sepakat dengan Yati. Menurutnya, tak masalah jika perempuan suka ngerumpi. Justru cara ini bisa dijadikan terapi untuk meringankan beban yang mengganjal di hati. Menangis pun, lanjut Nurul, tidak masalah. Ini cara yang sehat sebagai terapi untuk mengungkapkan kekesalan atau perasaan. Cara-cara inilah yang menyebabkan perempuan lebih panjang umur ketimbang pria. Karena itu, berbanggalah menjadi perempuan karena bisa merengkuh profesi mulia dengan tanggung jawab besar: ibu rumah tangga.
(vie )

Read More......

Sunday, October 15, 2006

"Tidak ada istilah makan siang gratis!"

"Tidak ada istilah makan siang gratis!", begitu selalu diajarkan kepada kita.

Namun, kita juga melihat kenyataan, ada orang-orang yang hanya datang pukul 08.00, duduk, baca koran, ngobrol, istirahat, pulang sore-sore, eh, mendapat banyak proyek, bisa korupsi, masih menerima pensiun pula. Tak perlu pontang-panting bekerja atau mempersiapkan asuransi ketika masih muda, kehidupan nyaman, masa depan terjamin.

Di sisi lain kita mendengar kisah ribuan, bahkan jutaan tenaga kerja yang luar biasa berat beban pekerjaanya. Membanting tulang di bawah terik matahari hingga tengah malam buta, jauh dari kampung halaman, mendapatkan siksaan, pelecehan hanya demi mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Kesulitan hidup, keputusasaan, memaksa mereka bertarung dengan bahaya. Hmm, masih adakah yang sanggup menyebut mereka lembek, tak memiliki mental tangguh?

Tidak tangguh, tidak ulet, maunya cepat sukses dan kaya, adalah kritik yang sering disampaikan terhadap mentalitas angkatan kerja saat ini. Bisa jadi itu benar, sebab di negeri ini orang lebih memuja materi, lebih menghargai hasilnya, bukan pada proses yang disertai upaya dan kerja keras.

Manakah jalan yang kita pilih? Andrew Matthews menulis, "Jika kita mengerahkan semua yang kita miliki pada apa pun yang kita kerjakan, kita tetap tidak bisa menghapus kemungkinan untuk gagal dan kecewa." Kalau begitu, mengapa kita harus bersusah payah? Jawabannya adalah: “Demi harga diri.”

Read More......